Gadis kecil itu lahir dari seorang ayah yang selalu menjaganya ayah yang kuat dan tidak ingin gadis kecil itu menangis, ayah yang kerja untuk membela Negara, ia wanita terakhir dari tiga bersaudara kini usia nya yang baru menginjak di bangku menengah pertama yang baru berubah dari kecil menjadi remaja masa remaja adalah masa masa yang di tunggu olehnya dan oleh kebanyakan orang karena masa remaja adalah masa dimana banyak yang berubah dari diri kita dari mulai fisik dan banyak hal baru yang dulu tidak di temukan saat masa masa kecil, gadis kecil itu bernama anindhiya mahesa semua orang bisa memangilnya anin atau ada juga yang memangil dhiya apapun panggilannya anin adalah gadis yang periang dan tidak mau diam apa yang ia lakukan akan membuat orang geleng geleng karna tingkah nya banyak laki laki yang menyukainya sifat periang yang di miliki anin, anin tidak putih kulitnya juga pas tidak juga hitam anin tidak tinggi bahkan ia sering di bilang mini dan dia memiliki mata coklat.
pertama kali masuk sekolah menengah pertama banyak yang berubah dari anin, anin yang dulu tidak mempedulikan penampilan sekarang dia sudah peduli akan penampilannya, pembagian kelas sudah di lakukan setelah pembagian kelas ada masa perkenalan siswa atau bisa di sebut MPLS saat MPLS dilaksanakan ada banyak rangkaian acara dan yang paling ia ingat adalah meminta tanda tangan ke semua teman teman lalu ia meminta kepada salah satu siswa anin memang tidak tau malu tapi...
" eh km tanda tangan dong" dia hanya menandatangani tanpa melihat muka anin tapi anin tetap berterimakasih, tapi mukanya tidak asing anin mencoba mengingat ngingat lagi ternyata ia baru sadar "orang itu?! Orang yang menabrak sepedahku tanpa mengucapkan maaf?! Memang memang orang aneh tidak punya perasaan" anin mengoceh lalu ada yang membuat lamunannya buyar ada yang meminta tanda tangan kepadanya anin, anin memberi lalu tersenyum kembali anin melihat buku nya yang masih kosong lalu ia bergegas meminta tanda tangan kepada orang orang, acarapun selesai anin diperbolehkan untuk duduk setelah duduk dia merebahkan badan nya "lelah sekali hari ini ya semoga saja puasaku hari ini berkah " karna saat itu adalah bulan ramadhan, acarapun selesai anin bergegas untuk pulang lalu mandi dan menunggu adzan magrib.
Setelah libur hampir dua minggu sekolahpun sudah berjalan seperti biasanya hari pertama anin masuk ia belum diperbolehkan menggunakan seragam putih biru alhasil hari pertama ia sekolah ia masih menggunakan seragam sdnya tapi tak apa hari pertama sekolah guru guru masuk hanya untuk memperkenalkan diri sama halnya dengan teman temannya maka dari itu sekolahpun hanya sebentar karna belum belajar bel pulangpun sudah dinyalakan anin bergegas untuk membereskan buku bukunya dan bergegas untuk ke kelas reina dan ketika sekolah bubar ada yang memperhatikan anin, tapi anin tidak mempedulikan nya anin tetap berjalan bersama temannya yang bernama reina dewi,reina adalah teman sd anin dan rumahnyapun berdekatan maka dari itu ia sering pulang bersama reina reina memiliki kulit putih dan juga rambutnya yang membuat wanita wanita yang lain iri terhadapnya reina juga tidak mau diam sama seperti anin maka dari itu mereka akrab ya bagaimana tidak jika dua duanya sama sama memiliki sifat jail.
Hari kedua ia masuk sekolah anin sudah memiliki banyak teman karna sifatnya yang periang tidak heran jika banyak juga yang mengenal anin itu sebabnya banyak kontak baru di BBM anin karna masa itu BBM adalah salah satu komunikasi yang sedang jaman, karna banyak yang menggunakan itu banyak kontak yang masuk ke BBM anin dan salah satunya adalah rizal putra tapi anin tidak mengubris karna baginya mungkin ia hanya ingin berteman maka dari itu anin menerima permintaan berteman rizal.dan bel istirahat pun berbunyi anin lalu bergegas ke kantin untuk membeli makanan karna anin tidak membawa makanan dari rumah dan perutnya yang sudah memberontak dan ketika sampai di kantin ada laki laki yang menyapanya " heyy kamu anindhiya yah?" anin hanya menoleh lalu ia tersenyum dan menjawab "iyaaa,ada apa ya?" " ngga kok,aku ke kelas duluan yah" ani hanya tersenyum dan heran tapi ia tidak mempedulikannya oleh karna itu anin langsung mencari makanan untuk ia makan dan bergegas untuk ke kelas karna taka da kantin untuk duduk setelah sampai dikelas anin langsung makan dan setelah makanannya habis anin membuka hpnya karena ada notif BBM dari seseorang setelah dibuka ternya BBM dari rizal anin heran "rizal?" lalu anin melihat isi dari BBM tersebut anin langsung mengingat kejadian tadi di kantin.
rizal: senyum kamu manis
anindhiya: makasi.
rizal: sering sering tersenyum,aku menanti senyumu
anindhiya: emg ada apa kalo aku senyum?
Rizal: dunia semakin indah saja kalo di tambah senyum kamu
Anindhiya: wkwk, ada ada aja ah
Rizal: nah kalo ketawa kamu aku belum lihat siapa tau dunia aku menjadi berwarna kalo kamu tertawa
Anindhiya: loh kok?
Anin hanya tersenyum dan masukan hp ke dalam saku seragam sekolahnya karna guru mata pelajaran berikutnya sudah masuk kelas anin sudah mulai belajar setelah kemarin hanya berkenalan saja dengan guru guru maka dari itu anin dengan serius memperhatikan guru yang sedang menjelaskan mata pelajaran dan tidak terasa waktupun cepat berlalu dan akhirnya bel pulangpun tiba anin membereskan bukunya dan langsung ke kelas reina untuk mengajak reina pulang karna mereka tidak sekelas maka dari itu anin harus menunggu reina,saat sedang bersandar ditembok dia melihat sepatu milik seororang laki laki tapi iya tidak melihat siapa pemilik sepatu tersebut karna anin sedang melamun dan saat anin sedang asik dengan lamunananya laki laki itu tiba tiba menghancurkan lamunan anin hingga anin sadar bahwa tadi anin sedeang melamun saat anin melihat ke arah laki laki yang menghancurkan lamunannya ternya itu rizal anin hanya membalas dengan senyumananya tapi rizal langsung berdiri di sebelah anin dan mengajak anin untuk mengobrol."sendiri aja nih" dengan senyum jailnya mengoda anin
"sekarang berdua kan sama kamu?"
" kok jawabanya sekarang aku kan nanya tadi, ada ada aja ah kamu"
"kamu ga nanya sekarang apa tadi,benerkan?"
"HAHA,lucu banget sih, pulang sama siapa? Rumahnya dimana?"
"tuh*menunjuk raina*, kepo,udah deh aku pulang duluan ya dah"
"pasti suatu hari nanti aku akan tau rumahmu,hati hati jangan tersenyum nanti aku marah"
Anin hanya melihat kebelakang sambil tersenyum dan geleng geleng karna tingkah rizal tadi, tapi reina malah menatap anin dengan muka yang heran karna sikap rizal kepada anin karna setau reina rizal tidak banyak omong dan ya dia bisa termasuk kedalam laki laki pendiam tapi ntah lah mungkin saja reina belum begitu mengenal rizal maka dari itu reina hanya bisa menilai bahwa rizal pendiem
"Eh nin sejak kapan kamu mengenal rizal?"
"sejak tadi dikantiin"
"baru tadi? Tapi dia mengodamu sudah seperti kenal lama? Apa jangan jangan dia suka sama kamu? Cinta pada pandang pertama gitu kan,HAHA cieee..."
"apasi re ah mana mungkin udah deh mending kita pulang yuk "
"tuhkan malu malu benerkan dugaan aku?"
"reina ih kok jadi nyebelin"
"abis kamu malu malu jadi aku seneng gangguin kmu"
"udah deh re jangan bikin aku marah,pulang yuk ih"
Akhirnya anin dan reina pulang, sesampainya di rumah anin langsung masuk kedalam kamar dan menyenderkan badannya ke kasur dan anin mengingat kejadian tadi disekolah hingga tanpa sadar anin sampai senyum senyum sendiri mengingatnya, dan anin memikirkan omongan reina apa bener yang dikatakan oleh reina *ah ga mungkin itu hanya keisengan reina saja* anin berdecak didalam hati, lalu anin mengeluarkan hpnya yang ada disaku bajunya saat anin membuka hpnya anin melihat pesan yang masuk ternyata itu dari rizal
Hey,aku semakin yakin kalo kamu itu unik"begitu ucapnya
"unik? Aku sama kok dgn perempuan yang lain"
"hahaha,buktinya kamu gamau ngaku"
Anin memang belum pernah jatuh cinta makanya dia tidak begitu menanggapi kehadiran rizal, yang anin tau jatuh cinta menyakitkan ya walaupun ia hanya melihat teman temannya yang jatuh cinta tapi anin juga sadar bahwa anin merasa ada yang beda ketika rizal datang kekehidupan anin.

KAMU SEDANG MEMBACA
semu
Teen Fictionsebuah cerita tentang seseorang gadis kecil yang mencintai seseorang selama 3 tahun tanpa pernah dipedulikan oleh orang yang ia cinta, cerita yang hanya bisa ku tulis tanpa bisa diulang lagi cerita yang pendek tetapi memiliki makna yang besar untukn...