Part 12

1.6K 171 26
                                        


"hard to believe"

.
.
.
.
.

Luhan POV

Apa yang ku bayangkan akhirnya ku alami juga, cintaku tidak akan pernah menemuiku lagi seperti yang dia inginkan.

Tuhan baik kepadanya karna dia terlihat bahagia, sedangkan aku menderita tanpa kepastian, bukankah sudah jelas Luhan. Tidak ada kita di antara kau dan dia.

Pasanganmu sungguh cantik dan baik, bahkan kalian memiliki anak yang begitu tampan luar biasa.

Karma itu datang tepat di hari ulang tahunku, sejak dia pergi, aku bahkan lupa kapan tepatnya aku lahir.

Tapi tahun ini, di tanah kelahiranku sendiri, ulang tahunku di rayakan oleh mereka, mereka yang bahkan membuatku cemburu berlebihan.

Shixun adalah nama Chinamu dariku, bahkan aku belum pernah memanggilmu dengan sebutan itu, begitu benci kah kau kepadaku sehingga apa yang aku beri tidak hannya untukmu saja.

Kenapa kau membaginya Sehun, aku masih sama seperti dulu, tidak ingin berbagi. Kau milikku.

Luham POV End

Sehun sibuk di pantri cafenya membuat menu spesial 2005 yang dia beri nama, sembari memasak hidangan spesial lainnya karna ada dua tamu spesial yang saat ini sedang duduk di bagian sudut cafe di temani anaknya Jinyoung.

Dan salah satunya berulang tahun sekarang.

Cafe hari ini hannya buka sampai jam enam dan tutup karna seperti itulah biasanya di setiap tanggal 20 April. Padahal banyak pelanggan yang antri di luar sana.

Baby membantu Sehun menata meja makan. Jihoon dan Jinyoung bermain game di area game yang sengaja Sehun buat untuk menarik pelanggan.

Luhan hannya duduk memperhatikan Sehun dan Baby. Berharap dialah yang berada di posisi Baby sekarang.

" tolong suruh anak-anak ke bawah Baby, acara spesial akan di mulai " kata Sehun.
" baiklah, aku tinggal sebentar dulu " jawabnya.

Setelah Baby menaiki anak tangga. Sehun beralih menatap Luhan yang sedari tadi memperhatikannya.

Luhan sangatlah berbeda di matanya sekarang. Sehun kembali ke meja pantri dan membuat secangkir americano.

" minumlah " kata Sehun meletakkan emericano itu ke meja yang di tempati Luhan. Lalu dia berbalik tanpa ingin mendapatkan balasan dari Luhan.

" tolong air putih saja " kata Luhan.
" sudah berubah rupanya " jawab Sehun.
" bukan inginku tuan Shixun " jawab Luhan.

Rasanya dia ingin menangis begitu dingin kepada Sehun, itu terjadi karna dia baru saja terluka.

" bukan salahku CEO Han " balas Sehun. Luhan beralih menatap jendela cafe. Dari sana Luhan dapat melihat pantulan bayangan Sehun.

Oh Tuhan jangan sampai aku menangis dihadapannya

" maafkan aku "
" percuma "
" yeah...percuma "

Hard To Believe " HunHan " ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang