Gugurnya Bunga Sakura
- Penulis : Asna (Calon ibu negara RI dimasadepan) -***Happy Reading Guys***
Hidup akan terasa hampa saat seorang Motivator terhandal kini telah pergi jauh.
(Rena Renata)____
Kini sang mentari telah terbenam di ufuk barat dan langit berubah menjadi orange kekuningan.Ada sebuah tatapan sendu tercampur dengan rasa rindu yang amat mendalam dan juga jiwa yang hampa seakan ingin menyerah menjalani fananya dunia.
"Ibu , aku merindukanmu" gumam Rena dan air mata itu kini kembalu membasahi pipinya entahlah sudah berapa lama ia menangis dan mengucapkan kalimat tersebut namun semuanya akan terasa sia sia karena sang ibu telah tertutup tanah merah dan berbaju kain kaffan.
Rena merentangkan tangannya dan menutup mata , ia merasakan angin berhembus dengan lembut membelainya dengan penuh kasih sayang. Rena membayangkan bahwa saat ini ia telah memeluk ibunya dan ia menceritakan keluh kesahnya. Ia membuka matanya kembali dan menghapus air matanya.
"Aku harus kuat karena aku memiliki seorang motivator terhebat dalam hidupku" ungkapnya.
Rena membalikan badannya dan melangkahkan kakinya, ia berjalan menuju ke arah rumahnya.
"Rena makan dulu kamu belum makan" ucap sang nenek sambil menata makanan di meja makan.
"Setelah makan kamu shalat , baca Al-qur'an kemudian belajar agar kelak kamu menjadi orang yang berguna" Sang Kakek menepuk bahu Rena "Kakek bangga punya cucu sepertimu yang selalu mendapat ranking di kelas dan kakek do'a kan semoga kamu mendapatkan beasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi"
Rena tersenyum saat ia melihat mata sang kakek dan disanalah ada sebuah kebanggaan yang terpancar.
"Iya kek, Rena akan berusaha agar mendapatkan beasiswa tersebut" balas Rena dan Sang Kakek hanya tersenyum.
"Ren kalau kamu nanti jadi guru jangan mandang gaji tapi pandanglah masadepan untuk generasi muda yang kamu didik" ucap nenek sambil menuangkan air putih kedalam gelas gelas kosong.
Setelah itu kakek memimpin do'a kemudian mereka makan dalam suasana keheningan. Rena sesekali menatap wajah nenek dan kakeknya yang sedang makan. Kulitnya yang sudah keriput namun semangatnya dalam mencari nafkah tidak pernah luntur. Rena bersyukur memiliki kakek dan nenek sebaik mereka, bahkan Rena selalu berpikir kapan ia akan membahagiakan mereka berdua dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.
Rena tahu , jika bukan karena mereka berdua yang membesarkan Rena mungkin ia tak akan bisa menikmati detik detik hidupnya.Detik demi detik kian berlalu dan Rena sudah melewati tantangan terberatbya di sekolah yaitu ujian Nasional. Namun ada sesuatu yang membuat Rena sakit dan juga takut yaitu kakek. Saat ini kakek Rena sakit keras dan ia sudah tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Rena menggenggam tangan sang kakek.
"Kakek harus sembuh karena Rena butuh kakek"
Kakek tersenyum lalu mengusap kepala Rena "Ren , kamu adalah bunga sakura yang paling indah sepanjang masa maka dari itu jadilah seorang pelopor negri ini . Kakek bangga terhadapmu , ketahuilah jika seorang upik abu suatu saat nanti akan menjadi seorang pelopor bangsa"
"Kakek..." Rena meneteskan air matanya
"Kakek harus pergi Ren . Kamu jaga nenek ya dan bahagiakan dia semampu dan sebisa kamu , perjalanan hidup kamu masih panjang dan kakek tak bisa menemanimu lagi"
"Kakek harus sembuh kek"
"Ren , kamu lihat senja kamu tahu ia akan selalu ada hari ini , esok dan nanti sama halnya seperti kakek" Kakek menatap Rena dengan sendu "Maukah kamu membacakan surah yaasiin untuk kakek ?"
Rena mengangguk lalu ia wudhu dan membawa Al-qur'an. Kakek tersenyum dan ia merasa mengantuk saat mendengar bacaan ayat suci al-qur'an yang Rena bacakan. Kakek menatap Rena dengan intens lalu ia menatap nenek setelah itu ia memejamkan matanya.
Rena telah selesai mbaca surah yaasiin dan ia melihat sang kakek memejamkan matanya. Rena meraih tangan sang kakek dan ia merasa bahwa tangannya terasa dingin kemudian ia mengecek denyut nadinya dan ia tak menemukannya. Rena berteriak histeris dan memeluk kakeknya. Nenek hanya bisa menundukan kepalanya dan pasrah dengan semua kehentak sang ilahi.****
Setelah kepergian kakek , hidup Rena terasa hampa karena motivator yang selalu menyemangatinya kini telah pergi meninggalkannya dan Rena akan melanjutkan perjalanannya tanpa seorang kakek yang selalu bersamanya. Sekarang bunga Sakura telah gugur dan menyisakan tangkainya.
<b>AsnaStory

KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Cerpen
RomanceHaii kali ini Asna akan memposting cerpen :v ok di baca aja ya dann Asna gak suka ya kalau ada Plagiator -_- ketahuan ada yang mengCopas karya Asna tanpa izin atau mencantumkan nama saya. Saya akan melapor kepada ayah saya supaya kalian (plagiator)...