the reason why

40 2 0
                                        

hallooo, don't forget vommentnya bebkuh:* mwuehehe


"kamu ngapain disini Ren?"

"ya mau ketemu kamulah Ven."

"loh? Kok kamu tau aku ada disini?"

"rahasia dong, hehe."

"mau ngapain ketemu aku?"

"mau selesaiin sesuatu."

"selesaiin apa tu?"

"ini aku lagi ikut interview ato diinterogasi sih? Perasaan dari tadi kamu nanyain aku mulu deh."

"yaa kan aneh aja Ren, kamu tiba-tiba datang tapi alasannya kok mau ketemu aku."

"serius nih mau tau alasannya?"

"iya."

"minta dulu nomor WA kamu, hehe."

"dari dulu sampe sekarang bakat modus kamu gak ilang-ilang ya, hihi..."

Aku tak mengerti apa yang dia maksud, namun api hati yang telah lama padam kini tersulut dan berkobar dengan dahsyatnya. Terima kasih Ren, terima kasih telah datang lagi ke kehidupan ku yang sunyi tanpamu, dalam benak hati ku sangat bahagia.

***

"kehadiranmu menyadarkanku bahwa aku masihlah sama. Aku masih saja disini, dengan rasa yang sama, hasrat yang sama, dan ingin yang sama, untuk orang yang sama pula."

-Venya Wiransyah

***

Maret 2011

Istirahat pertama tiba, saatnya untuk mendapatkan hukuman atas kelalaianku yang gak ngerjain pr. Aku bergegas meninggalkan kelas untuk pergi ke ruang majelis guru.

"Venyaa cemungut ya ngerjain hukumannya!" teriak Nila saat aku sudah berada didepan pintu kelas.

"iyaa Ven, besok-besok gue janji deh ingatin lu ngerjain pr." sahut Kiki yang sedang duduk disamping nila.

Di majelis guru, tak disangka Buk Diva memberikan hukuman yang paling menyebalkan bagi seluruh pelajar di dunia ini. Membersihkan WC sekolah. Gilak ga sih? Seorang Venya Wiransyah, cewek cantik ber-body oke, aktif di organisasi sekolah, pintar nyanyi, dan pintar di akademik yang bermimpi jadi dokter spesialis mata harus bersihin WC perempuan? Ih gak kebayang deh. Besok-besok jangan sampe lupa ngerjain pr lagi deh Ven, jangaaaan!

***

Sementara itu dikelas Venya.

"cuy, anterin gue ke WC dong, gue gak tau WC dimana." pinta Rendy ke Herta, teman sebangkunya.

"yaudahla kuy." jawab Herta.

Setelah dari WC laki-laki, mereka balik ke kelas melewati WC perempuan dan tak sengaja melihat Venya yang sedang membersihkan teras WC perempuan.

"eh, itu venya gak sih?"

"iya deng, dia dikasi hukuman bersihin WC perempuan deh kayaknya."

"bukan kayaknya lagi Her, emang iyaa." ucap Rendy sambil cekikikan.

"kok lu malah ketawa sih?"

"ya lucu aja, masa lu gak ngerasa lucu?"

"lu yang malah gue rasa lucu Ren, belum kenal Venya udah seneng aja ledekin dia."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 29, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RICORDATITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang