part 22 : ketidak ikhlasan Alvin

1.4K 57 5
                                    

"

Kamu ada ada aja deh, lain kali kalo laper bilang aja jangan diem aja bikin khawatir tau" ujar Alvin sambil mengelus kepala Via

"Uhuk uhuk aku batuk" ujar Shilla

"Batuk minum ba*gon aja" ujar Iel

"Ish kalian apaan sih udah yuk jalan" ujar Alvin sambil mendahului yang lain sambil menggandeng Via

CRAG -minus Alvin- & SISA -minus Via- hanya tersenyum melihat tingkah absurd Alvin

-----------KETOS_VS_WAKETOS-BY-TURPOIN----------

Setelah makanan yang mereka pesan datang, mereka pun langsung memakannya

"Haduh, sebelum makan tuh harus nya baca doa dulu ini malah foto foto makanan dulu, dasar kids jaman now" ujar Iel gemas sambil mencubit pipi Shilla

''Awwwss sakit Iel" ujar Shilla sambil mengelus pipinya yang panas akibat ulah Iel

"Eh sorry shill sakit ya" ujar Iel sambil ikut mengelus pipi Shilla

"Shill, kamu sakit ya" tanya Iel

"Hah ?" Shilla bingung

"Pipi kamu merah loh" ujar Iel dengan wajah polos nya

"Eh gak kok" cicit Shilla sambil menundukan kepalanya

"Aduh tadi AlVia gandengan, sekarang ShIel cubit cubitan nanti siapa lagi nih" ujar Cakka mengacaukan suasana

Plaaakkk

"Awwwss sakit Ag, kamu apa apaan sih pake nyubit segala" ujar Cakka kesal karna pahanya jadi sasaran empuk cubitan Agni

"Kamu sih duluan, gak bisa liat orng seneng dikit" jawab Agni

Yang lain hanya tersenyum mendengar penuturan Agni

"Guys, bisa minta perhatian kalian sebentar" tanya Via

"Ya, elah Vi kamu kaya siapa aja sih" celetuk Rio

Ucapan Rio pun diamini dengan yang lain nya

" emang kamu mau ngomong apa Vi, kaya penting banget deh" ujar Ify sambil meminum juice nya yang sisa seperempat

Bukannya mejawab Via hanya menundukan kepala nya tak berani menatap teman temannya

"Vi kamu mau ngomong apa" tanya ulang Alvin sambil mengenggam dan mengangkat dagu Via agar mau menatapnya

Via masih diam sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain guna menghindari tatapan tajam Alvin

"Jawab Vi" gumam lembut Alvin yang hanya dapat didengar Via karna wajah mereka yang hanya berjarak 10 cm itu

"Ehem ehem" deheman Rio mampu membuat Alvin dan Via sadar

"Aku harus pergi guys"  ujar Via pelan

"Pergi? Pergi kemana Vi" sentak Alvin

"Inggris" jawab singkat Via

" berapa lama Vi" tanya Agni

"Empat tahun Ag" jawab Via pelan

"Kok lama banget Vi" tanya Ify sambil menatap Via dengan mata berkaca kaca

"Aku harus kuliah disana, karna ini permintaan orang tua aku Fy" jawab Via

" kamu gak bisa nolak apa" bentak Shilla dengan air mata yang merembes ke pipinya

" udah Shil udah kamu tenang dulu dong" ujar Iel sambil memeluk Shilla agar gadis itu tenang

"Kapan kamu berangkat Vi" tanya Iel sambil terus memeluk Shilla

"Besok Yel"

Braaakkk

Suara gebrakan meja yang diciptakan oleh Alvin mampu menarik perhatian pengunjung lain

"Vin Vin" panggil Via sambil berlari menyusul Alvin

Cakka yang hendak menyusul mereka pun di cegah oleh Rio

"Biarin mereka selesaiin masalah mereka dulu mending kamu antar Agni pulang Kka" ujar Rio

"yaudah deh yuk ag" uajr Cakka sambil mengajak Agni pulang

Di ikuti RiFy dan ShIel di belakangnya

--------KETOS_VS_WAKETOS_BY_TURPOIN-----------

"braaaakkk"

Suara pintu kamar  yang di buka paksa oleh sang pemilik pun menggelegar seantero rumah mewah ini

"Bisa tinggalkam saya dengan mama" ujar nya dingin dengan aura kemarahan yang mencekam

"B-baik tuan, permisi" ujar sang perawat

"Vin, ada apa sayang" tanya sang wanita pada anaknya yang ternyata adalah Alvin

Greep

Alvin memeluk mamanya yang sedang berada di kursi roda dan menangis di pelukan mamanya

"D-d-dia-hek-m-ma-hek"racau Alvin tak jelas karna sesegukan

"Udah sayang kamu tenang dulu" ucap mama Manda -mamaAlvin-sambil mengelus lembut kepala Alvin

Setelah di rasa cukup tenang mama Manda pun merenggangkan pelukan mereka

"Jadi, ada apa sebenernya?" Tanya mama manda sambil membetulkan rambut Alvin yang sedikit berantakan karna menangis tadi

"Dia mau pergi ma, ke Inggris buat kuliah karna permintaan orang tuanya" mulai Alvin

Mama manda pun tersenyum mengerti
Alvin memang sering menceritakan gadis yang Ia sukai padanya

"Alvin gak boleh kaya gitu, harus nya Alvin dukung keputusan dia kan disana dia kuliah sayang bukan buat main main, pagi pula kan ini permintaan orang tuanya"ucap mama manda panjang lebar

"Iya sih ma tapi kan dia di sana lama ma, Alvin gak mau pisah lama lama dari dia" rajuk Alvin

"Emang dia di sana berapa lama" tanya mama Manda

"Empat tahun ma" cicit Alvin

Mama manda tersemyum melihat tingkah Alvin
Anak laki laki sematawayangnya

"Kapan dia berangkatnya Vin?" Tanya mama Manda

"Besok ma" cicit Alvin tetap pada posisi memeluk Manda

"Kok mendadak banget" tanggap Manda

"Makanya itu ma, udah dia berangkatnya mendadak, perginya lama lagi" keluh Alvin

"Udah ya mending sekarang Alvin balik ke kamarnya baru setelah itu mandi dan siap siap buat makan malam ya" ujar Mama Manda

"Iya ma" ujar Alvin

Sepeninggal Alvin dari kamarnya, Manda pun memgambil frame foto yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya

"Mas anak kita udah besar ternyata, dan mulai mengenal cinta rupanya" ujar Manda sambil menyentuh foto lelaki dewasa yang tengah merangkul seorang wanita yang tengah menggendong seorng bayi laki laki yang ada di frame itu

Tak terasa air mata Manda menetes membasahi pipinya dan membentuk sungai sungai kecil

"Semoga kamu bahagia disana, Mas" gumam manda sambil memeluk frame itu

Ketos VS WaKetosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang