bagian 5

137 13 1
                                    

Dara melewati koridor sekolah dengan rasa takut, yaaa Dara takut kalau seandainya Alex gk mau juga nerima kalau dia harus ikut acara itu.

"aduh" Dara terjatuh, dia melihat orang disampingnya yang sedang menyenderkan badan ditembok koridor.

"maksudnya lo apa?" tanya Dara terus terang, untuk apa berbelit belit kan?

"haha, heh! Lo tuh ya jangan sok kecakepan deh! Lo sama gue juga masih cantikan gue!" jawab cewek yang tidak Dara tau dia siapa.

"terus? Kalo lo lebih cantik dari gue. gue harus apa?" tanya Dara dengan muka songongnya.

"jadi lo GAK USAH DEKETIN ALEX LAGI!" bentak cewek gk jelas itu.

"emangnya siapa yang mau deket sama Alex? Gue sih OGAH!" ucap Dara dengan menatap songong cewek itu.

"heh! Lo tuh gak usah bohong ya! Gue tau lo kan yang deket deket sama Alex?" tanya cewek aneh bin songong itu.

"LAHHHHHH, dari tadi gue udah bilang BUAT APA GUE DEKET DEKET SAMA ALEX!" sirgah Dara dengan emosi yang hampir meledak.

"HEHHHHH!!!!! LO BEGO YANG KEGANJENAN! GAK USAH MUNAFIK! ALEX ITU GAK MAU DEKET DEKET SAMA LO! LO ITU YANG KEJANENAN! DASAR CABE!" ucap cewek itu.

"HEH! JANGAN ASAL NGOMONG DEH LO! LO SIAPA GUE AJA GK KENAL! OH IYA GUE LUPAAAAA, GUE KAN TERKENAL HAHAHAHAH" ucap Dara dengan songongnya. Cewek itu mendelik, mengepal tangan mengepal kuat. Terlihat jelas dia terpancing emosi.

"HEH! CABE! DIEM BEGO LO!" emosi cewek itu memuncak. Dara hanya tersenyum meremehkan, dia sudah ahli dalam hal membuat seseorang emosi, mungkin bisa jadi sebagai kelebihanya haha.

"lah, gue kan punya mulut masa gak boleh ngomong sih. Dan berarti lu yang bego bukan gue" ucap dara masih dengan santainya.

"HEH! NYOLOT BANGET SIH LO!" teriaknya dengan muka penuh dengan emosi.

"lo sih yang nyolot duluan sama gue! Ngapain lo nyelengkat gue" ucap Dara tenang, tanpa tersulut emosi sedikitpun

"ANJING LO! DIEM CABE! DIEM! GUE CUMAN MAU BILANG JANGAN DEKETIN ALEX!" ucap cewek itu sambil menjambak rambut Dara dengan kasarnya.

"aaaaa, sakit woi! Lepasin!" teriak Dara yang sedang berusaha melepaskan jambakan cewek aneh itu.

"EMANG GUE PIKIRIN? HAH? INTINYA GW MAU LO JAUHIN ALEX!" teriak cewek itu lagi, bingung deh Dara ko ada ya cewek gk jelas kaya dia, tiba tiba ngomel. Dan situasi koridor sepi.

"wehhh, santai kan ada sanken, gk usah teriak juga mbakk, gue gk budek, gk kaya lu yg bisanya teriak teriak" ucap Dara masih dengan santainya, dan kalau kalian tahu emosinya kalau gk ditahan singa aja kalah wkwkw.

"WOI!" teriak seseorang dari jauh koridor, jalanya yang tegap membuat Dara berusaha melihat mukanya.

"e.. e.. Eh Alex enggak gitu kok, emm dia yang ngajak ribut gw duluan" ucap cewek yang dari tadi kaya orang gila teriak teriak di koridor.

"hm, gw udah liat semua" ucapnya santai, cewek aneh itu mendelik melihat Dara yang diusap usap kepalanya. Cewek aneh itu pergi dengan kaki yang di hentak hentakan di lantai.

"apaan si! Gak usah sok care lu sama gw! Karena lo itu bukan frescare!" ucap Dara yang memanyunkan bibirnya.

"ditolong gak ada makasihnya!" omel Alex, Dara hanya menyengir malu.

"eh eh emmm.. Alex ini es krimnya, semoga gak cair hehehe" ucap Dara cengengesan, Alex menaikan satu alisnya.

"ih, jadi gini tadi gue udah bilang ke temen temen gue! Tapi mereka gak bisa jadi ya sebagai gantinya es krim yang kemaren gue beliin lagi buat lo! Eh tapi serius ko ini gue belinya di abang abang yang kemaren lo beliin gue es krim"

"elah gak papa sih, udah es krimnya makan lo aja! Ya udah lah ya kalo gak bisa juga, sebagai cowok yang keren, kece, dan ganteng kaya gue ini harus bisa memahami seorang cewek yang galak dan bawel kaya lo!" ucap Alex santai, entah lah Alex ini mengghina atau apa.

"serius lo gk papa?" tanya Dara dengan muka kepo. Alex hanya mengangguk sambil tersenyum.

"gak usah senyum" ucap Alex yang melihat senyuman manis Dara, yang disinggung pun hanya memanyunkan bibirnya.

"eh lo kenal sama cewek aneh bin ajaib itu?" tanya Dara. Alex hanya mengangguk.

"itu cewek siapa si? Ngeselin banget udah kaya orgil! Malu Maluin gue!"  omel Dara. Alex hanya tertawa sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"ko ketawa si? Gak ada yang lucu tau gak sih!" ucapnya dengan nada yang semakin kesal, entahlah mungkin Dara lagi masanya:v

"ya lo lucu aja gitu, cewek kaya gitu lo ladenin, sebenernya tadi pas dia bikin lo jatuh gue udah liat. Tapi ya gue pengen tau aja seberapa tangguh lo" jawabnya santai. Dara mengernyit tidak mengerti.

"oh maksudnya lo itu lo seneng gue dijambak jambak?" tanya Dara lagi dengan emosi yang udah mulai hampir meledak.

"ya enggak sih, makanya pas lo dijambak gue dateng. Udah kaya superhiro belum gue?"tanya Alex sambil menaik turunkan kedua alisnya.

"najis! Superhiro dari mana lo? Eh tadi lo belum bilang siapa nama cewek gila itu!" ucapnya dengan muka datar.

"dia namanya Riana! Dia ngejar ngejar gue dari dulu, tapi gue gak suka sama cara dia buat nyingkirin orang orang yang suka sama gue contohnya lo. Dia pernah menjadi pembully disekolah ini, ya walau gue suka bandel sama guru suka gak mau piket suka gk ngerjain PR, dan semua hal yang menurut orang itu bandel. Gue ini masih waras gue gak suka pembully! Alhasil gue ngomong langsung sama Riana, gue bilang gue gak suka sama caranya yang kaya gitu. Terus selama 5 bulan ini gak ada yang namanya pembullyan lagi. Ya dia marahnya cuman kaya gitu, kalo ada gue dia langsung berubah jadi malaikat!" oceh Alex panjang kali lebar kali tinggi. Dara hanya mengangguk angguk 'sok paham' hehehe.

***********
Makasih yang udah mau baca:)

Jangan lupa vote dan commenya:)

Ini dia Alex

Ini dia Alex

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 19, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

perusuh kelas vs seksi kebersihanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang