My Seductive Teacher-Kim Namjoon (2)

807 23 3
                                    

Warning!!! 18+
(tidak dianjurkan dibaca oleh anak di bawah umur)

'Ia menghidupkan benda laknat itu lalu mendekatkannya kepadaku secara perlahan. Mulutku serasa tercekat, mendadak tak bisa berbicara. Aku takut, sangat takut terhadap presensi seorang pria ini yang sedang menatapku buas.

Vibrator itu menyentuh jemariku, bergetar hebat seperti menjalar keseluruh tubuhku.

"Kim Namjoonn"

"Kau tuli? Diam dan ikuti permainanku!"

Aku menepis benda itu, beranjak dari meja kerjanya. Meraih pintu itu dan hendak pergi keluar dan menghirup aroma kebebasan. Tapi pria itu tak tinggal diam, ia meraih dasinya yang, mengukung kedua tanganku dan mengikatnya. Aku berteriak, berharap seseorang mendengar lalu menolongku.

"Percuma saja, ruangan ini kedap suara tidak mungkin ada yang bisa mendengarmu."

Ia menyelusupkan kepalanya di leherku mengecup dan menjilat, berbisik halus dan menyeringai, "Nikmati saja, ini menyenangkan."

Tangannya menyelusup di balik blouse yang ku pakai. Ia meremas perutku dengan tangan kanannya yang perlahan menyusup ke dalam belahan rok yang aku pakai.

Vibrator itu mengenai pahaku, menetap di sana selama beberapa menit membuat getaran yang secara tak langsung aku rasakan di pusat tubuhku.

"Kim Namjoon, kumohon. Jangan apa-apakan aku. Aku akan menuruti perintahmu, lepaskan aku kumohon."

Ia malah mengarahkan vibrator itu kepusat tubuhku dan memperbesar getarannya. Aku hanya menggigit bibirku menahan desahan yang di timbulkan dari getaran alat itu dengan mata yang berkaca-kaca hendak menangis.

"Biarkan aku bermain dulu bersama tubuh mu ini, Han Ji. Itu perintah pertamaku,"

Getaran alat itu semakin menggila, membuat tubuhku menggeliat tak karuan. Pipiku sampai memerah menahan nafsu yang bergejolak, tanganku meremas kuat ikatan dasinya, dan merasakan sesuatu yang akan keluar dari dalam perutku seiring dengan getaran yang ditimbulkan oleh benda itu.

"Hhhh, Kim Namjoonhh...hhh aku tak kuat...shhh...", desahku.

"Lihatlah, kau bahkan mendesah hanya karena hal ini."

Ia menjauhkan vibrator tersebut, merobek celana dalamku dan melemparnya ke sembarang arah. Aku sontak menutup rapat kedua kakiku. Tetapi pria itu melebarkan kedua kakiku, menahannya agar tetap terbuka dan memandangi intens area sensitifku. Ia sama sekali tak memperdulikanku yang menangis atas kelakuannya. Tangannya bergerak, menyentuh area sensitifku dan menyeringai menatapku.

"Youre still virgin baby, are you let me to be the first huh?"

"Jangan, aku mohon!"

Namjoon tak mendengarkanku sama sekali, ia semakin gencar meraih tungkai kakiku lalu menciuminya hingga ke pangkal pahaku. Aku semakin merasa panas, merasa ada sesuatu akan keluar dari pusat tubuhku yang masih di tempeli vibrator tersebut.

"Namjoonn... Hentikanhh... Ini tak pantasshh...", lenguhku.

Namjoon menjauhkan dan melempar vibrator itu tiba-tiba, mengantikan dengan jarinya yang menyusup dalam kedalam kewanitaanku.

"Baby youre so tight...", ucapnya.

Aku tercekat, merasakan perih akibat jarinya yang memulai bergerak didalamku. Aku tak dapat berbuat apapun selain melenguh akibat permainannya yang semakin lama membuat perasaan aneh tadi--timbul kembali.

"K-Kim Namjoonhh...Akuu...Ingin keluarhhh..." lenguhku.

Dengan sigap ia melepaskan jarinya tanpa menunggu pelepasanku terlebih dahulu. Melepaskan ikatan tanganku dan berangsur menjauhiku.

"Baiklah Han Ji, sekian. Sampai jumpa besok dikelasku." ucapnya lalu meninggalkanku yang masih terengah di atas meja kerjanya.

Ya Tuhan, rasanya sungguh menyiksa, menimbulkan rasa tak nyaman dan kecewa. Apa ini yang ia bilang hukuman? Baiklah Kim Namjoon, kau berhasil menghukumku. Astaga setidaknya biarkan aku mencapai klimaksku dulu baru kau menghentikan permainanmu!

"Hei apa kau gila! Setelah melecehkanku kau langsung pergi begitu saja!" protesku.

"Jadi kau ingin apa hah?"

Aku menunjuk selangkanganku yang masih berkedut karena belum mendapatkan puncaknya. Aku mendudukkan diriku dan berjalan perlahan kearahnya. Meraih kerah kemejanya lalu berbisik.

"Selesaikan ini, Daddy."

Ia tak merespon apapun--hanya menatap mataku lekat lalu mengusap bibirku perlahan.

"Bisakah kau memberitahu dengan jelas? Apa yang sebenarnya kau inginkan, Han Ji?"

Astaga! Apa ia ingin membuatku menjadi seperti jalang sungguhan? Hei, aku yakin kau sudah cukup dewasa untuk mengerti dengan apa yang aku katakan, kau ini jenius kan? Terkutuklah kau karena telah membuatku menjadi seperti ini!

"Touch me please."

Ia tetap tak memberi respon apapun. Aku menjauh darinya membetulkan pakaianku dan meraih knop pintu ruangannya merasa malu terhadap pria itu. Ya ampun ini memalukan sekali! Ia menolakku! Pria itu menolakku!

Aku terlonjak ketika dua buah tangan meraih pundakku dan membalikkan tubuhku kasar. Menggendong tubuhku lalu menghempaskan kasar tubuhku keatas meja kerjanya. Ia menindihku lalu berucap.

"Kuharap kau tak menyesal karena telah berbuat ini bersamaku, Han Ji."

End


I'm sorry guys, lama ya nunggu My Seductive Teacher?
Aku tuh baru punya ideㅋㅋㅋㅋ

Thank you,

Jangan lupa vote!

Regards,

Jars'phoria.

All of BTS Imagine [M]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang