2. Mission in the Overworld

19 8 0
                                        

Happy reading all~

Beberapa tahun kemudian, Amadeus telah menginjak umur 542 tahun. Dimana ia dapat mengambil tahta ayahnya dengan suatu syarat. Yaitu melakukan misi yang diberikan oleh sang ayah.

Dan misi itu adalah membunuh keturunan dari hubungan terlarang antara iblis dan manusia atau kalian bisa sebut mereka Amethys.

Amadeus menyeringai menatap kaca yang memantulkan tubuh eight packnya,ia sudah tak sabar untuk mengotori tangannya dengan darah manusia.

Tok..Tok..Tok..

Terdengar suara pintu diketuk dari arah luar,tetapi Amadeus tetap tidak membalikkan badannya.

Tak berapa lama pintu ber-cat coklat tua itu dibuka pelan menampilkan sosok pria yang seumuran dengan ayahnya.

Nicolas pria yang hampir memasuki umur 1000 tahun adalah tangan kanan ayahnya.Dimana ada sang ayah disitu ada Nicolas.

"Tuan muda,anda sudah ditunggu tuan besar di ruangannya"Ucap Nicolas sopan sembari membungkukkan sedikit badannya.

"Sebentar lagi aku akan kesana"Jawab Amadeus santai.
Nicolas membungkukkan badannya lagi dan beranjak keluar dari kamar anak rajanya.

***

Amadeus memakai jubah kebesarannya sebagai pewaris tahta.
Kedua tangannya ia taruh dibelakang membuat ia terlihat santai juga berwibawa.

Ia berjalan keluar dari kamarnya dengan wajah yang dia angkat tinggi2,membuat siapa saja menunduk memberi hormat kepadanya.

Amadeus melihat pintu dengan tinggi 2 meter dipadu dengan lukisan2 abstrak yang terlihat unik juga mengerikan.

Amadeus berdiri di depan pintu itu, tanpa diketuk pintu tersebut terbuka sendiri dan menampakkan wajah seram milik sang ayah.

Amadeus masuk ke dalam ruangan yang dihiasi dengan bermacam-macam figura yang mengerikan,di dalamnya juga ada banyak sekali kerangka manusia yang dijadikan sebagai hiasan ruangan itu.
Ia membungkukkan setengah badannya saat ia sudah sampai di depan meja kebesaran sang ayah.

"Apa kamu sudah siap anakku?"Suara yang sangat menyeramkan keluar dari mulut sang ayah.

"Hamba siap ayah!"Jawabnya dengan bersungguh-sungguh.

Sang raja tersenyum memperlihatkan gigi2 bertaring yang siap mengoyak badan manusia.

"Kamu memang dapat membanggakan ayah Amadeus.Ini wajah Amethys yang harus kamu bunuh"Ia mengambil secarik foto gadis remaja dan memberikannya kepada Amadeus.

Amadeus melihat gambar dalam foto tersebut,ia menyeringai
Ini akan sangat mudah -Batinnya sombong.

"Temukan gadis Amethys itu lalu kau penggal kepalanya!"Ucap sang ayah dengan mengepalkan tangannya yang memiliki kuku runcing seperti gergaji.

"Baik ayah!hamba akan segera berangkat menuju perbatasan"

"Semoga berjaya anakku"Sang raja memeluk anaknya sekilas.

Sang raja melepaskan pelukannya.
Amadeus membungkukkan badannya dan segera keluar dari ruangan ayahnya.

***

Amadeus sudah siap dengan perlengkapannya,di depannya terlihat gerbang berwarna hitam yang dimana itu adalah gerbang perbatasan antara dunia iblis dan dunia manusia.

Penjaga gerbang tersebut membungkukkan badannya dan segera membuka gerbang hitam tersebut.

Amadeus melangkahkan kakinya memasuki gerbang itu.
Saat sudah di dalam gerbang,pintu ditutup dan Amadeus merasakan ada sesuatu yang menariknya sangat kuat,itu sudah biasa karena memang begitu jika ingin pergi ke dunia manusia begitu juga sebaliknya.

Setelah tarikan kuat itu berhenti, ia melihat matahari yang tertutup oleh celah2 pohon.
Amadeus melihat disekelilingnya,ia memegang tanduknya yang sudah menghilang.
Melihat kebelakang punggungnya,sayapnya juga menghilang.

Amadeus menatap ke depan dengan mata hitam yang mematikan.
Tunggu kedatanganku Amethys.

Setelah itu ia menutup matanya
tak lama kemudian dia sudah memakai pakaian santai ala manusia.

Ia menengadahkan satu tangannya dan muncul sebuah alat berbentuk pipih berlogo apel digigit.

Amadeus menelpon bawahannya yang sama2 iblis untuk menjemputnya di perbatasan.

***

Drrttt..Drttt..Drrttt

Alarm dari handphone bergetar di atas nakas membuat seorang gadis cantik terganggu dari alam mimpinya.

Ia memaksa membuka matanya yang berwarna hazel indah itu.
Dia mendudukkan dirinya di tempat tidurnya yang kecil dan usang.

Tangan mungilnya mengambil handphone peninggalan sang ibu,mematikan alarm yang mengganggunya.

Ia merenggangkan ototnya dan berjalan gontai menuju kamar mandi kecil yang sudah tersedia dalam kamar.

***

Auristela menatap pantulannya di cermin, ia sangat merindukan ibunya yang sudah tiada 3 tahun lalu.
Ia juga merindukan ayahnya yang sama sekali ia tak tahu rupanya.

Setetes cairan bening jatuh membasahi pipi mulusnya yang semakin lama semakin deras.

Ia menangis, menangis karena merindukan kedua orang tuanya.

Auristela menyeka cairan bening yang keluar dari matanya,
Ia memoles bedak tipis yang dapat menutupi mata bengkak dan hidung merahnya.

Setelah semuanya selesai ia mencangklong kan tasnya pada pundaknya.
Berjalan menuju pintu rumah kecilnya dan mengunci rumah tersebut rapat2.

*High School Vellate*

Auristela berjalan masuk menuju sekolahnya,
Tiba-tiba ada yang menjambak rambutnya sangat kuat membuat Auristela meringis kesakitan.

Ini bukan sekali dua kali tapi bagi Auristela ini sudah suatu kebiasaan jika ia datang ke sekolah.

Teman2nya akan membullynya karena melihat ia yang memiliki wajah cantik dan natural membuat pacar mereka malah memutuskan hubungan dan beralih mengejar Auristela.

Auristela dibawa ke sebuah gudang yang lumayan gelap dan kotor

Tubuh mungilnya dihempaskan ke lantai basah yang bercampur dengan kotoran

"Heh!lo jangan suka kegatelan sama cowok gue jalang!"Teriak siswi dengan pakaian ketat bernama,Jannete.

Jannete menendang perut Auristela membuat sang empu memegang perutnya kesakitan.

Auristela tidak dapat menjawab apa2 karena dia pasti akan kalah.

"Dasar pelakor!jalang!murahan!babi!Rasain lo sialan!!"Teman Jannete yang bernama Lucia juga ikut andil dalam menyiksa Auristela ia memukul,menampar,bahkan menginjaknya dengan sangat ganas.

Auristela berusaha melindungi dirinya dengan menyilangkan kedua tangannya.

***

Setelah merasa lega Jannete dan Lucia meninggalkannya sendiri dalam gudang gelap itu.
Hidungnya mengeluarkan cairan kental kemerahan,tubuhnya banyak sekali lebam.

Ia menangisi kehidupannya yang sangat miris ini.
Rasanya ingin sekali ia mengakhiri hidupnya tetapi ia ingat dengan perkataan ibunya sebelum beliau dipanggil pemilik alam semesta.

"Nak,jika ibu sudah tiada kamu jangan merasa kamu sendiri ibu akan selalu berada disisimu,dihatimu.Kamu juga jangan pernah untuk berniat mengakhiri hidupmu, Dunia memang sangat kejam tapi ingat dibalik kekejaman itu pasti akan ada suatu kebahagiaan yang akan abadi"Itulah pesan sang ibu yang selalu ia ingat saat ia di masa2 sulit seperti ini.

Auristela mengambil tisu dalam kantong seragamnya,dielapnya hidungnya yang mengeluarkan darah segar.

Ia berusaha untuk berdiri dan berhasil.
Menepuk-nepuk roknya dan berjalan setengah pincang keluar dari gudang gelap itu.

***

Author:Mochiimoet

 AMETHYSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang