1st karam-karaman
Yuta hari itu mau pulang setelah mata kuliah terakhir. Pas lagi di parkiran, tiba-tiba ada yang manggil.
"Kak Yuta!"
Yuta noleh dan ngeliat adik tingkat sekaligus teman satu kampung halamannya. Namanya Sakura, biasa dipanggil Rara. Baru tingkat satu dan Yuta sering nolongin dia waktu awal-awal Sakura merantau. Ya ... namanya orang satu kampung halaman dan sama-sama merantau, harus dibantu. Mana dia cewek juga.
"Oh hai Ra!"
Cewek imut itu cuma senyum aja. "Mau pulang Kak?"
Yuta ngambil helm-nya dan memasangnya. "Iya nih. Pulang juga? Mau bareng?"
Sakura menggeleng dan menunjuk salah satu mobil yang terparkin. "Aku sama Papa aja Kak."
"Oh, papa kamu ke sini?"
Sakura tertawa pelan. "Iya Kak. Aku duluan ya Kak." Abis itu Sakura jalan ke mobil hitam yang ada di sana.
"Iya Ra."
Baru aja Yuta mau starter motornya, tiba-tiba dipanggil seseorang lagi.
"Hei kau!"
Yuta noleh dan ternyata sumber suara dari mobil yang ditunjuk Sakura tadi. Setelah yakin tang dipanggil itu dia, Yuta akhirnya membalas.
"Saya Om?"
"Iya kau. Siapa lagi?"
Yuta mendekati mobil itu dan kelihatan muka Sakura agak bersalah gitu.
"Ada apa Om?"
"Masih ada kuliah kau?"
"Nggak Om, ini udah mau pulang."
Papanya Sakura nyuruh Sakura pindah ke kursi belakang. "Masuklah kau."
"Maksudnya Om?"
"Masuklah, pergi makan kita sebentar."
Yuta ngelirik ke arah Sakura. Tapi cewek cuma tersenyum pasrah. Akhirnya Yuta masuk mobil itu.
🌸🌸🌸
"Jadi, benar kau anak si TOP itu? Yang jualan perabot di simpang empat?"
Sekarang mereka bertiga makan di salah satu restoran.
"Iya, Om."
"Teman aku sama dia waktu kecil-kecil itu. Suka mancing kami di sungai dekat tanah lapang."
Yuta cuma ketawa mendengar cerita papanya Sakura. Walaupun orang Batak asli, Yuta gak bisa bahasa Batak. Soalnya kalau di rumah, mamanya yang orang Jakarta pasti ngomong bahasa Indonesia aja.
"Baru tau saya Om. Dari kecil langsung pindah ke kota."
"Iya, bapak kau itu yang sombong kali gak pernah pulang kampung."
"Iya Om, dari dulu cuma rencana aja."
Hening sejenak di antara mereka bertiga. Mereka sedang menikmati makanan yang udah disajiin sama pelayan tadi.
"Terima kasih sudah jaga Rara. Rara ini emang anaknya manja kali. Gak pernah pisah sama aku. Di bawah ketek aku aja maunya."
Yuta cuma ketawa jahil ke arah Sakura. Sedangkan Sakura mukul lengan papanya. "Ih apaan sih Pa?"
"Lah kan emang benar? Tiap malam kau nelpon mamak kau sambil nangis-nangis. Makanya Papa ke sini sekarang."
Mau gak mau Yuta juga kasihan. Cewek kayak Sakura harus merantau sendirian.
