Because Rain...

86 0 0
                                    

*Because Rain....*

Penulis : Asna (read : Ibu Negara RI)

Hujan mempunyai banyak cerita yang telah aku lalui. Cerita ketika aku seorang diri dan cerita aku bersamamu dengan diawali suka dan berakhir dengan duka..

*****

Garut,18 Januari 2018

Perkenalkan namaku Arisha Widya Atmaja akrab di panggil Sha. Aku adalah anak tunggal dari pasangan Heryanto Atmaja dan Fitri Dwi fatmawati , sekarang aku duduk di kelas 2 SMA. Walaupun aku berasal dari keluarga yang berkecukupan tapi ketahuilah bahwa aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuaku karena mereka hanya menyibukkan diri dengan bisnis. Padahal aku sangat menginginkan kasih sayang dari mereka aku juga ingin tumbuh seperti anak normal.
Aku tersenyum tipis membayangkan kasihsayang orangtuaku yang tak tersampaikan dan itu juga tak mungkin.

"Sha"

Aku menoleh ke asal suara dan aku melihat sahabatku Aira yang melambaikan tangannya dan ia berlari ke arahku.

"Selamat pagi Sha kempot" ia menekan pipiku

"Apaan sih" ucapku lalu tersenyum dan menampilkan kedua lesung pipiku di pipi kiri dan kanan.

"Kamu manis dengan lesung pipi ini tapi sayangnya kamu jomblo . Hahaha" ejeknya

Aku mencebik kesal "Aku belum ingin memiliki seorang kekasih karena..."

"Karena kamu masih sayang sama Raihan , True ?"

Aku diam tak menggubris perkataan Aira "Eh kamu sudah menyelesaikan tugas matematika belum ?" tanyaku mengalihlan pembicaraan.

"Whatttt ! Aaaaa matii akuuu matiiiiii !!" Aira berteriak histeris dan kami menjadi pusat perhatian.

"Kamu masih hidup Ra belum mati"

"Sha aku nyontek dari kamu yaa please" pintanya sambil memasang puppy eye

"Iya demi sahabat aku rela memberikan contekan"

"Bagus itu harus di pertahankan"

Aira menarik tanganku dan membawaku berjalan dengan tergesa gesa menuju kelas. Ini sudah jadi kebiasaannya kalau ada tugas matematika selalu tidak di kerjakan , dia itu malas tingkat Akut jika mengerjakan soal Matematika.

Saat ini aku sedang duduk membaca novel sedangkan Aira sedang sibuk mengalin jawaban matematika.Tiba tiba ada sebuah botol plastik yang sudah kosong mengenai keningku. Aku meringis dan memegangi keningku sambil mengelusnya dengan lembut. Sakit ? Oh tentu saja , aku mencari orang yang yang dengan seenaknya melemparkan sampah ke arahku dan aku akan membunuhnya.

"Sorry gue gak sengaja"

'Daniel, ahh kurang ajar sekali dia'

"Habisnya kening lu jenong dan karena tempat sampah penuh jadi gue lemparin deh ke kening lu , siapa tahu aja muat buat nampung sampah"

Aku menatap Daniel dengan tajam "Kalau bicara di jaga ya jangan seenaknya !" tegasku lalu aku kembali fokus dengan novelku. Aku merasakan ada yang menarik rambutku dan mengacak acaknya .

"Rambut lu bagus tapi kalau dilihat dari dekat kok jelek ya Hahaha" tawa Daniel menggelegar.

Aku diam tak menggubrisnya sampai pada akhirnya aku mendengar langkah kaki yang mulai menjauh. Aku merasa lega karen setan biadab itu kini telah pergi meninggalkanku.

"Itu si Daniel hobby banget ya ngisengin kamu , tapi dia gak bosan padahal kamu tidak pernah menggubrisnya" ujar Aira sambil menyalin tugasku.

"Entahlah , aku juga heran"

Kumpulan CerpenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang