Aku Menjual Rindu.

7 0 0
                                    

  Aku mencoba datang padamu, menawarkan rindu yang kujual 'satu, dua ribu'.

"Murah sekali?" decihmu sambil membuang puntung tembakau di sela jemarimu.

Aku mengangguk. "Bahkan orang-orang biasa membelinya dengan gratis."

Kamu membelalak ragu, sebelum terkaget. "Waw!"

"Lantas kenapa kamu menjualnya? Siapa yang ingin beli kalau mereka saja bisa mendapatkannya sendiri?"

Aku menelan ludah kaku. Susah sekali ya? Bernegosiasi denganmu?

"Kamu barangkali?" Aku justru balik bertanya. Sialnya, kamu tertawa.

Jangan begitu, nanti aku bingung harus ngomong apa.

"Kamu benar. Sini aku beli. Kalau aku beli rindumu. Aku bebas dirindukanmu, 'kan?"

--acciodia
siapapun, tolong aku.

sepenggal.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang