ENJOY READING ♡
JANGAN LUPA TAP 🌟
🚫 Tandai typo 🚫
~♥~
Chapter 2
Udara Kota Seattle benar-benar sangat dingin pagi ini. Salju masih turun, dan suhu di luar menunjukkan -10°C .
Alexa duduk sendirian di kursi meja makan, masih dengan tatapan kosong menyelimuti hazel coklat yang tidak bisa sedikitpun menutupi kesedihannya saat ini.
Sudah hampir 1 bulan berlalu tapi Alexa belum bisa melupa kesedihan yang menghantamnya bertubi-tubi.
"Dokter-dokter yang menangani Stevany mengatakan jika harapan untuk hidup Vany sangat kecil. Bahkan sebuah keajaiban Stevany masih bisa bertahan hingga saat ini. Jika Tuhan memberi keajaiban kakakmu sembuh, ia pun tidak akan bisa hidup normal. Karena banyak kerusakan di tubuh Stevany," ingatannya kembali pada ucapan Dokter Andre kemarin.
Apapun itu akan ia lakukan demi melihat kakaknya kembali hidup.
"Susu hangat anda nona," Alexa sedikit terkejut tidak menyadari jika salah satu juru masak di rumahnya ini sudah meletakkan segelas susu di depannya lalu pergi meninggalkannya sendiri.
Alexa hanya mengaduk sup jagung di depannya. Tatapan matanya masih kosong.
"Hei ALEXANDRA!!!"
Suara itu membuat Alexa terkejut, ia tidak yakin tapi teriakan selanjutnya yang meyakinkannya.
"Kau dimana sweety pie," Alexa mengenali suara ini dengan panggilan itu. Joeseline?
Tetapi yang ia lihat pertama kali adalah Mr. Nelson yang terlihat panik, "maaf nona, saya sudah berusaha melarangnya masuk. Tapi gadis ini terus memaksa dan menerobos masuk ke dalam."
Saat ini Alexa membatasi akses orang yang bisa masuk dalam rumah, ia bahkan melarang semua partner bisnis daddynya datang untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa maupun datang untuk membicarakan pekerjaan yang sangat penting. Ia masih butuh waktu.
"Kau sahabat yang tidak tau diri. Bagaimana bisa kau juga melarangku masuk kesini Alexandra!" ucap Joeseline kesal.
"Dan pak tua itu sangat melarangku masuk. Seperti baru pertama kali aku datang ke rumah ini," lanjut Joeseline sambil melewati Mr. Nelson yang masih berdiri di ujung ruangan.
"Bagaimana kau bisa ada disini Joe?" Alexa yang masih terkejut.
Joeseline adalah satu-satunya sahabat yang ia miliki. Mereka sudah saling mengenal sejak perguruan tinggi dan masih berlanjut hingga sekarang.
Sebuah fakta baru saja Alexa tau setelah sekian lama bersahabat dengan Joeseline Smith yang selama ini menampilkan gaya hidup sangat sederhana itu ternyata seorang pewaris tunggal. Selama mereka kenal Joeseline bahkan tidak pernah terlihat menggunakan fasilitas mewah milik keluarganya.
Gadis gila itu memilih melarikan diri dan melanjutkan hidupnya di Seattle.
Setelah melihat pertemuan Alexa dan Joeseline yang disambut baik, Mr. Nelson pergi meninggalkan mereka berdua.
"Aku akan selalu ada untukmu. Dan maafkan aku, jika lama tidak menghubungimu Alexa."
"Aku marah kepadamu Joseline!" seru Alexa melipat kedua tangannya di depan dada.
"Mengapa kau baru datang sekarang? Apa kau tidak tau aku hampir gila melewati semua ini?" gerutu Alexa.
"Maafkan aku Alexa, aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Madrid. Disana juga aku sedang menghadapi benang merah kusut, sangat kusut maybe. Mungkin orang-orang di sana sedang bingung mencariku karena aku tidak memberi tau siapapun, aku pergi diam-diam."
KAMU SEDANG MEMBACA
the Jerk Owns Me
Romance[21+] - "Ahh..." Sean menggeram rendah menghentakkan dirinya sedalam mungkin di tubuh Alexa merasakan pelepasan yang sungguh luar biasa. Alexa mendorong tubuh Sean menjauh. Kemudian merapikan kembali pakaian kerja yang tergulung di perutnya. "Silaka...
