Happy reading all~
Amadeus PoV
Aku membaca seluruh biodata gadis yang akan aku lenyapkan.
Namanya Auristela,beberapa bulan lalu ia berusia 17 tahun dan yatim piatu.
Aku mengambil satu putung rokok dan menghidupkannya
Tampak asap yang mengepul keluar dari rokok itu.
Aku menutup berkas yang berisi biodata gadis itu dan memanggil asistenku.
"Lucid!"
"Ya tuan muda?"
"Tolong daftarkan aku di High School Vellate,sekarang!"Ucapku tegas.
"Baik Tuan muda"Ia membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
I Got You!Human!
Aku kembali menghisap rokokku yang masih panjang dan menghembuskannya kembali ke udara.
***
Auristela berjalan menuju taman yang sangat ia sukai di sekolah.
Ia duduk di atas batu,membentangkan seluruh keindahan yang berada dalam taman tersebut.
Perih yang tadi ia rasakan langsung hilang setelah pergi ke taman ini
Taman ini mengingatkannya dengan mendiang ibunya dulu.
Ibunya sangat sekali suka bunga, setiap libur sekolah pasti ibunya akan membawanya menuju taman2 yang indah.
Auristela sangat suka sekali dengan taman.
Ia menutupkan matanya menikmati semilir angin yang menerbangkan beberapa helai rambutnya.
"Auristela sayang"
Suara ini..
Ia membuka matanya dan didepannya terlihat sosok ibunya sedang tersenyum hangat kepadanya.
"Ibu?"
Aku menatap didepanku tak percaya disana benar2 ada orang yang paling aku sayangi.
"Ibu.."Aku menitikkan air mataku.
"Mendekatlah nak"
Dengan gerakan cepat aku menghampirinya.
Aku memeluk tubuhnya erat,menumpahkan semua rasa rinduku kepadanya.
Ia mengelus-ngelus rambut panjangku,masih Kurasakan tangan yang hangat dan lembut darinya membuatku semakin erat memeluknya.
"Sayang ibu mau bicara sesuatu sama kamu"Ucapnya dengan masih mengelus kepalaku
masih tak ingin melepaskan pelukan hangat ini,aku menganggukan kepalaku.
"Ibu mau mengatakan bahwa kamu harus benar2 menjaga dirimu sebab nanti akan banyak masalah yang menghampirimu nak"
Aku masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan ibu.
Ia melonggarkan pelukannya dan menatapku hangat.
"Di dalam dirimu ada suatu kekuatan besar yang membuat seorang raja ingin membunuhmu dan raja itu adalah raja dari seluruh iblis"
"Kekuatan?besar?iblis?"Tanyaku masih tak mengerti.
Ibu tersenyum untuk kesekian kalinya
"mungkin kamu masih belum memahaminya nak,tapi nanti kamu akan tahu sendiri tentang kekuatanmu"
"memangnya iblis itu ada di dunia nyata ya bu?terus kenapa iblis itu ingin membunuhku?"Tanyaku beruntun.
"Ya mulai dari dulu,dan mengapa iblis itu ingin membunuhmu karena kekuatanmu itu lebih besar dari iblis bahkan bisa mengalahkan raja iblis itu"
Aku terdiam mencoba mencerna apa yang ibu katakan padaku.
"Ibu hanya bisa mengatakan itu.Jaga dirimu baik2 Auristela anakku"
Ibu melambaikan tangannya dan perlahan mulai menghilang dari hadapanku.
Aku sedih karena pertemuanku dengan ibuku hanya beberapa menit saja tapi yang terpenting aku harus mencari kekuatan pada diriku seperti yang dikatakan ibu.Ya aku harus mencarinya!
Kringg..kringgg...kringg..
Kudengar bel tanda istirahat telah usai dibunyikan,aku beranjak pergi meninggalkan taman itu.
Pikiranku masih tetap pada apa yang dibicarakan ibu beberapa menit lalu.
Dimana kekuatanku bersembunyi?
***
Author PoV
Amadeus berjalan santai melihat dunia manusia saat malam hari.
Kedua tangannya ia masukkan ke dalam jaket branded yang tebal berbulunya.
Memang cuaca di dunia manusia saat malam hari sangat dingin.
Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya,disana ia melihat seorang gadis remaja yang sangat familiar di matanya.
Gadis remaja itu sedang melayani beberapa pelanggan yang ingin memesan makanan dan minuman.
Ia menyeringai
Sangat mudah sekali menemukanmu,Auristela.
Amadeus berjalan menuju Restaurant yang bernama Darro'za itu.
Ia duduk dekat dengan Auristela yang melayani pelanggan lainnya.
Matanya tidak lepas dengan gerak gerik gadis incarannya.
Tidak kusangka gadis yang terlihat rapuh ini memiliki kekuatan besar -Batinku berbicara.
Sadar diawasi seseorang Auristela menoleh melihat orang yang sedari tadi seperti mengawasinya.
Disana seorang pemuda tampan dengan pakaian branded sedang duduk dengan mata yang tak lepas menatapnya.
Auristela merasa aneh dengan orang itu,tetapi langsung ia buang pikirannya itu.
Mungkin dia juga ingin memesan tapi tidak berani memanggil -Ucapnya dalam hati.
Auristela mendatangi Amadeus setelah mengantar makanan milik pelanggan lain.
"Anda mau pesan apa tuan?"Tanya Auristela lembut.
"Saya pesan latte capucino satu"Jawabnya dengan menatap lekat mata Auristela.
"Ada lagi?"Tanya Auristela sekali lagi.
"Itu saja"
"Baik Tuan,tunggu 3 menit nanti akan saya antar"
Auristela menuju dapur,
Pikirannya tidak lepas dengan pemuda tadi,cara menatapnya seolah ia adalah mangsa.
Auristela menggelengkan kepalanya,
Tidak,hentikan pikiranmu itu Auristela!
3 menit kemudian..
Auristela PoV
Aku berjalan dengan membawa pesanan pemuda yang sedari tadi menatapku.
"Ini dia pesanan anda,selamat menikmati"
Saat aku hendak pergi tiba2 ada satu tangan yang mencekalku tidak terlalu kuat tetapi masih terasa sakit.
Aku menoleh melihat pemuda itu tersenyum menawan kepadaku,
Meskipun senyumnya sangat menawan,bagiku senyum itu sangat mengerikan.
Aku merinding saat tangannya sengaja mengelus tanganku.
"Ya ada yang perlu saya bantu?"
"Bolehkah saya tahu nama anda?anda cantik sekali"Tanyanya dengan senyumannya.
Aku mengernyitkan heran,di kepalaku sudah menyala alarm tanda bahaya.
"Maaf,tapi saya tidak bisa beritahu"Tolakku sopan.
Kembali aku menuju dapur dan Kurasakan pemuda itu masih menatapku tajam dari belakang.
***
Amadeus PoV
Ternyata dia masih jual mahal,tenang saja akan ku pastikan dia masuk perangkapku.
Untuk kesekian kalinya aku menyeringai menatap punggung kecilnya.
Aku menelpon asistenku,Lucid.
"Jemput aku di Restaurant Darro'za setelah ini kita akan mulai membuat rencana Untuk menangkap gadis Amethys Itu"Kataku tegas dan langsung menutup sambungan telepon sepihak.
Kita tunggu tanggal mainnya,dear.
Aku tersenyum licik dan menyeruput pelan Latte Capucino yang kupesan.
***
Author by:Mochiimoet
KAMU SEDANG MEMBACA
AMETHYS
FantasíaIblis? Bukannya iblis itu memang tak ada. Bukankah iblis sebuah mitos? Tapi jika itu memang mitos. Mengapa aku bertemu dengan seorang iblis? Ini sebuah mimpikan?! Tapi semakin dekat, aku merasa sebuah perasaan yang tidak dapat di jelaskan di dalam h...
