Pagi
"Semangat pagi!!" Begitu kata para siswa yang baru jadi mahasiswa saat masa orientasi kampus.
Kadang zaman dulu, siang pun masih kita bilang "Semangat pagi!". Katanya biar semangatnya masih berapi-api oleh sebab masih pagi.
Padahal aku kalau bangun pagi, malah malas-malasan. Dan baru produktif saat menjelang siang.
Tapi, untuk beberapa orang. Pagi, adalah sebuah waktu untuk berlangsungnya rencana-rencana yang sudah di siapkan tadi malam.
Langkah pertama untuk mencapai tujuan hari, di mulai saat pagi.
Siang
Terik sekali siang ini, awas jangan melihat ke atas, nanti matamu rusak.
Berjalanlah, tidak perlu tergesa-gesa. Paling tidak kalorimu terbakar. Kebetulan, kamu tadi menghabiskan 1 porsi nasi padang untuk makan siangmu kan?
Senja
Seringkali aku melihat seseorang begitu tergila-gila saat senja tiba. Tetapi, tidak sedikit juga yang merasa biasa saja saat senja tiba.
Percuma, Cuma 2 jam doing bisa dinikmati entar kan berganti malam, begitu katanya.
Bagiku, bicara tentang senja. Jujur, au tak punya kenangan indah ataupun pahit karena senja. Tapi aku tetap menyukainya, warna jingga yang semakin sini semakin oranye, memandangnya serasa syukurku bisa meningkat. Hanya itu, dan tak berharap berganti. Alasanku menyukai senja.
Malam
Malam yang ku nikmati kali ini agak sedikit berbeda. Walau tampak tidak begitu gelap oleh karena bulan begitu bulat sempurna dan banyak sekali rasi bintang yang saling berkaitan.
Tapi sekarang, ku nikmati tanpa kamu.
Itu saja, ragamu tidak lagi denganku yang biasa menikmati malam bersamamu, dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pertama
PuisiPuisi pertma yang pendek tanpa irama, Tulisan tentang pagi, siang, petang (senja), dan malam Untuk selanjutnya baru akan ada puisi panjang yang tak berujung
