Senin, 12 Oktober 2015
Hari ini adalah hari pertama Naufal bersekolah di SMA Pelita. Ia diharuskan pindah karena ayahnya pindah tugas yaitu di kota Jakarta. Sehari setelah kepindahannya ayahnya memberi beberapa sekolah pilihan untuk Naufal pilih dan pilihannya jatuh ke SMA Pelita. Naufal bangun lebih pagi dari biasanya ia tidak ingin terlambat mengikuti upacara di hari pertamanya bersekolah di SMA Pelita.
"Ingat jangan buat onar seperti di sekolahmu sebelumnya,mengerti?" ucap Tama-- papa Naufal.
"Tergantung ya pah." jawab Naufal sambil tersenyum jahil pada papa nya. Mama Lena datang menghampiri putra dan suami nya sambil membawa nampan berisi segelas susu, dan dua gelas teh hangat. Selanjutnya ruang makan diisi dengan obrolan hangat keluarga Adyatama.
Pukul 06.46
Motor ninja hitam milik Naufal terlihat memasuki halaman sekolah SMA Pelita. Seketika semua mata tertuju pada cowok yang mengendarai ninja hitam itu. Setelah memakirkan motornya Naufal berusaha sebisa mungkin bersikap ramah kepada murid murid di sekolahnya ini agar terlihat hangat Naufal memasang senyum dua senti nya yang bisa melelehkan hati para siswi disekolahnya. Naufal berjalan masuk dan mencari dimana ruang kepala sekolah.
"Ehmhm misi gua boleh tanya gak?" ucap Naufal kepada dua siswi yang tengah berdiri di depan mading kelas 11.
Dua siswi yang tadinya sibuk membaca pengumuman pun menoleh dan menatap lekat Naufal."Boleh...tanya apa?." ucap Gisella
"Ruang kepala sekolah dimana ya?" jawab Naufal.
" Ohh ruangan nya ada di depan ruang guru. Lo tinggal lurus terus ke kanan aja." balas Gisella sementara teman Gisella kembali fokus dan bersikap tidak peduli dengan cowok yang sedang berbicara dengan Gisella.
"Oke,thanks." Naufal segera menuju ruang kepala sekolah yang tadi sudah diinstruksikan oleh Gisella.
Tok tok tok...
Ceklekk..."Permisi bu saya Naufal Putra Adyatama--"
"Ohh ya ya kamu anak baru kan..emm sebentar." ucap bu Ratna--kepala sekolah SMA Pelita memotong ucapan Naufal.
"Kamu masuk di kelas 11 IPS 4 kelasnya ada di lantai dua pojok kiri."
"Oh baik bu terimakasih" balas Naufal menganggukan kepalanya dan permisi keluar.
Naufal berjalan dengan wajah cool nya yang sangat berbeda jauh dengan kepribadiannya. Wajah yang menjadi idola para wanita di sekolah lama maupun sekolahnya sekarang, ya di hari pertama sekolahnya saja ia sudah menjadi idola kaum siswi mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Di tengah perjalanan nya saja sudah banyak kakak kelas putri yang menggodanya, dengan cara bertanya siapa namanya, memanggil nya dengan sst sst, dan masih banyak cara lain yang kakak kelas lakukan untuk bisa mengenal Naufal. Semua pertanyaan dan godaan itu tak dihiraukan oleh cowok ini, dia tetap terus berjalan dengan wajah tampannya.
Hingga tibalah ia di kelas 11 IPS 4. Kelasnya belum begitu banyak penghuninya. Tanpa sepatah kata pun Naufal masuk dan duduk di kursi belakang pojok kanan. Tidak seperti di sekolah lama nya, "disini populasi cewek cantik nya dikit" ujar Naufal nyeleneh.Hingga jam istirahat ke 2 Naufal sudah bisa membaur dengan teman sekelasnya dan beberapa adek kelas dan juga kakak kelas. Memang ia tipikal orang yang mudah membaur alias humble.
Jojo--- teman sebangku Naufal mengajak nya berkeliling sekolah,Naufal yang terbilang masih hijau hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya kembali berjalan.
"Disini ada ekskul musik?" tanya Naufal.
"Oh ada" jawab Jojo
"Kalo gitu ruangannya dimana?"
Jojo berjalan di depan Naufal,dia sudah seperti tourgate pribadi Naufal.
"Ini nih ruang musik" tunjuk Jojo di depan sebuah pintu berwarna putih gading yang berdiri kokob di depan mereka sekarang.
Tanpa di instruksikan Naufal membuka pintu ruangan itu dan menemukan dua gadis yang ia temui tadi pagi di depan mading. Yang satu rambutnya di kucir pony tail dan satunya lagi sebagian rambutnya dijepit bagian kanan. Satu diantara mereka tengah bernyanyi dan satunya lagi bermain piano.Tak disangka Naufal tertarik dengan suara gadis yang sebagian rambutnya dijepit. Naufal menghampiri nya dan membuatnya sedikit terkejut.
"Suara lo bagus banget." puji Naufal.
"Oh..terimakasih" balas gadis itu.
Sementara Jojo dan gadis satunya tampak tengah sibuk membicarakan sesuatu."Kenalin gua Naufal anak IPS kel----"
"Aku udah tau. Kamu kakak kelas baru kan?" potong si gadis.
"Iya ,loo tau darimana?"
"Kakak itu udah jadi topik pembicaraan sekolah ini sejak tadi pagi dan kakak juga kan yang tadi pagi nanya ruang kepsek" jelas nya panjang lebar.
Naufal baru ingat bahwa ia bertanya pada gadis ini letak ruang kepsek tadi pagi.. Namun sepertinya Naufal juga pernah bertemu dan gadis ini sebelumnya.
"Oh iya. Dan lo sendiri siapa?""Gisella Kirania" balasnya.
"Gisellaa pulang kuy dah sore" teriak Mona--sahabat Gisella dari bayi sampai sekarang.
"Iyaa bentar" balas Gisella.
"Aku duluan" ucap Gisella kepada Naufal lalu menggendong tasnya dan melangkah keluar pintu.
Setelah kedua gadis ini keluar Naufal menghampiri Jojo yang sedang main piano.
"Yok pulang" ajaknya dan di iyakan oleh Jojo.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kakel
Novela Juveniljika aku tahu kamu akan jadi sedingin ini aku bisa belajar bagaimana cara menghangatkan. Tapi ini terlambat,,kamu sudah menjadi dingin sedangkan aku belum belajar cara mengahangatkan.