-3-

51 19 2
                                        

kau bertaruh kecil untuk kisah cintamu, merasa nyaman dan mulai berani menaruh lebih banyak. Hingga -- lenyap tak bersisa.

11.3

●●--------------●●

Hari Jum'at pada SMA Kingsworth identik dengan kegiatan wajib semua sekolah yaitu, Pramuka.

Kegiatan yang mampu membuat Rahel Archeline melabuhkan hati kecilnya pada seorang lelaki genius--.

"gimana gimana" tanya sophia membuyarkan imajinasi rahel tentang lelaki geniusnya--

Heira menoleh Rahel

"bucin Adib banget plis" tawa meledak diantara mereka bertiga

Rahel tak pernah merespon ketika ditanya 'Masih sayang Adib ga?' atau 'Nyesel ga sih putus sama Adib?'

bahkan, sahabat karibnya pun tak tahu menahu tentang isi hati Rahel

"biarin aja dia. kalau udah ga sanggup juga bakalan cerita sendiri" pungkas Sophia sambil menatap ke layar handphonenya

"jam 3. ga niup plu-"

priit
priit
priit

peluit yang bertengker di tali kur salah satu anggota Ambalan tersebut rupanya dapat membuat 3 angkatan di SMA Kingsworth berlari larian.

"si Adib niup peluit kek orang ga bisa kehabisan nafas ya" ledek Heira sambil melambaikan tangan kearah Rahel dan Sophia.

●●______●●______●●

"Hel, kenapa ga balikan aja sama Adib?" Diva mengimbangi langkah Rahel menuju ruang Pramuka

mereka duduk didalam ruang Pramuka dengan Diva yang menunggu jawaban Rahel dan Rahel yang tetap fokus pada Gadgetnya

Rahel menoleh Adib sebentar

"emang si Adib mau?" jawab Rahel cepat dan kembali fokus pada Gadgetnya

suara riuh menggema pada ruang pramuka, Rahel tersenyum sambil menatap Adib sekilas yang berusaha menyembunyikan wajah malunya

"Ajak balikan aja kali ya" pikir Rahel mengacau

"Assalamualaikum" salam Heira dan Sophia sambil mengetuk perlahan pintu ruang pramuka. Meneliti wajah dan mendapati Rahel yang tengah siap siap untuk pergi

"Rahelnya kami culik ya" ucap Heira dibarengi berdirinya Rahel

Mereka ber 3 belarian tanpa alasan.

Sesampai didepan parkiran, mereka mengatur nafas sembari terkikik tanpa alasan yang jelas

"Nyabe?" tanya Heira yang menyadari bahwa hanya ada 1 motor di depan mereka

●●______●●______●●

"malu banget yaAllah" heira menyembunyikan wajahnya dibalik punggung rahel.

sophia hanya menyetir sambil sekekali menahan tawa karna malu

"mbaaa" teriak salah satu wanita dilapangan volly yang mereka lewati

"IBUUUUUK" ucap mereka ber 3 serempak

"tu kan mampus keliatan"

"diem diem. bentar lagi nyampe"

beberapa orang memperhatikan mereka; pakai baju pramuka-- nyabe pula

mungkin begitu fikiran beberapa orang yang melihat kelakuan tiga sekawan ini.

"bang, pentol 5 rebu. bungkhuuus" ucap Sophia cepat setelah memarkir motor didekat grobak tukang pentol

berbeda dengan Rahel yang memikirkan untuk dapat memakan semua jajanan dari pentol basah; tahu basah; pentol dan tahu goreng; serta ayam kentucky dengan harga paling minim.

heira tengah sibuk mengotak ngatik handphonenya sembari melihat sekekliling

"ga beli?" tegur Sophia sambil memakan pentol yang telah dibungkus tadi

"nih" Heira menampilkan roomchatnya dengan seseorang

Sophia bergegas memanggil Rahel
"buru buru. hooooot banget ini"

mereka bertiga bertatapan setelah melihat roomchat Heira dengan Jeremi

●●______●●______●●

"ra, udah siap?" tanya suara disebrang sana

Heira menyemprotkan botol parfum ke udara. Melihat diri nya di kaca dengan hoodie dan celana jeans

"udah, rem"

●●______●●______●●

NKRI HARGA MATI

rahel gue seriusan
rahel coba aja tanya sophia

sophia iya tadi sore dia nunjukin chatnya

ray nah lo
ray keburu diambil degem

daren o aja sih
daren biarin aja dia

heira wkwkw
heira sedih jangan?

daren jangan lah
daren kalo lu sedih gue tmbh sedih

heira mengunci handphonenya dan membuang nafas kesal

"kok daren jahat sih!?" gumamnya sembari beranjak menuju dapur

tap
tap
tap

langkah langkah kecil itu akhirnya sampai didepan dispenser

gluk

"daren beneran ga suka lagi ya sama gue?"

heira menaruh gelas kosong dimeja makan lalu kembali ke kamarnya. meraih handphone nya dengan harapan ada pesan masuk yang ditunggunya.

gadis itu beberapa kali keluar masuk dari aplikasi whatsapp

"kok ga di chat sih" heira mematikan handphonenya dan menaruhnya di atas meja nakas

"mending bucinin oppa ah" gumam heira sembari membuka laptopnya

●●______●●______●●

"pasti heira nungguin chat dari gue" ucap daren sambil tertawa membaca chat grub

daren membuka roomchatnya dengan heira sambil berfikir

"chat sekarang aja kali ya"

Whatsapp

daren ra













HHH. see next chapter. semoga suka😊

EUPHORIA🌈Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang