01| selamat datang di sunny side!

126 13 1
                                    

selasa

9:09 pm

tring tring tringg. suara bell tanda pintu masuk terbuka menyadarkan sunny dari lamunannya. ia segera berdiri untuk menyambut pelanggan masuk.

"selamat datang di sunny side!"

senyumnya yang tadinya merekah seperti bunga matahari yang baru mekar seketika lenyap ketika melihat siapa yang datang. ia menghela napas panjang dengan mata cokelatnya terus menatap orang yang baru saja masuk.

"kenapa?"

"apa?" balas sunny balik bertanya.

"lo ngeliatin gue kayak gue ini tersangka pembunuh tau!"

untuk kesekian kalinya, sunny menghela napas sekali lagi. dia hanya membuka lalu menutup salah satu toples koin di depannya dengan bosan.

"kenapa, bu? kayaknya berat banget idup lu."

"berisik!"

orang tadi tersenyum sinis, lalu bola matanya meniti keadaan restoran kecil yang selalu sepi pembeli, "ini kuburan apa restoran si? tempat juga keliatan makin menyusut aja kayaknya?" tanyanya sarkastik.

orang itu berdiri dan terdiam seakan memikirkan sesuatu saat memandangi sebuah lukisan abstrak yang terpasang pada dinding. setelah mengamati dengan seksama, tangannya bergerak menurunkan lukisan itu tanpa bantuan apapun. ia sungguh berterimakasih pada Tuhan karena telah memberikan kaki yang panjang untuknya.

"woy, jongin! lo mau ngapain? aishh, bocah bikin tensi naik mulu ya!" pekik sunny menghampiri laki-laki yang baru saja ia panggil jongin. ia siap untuk memberikan tinjuan terbaiknya untuk laki-laki di hadapannya itu.

"gue cuma bikin ni tempat biar lebih artistik aje. minggir lo."

jongin membawa lukisan itu ke dalam dapur, jauh dari tempat di mana orang-orang bisa memandangnya. dan kembali dengan dua hiasan dinding berukuran kecil dan ia pasang pada dinding tempat lukisan abstrak sebelumnya berada.

"nah, bagusan begini."

sunny hanya mendesis dan memandangnya sinis.

jongin kembali mengenakan hoodie di kepalanya karena hujan turun semakin deras. ia memasukkan ke dua tangan ke dalam saku jaket baseball kebanggaannya. tanpa sepatah kata, ia melangkah mendekati pintu dan meraih gagangnya.

"gue mau maen, jadi ga bakal nemenin lo malem ini. jangan balik malem-malem ya. jangan bikin nyokap kalang kabut kayak waktu itu!"

sunny tidak peduli. ia membalikan badan hendak duduk di kursi kebesarannya-kursi belakang meja kasir. baru beberapa langkah ia ambil menuju kasir, suara bel pintu terbuka sedikit membuatnya tersentak.

"apa la-" ucapannya terhenti dan sunny mematung mendapati sosok lelaki berpakaian serba hitam berdiri di ambang pintu sedang menyibak bagian bahu bajunya. sesaat ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena bayangan topinya menutupi wajah, namun ketika topinya berpindah tempat di tangan lelaki itu, sunny siap pingsan detik kemudian.



Love at 12 || dks √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang