Hari dimana semua pegawai pada degdegkan tanpa terkecualian.
Kim Jungwoo ngegerutin alisnya matanya juga ga berhenti henti nya buat ngeliat namanya, benar-benar shock pas namanya tertera dibarisan urutan ke-3, antara sedih dan senang, sedih karena akan meninggalkan sosok teman lama, senang karena akan menemukan teman baru. Ya hari ini adalah hari dimana keluarnya pengocokan mutasi.
Jungwoo bisa dibilang ibu dari 1 orang anak perempuan. Nama anaknya Kim Jiwoo umurnya sekitar 24 bulan, panggil aja CHUU, perempuan manis ini memang 80% mirip ibunya, sisanya mungkin ayahnya. Dan udah 3 tahun dia jadi single parent. Cukup sulit untuk dijelasin kenapa bisa jadi single parent, masalah keluarga kelilit sama utang dan dibayar dengan sex hingga jatuh cinta tak dapat dipungkiri, Jungwoo dan sang mantan kekasihnya.
"Selamat ya Woo" Seo Eunseo, teman seperkejaan memeluk Jungwoo sambil sekali-kali mencubiti pipi Jungwoo
"Eunseo-ssi, nanti kita tak bertemu lagii ~" Muka Jungwoo sudah merah padam menahan tangis, mata doenya, dan katupan bibirnya, ya Kim Jungwoo ibu yang cengeng.
Eunseo hanya ketawa hingga bulan sabit muncul dimatanya, Jungwoo hanya senyum sumringah dia ngehapus beberapa bulir air matanya, sednagkan Eunseo tersenyum.
"Aku akan merindukan Jungwoo si cengeng" Eunseo mengelap bulir dipipi Jungwoo, sang empu hanya tersenyum kecil.
Handphone milik Eunseo berdering, ya mungkin sekarang sudah tibanya pemilik marga Son akan meninggalkan Jungwoo, atau sebaliknya.
"Jungwoo-ssi, sudah jam 1 siang, aku ada kencan dengan Luda" Gerak-gerik Eunseo terburu-buru ia, mengambil tas dan memeluk Jungwoo serta mengecup pipinya "Sampai jumpa manisku!" dengan wink khas Eunseo, memang benar: wanita itu vitamin virus untuk Jungwoo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mm-ma!" Jiwoo berteriak kencang ketika suara pintu tralis besi itu terbuka badan gemuknya merangkak kearah Jungwoo. "Astagaa, anak siapa ini jam 5 tumben sudah banguun!" badan Jungwoo terulur untuk mengangkat Jiwoo.
"Nyonya, saya mau pulang dulu yaa" Jungwoo ngangguk sekalian salim ke penjaga rumah tangganya, walaupun majikan. Jungwoo memang punya sopan santun yang tinggi.
"Mammamama!"
"Iya kenapa sayaang?"
Chuu atau Jiwoo langsung ciumin lehernya Jungwoo nepuk-nepuk bokong kecil bayinya, Jungwoo ciumin pipi gembil anaknya, Jungwoo sayaaaang banget sama Chuu, rasa kehilangan mantan suaminya walaupun gak selamanya cukup bikin ibu satu orang anak ini trauma untuk cinta yang bagi Jungwoo cinta itu hal yang tabu.
Ting!
Suara pesan dari handphone Jungwoo, dia langsung meriksa handphonenya, terkejut ada nomor yang gak dikenal
Besok saya jemput dibandara
Itu pesan nya, Jungwoo baca, mata nya terpejam, kemungkinan salah kirim, hanya itu yang ia pikirkan.