4

251 36 11
                                    

Di kantin sekolah

Saat Nayeon,Sana,Jungyeon sedang makan di kantin, Jihyo datang dengan membawa buku.

"Hey lihat ini"
"Perpustakaan kita punya buku seperti ini?!" kata Jihyo sambil menunjukkan buku tersebut kepada ke-3 sahabatnya.

"20 cara untuk memikat laki-laki untuk menjadi 'pacarmu'" Sana membaca judul buku itu.

Nayeon yang mendengarnya merasa bosan, lalu melanjutkan membaca bukunya.

Jihyo yang penasaran, Nayeon membaca buku apa, mencoba melirik cover buku itu, dan membaca judulnya.

"Cara Agar Menjadi yang Pertama dalam Ujian"
"Itu benar-benar kau?" tanya Jihyo

"Yakkk, aku rindu appaku, aku sudah lama tak melihatnya selama 5 tahun"

"Oh begitu, pantas saja, jarang sekali kau membaca buku seperti itu" ucap Jungyeon dengan muka polosnya, dan mendapat tatapan tajam oleh Nayeon.

"Hei, Mingyu sudah menyatakan cinta padaku, karena buku ini!"

Mereka berempat yang mendengar kalimat yang di ucapkan siswi lain itu, langsung melihat sumber suaranya.
Ternyata Somi yang sedang ngobrol dengan Yuju dan Rose.

Mereka berempat pun mencoba menguping.

"jinjja?" tanya Rose meyakinkan

"Nee, buku ini benar-benar berhasil!"

"Kau tau? Seulgi bisa pacaran dengan Jimin juga karena buku ini"

"Apa judulnya?" tanya Yuju

"9 resep Cinta untuk siswa"
"Ini benar berhasil untuknya"

Tiba-tiba.....

'Kriiiiiiiiiiiiing'

Bel masuk berbunyi, lalu mereka semua yang ada di kantin segera masuk ke kelas masing-masing.

Saat berjalan menuju kelas, Jihyo menanyakan sesuatu kepada Nayeon.

"Nay"

"Ya?"

"Kau tidak minat dengan buku itu?"

'Eungg, sebenarnya aku minat, tapi aku gengsi untuk mengakui nya ke kalian' batin Nayeon

"Eungg, tidak aku tidak minat"
"Yakin?"

"Iyaa"

"Serius nih?"

"Udah lah Ji, aku tidak minat!"

"Yaudah iya, ga usah ngegas"

Malam harinya

Malam harinya mereka belajar bersama di rumah Nayeon.
Eh bukan belajar.
Lebih tepatnya baca buku '9 resep Cinta untuk siswa'.

Sana,Jihyo, dan Jungyeon membaca buku itu, sedangkan Nayeon, duduk sambil membaca buku tentang ujian, dan sok tidak  mendengarkan, padahal dia mendengarkannya.

"Yang pertama, menangkan hatinya dengan kepercayaan Yunani."
"Pergilah ke tempat dimana kamu bisa melihat banyak bintang"
"Kemudian gunakan jarimu untuk menggambar garis dengan menghubungkan bintang"
"Garis itu melambangkan nama dari priamu"

Lalu mereka bertiga berlari ke jendela, dan melihat banyak bintang.

"Wow, lihat mereka"

Lalu Jihyo dan Sana mulai menggambar, sedangkan Sana...

"Nayy! Tidakkah kau mau menggambar bintang dengan kami?"

"Tidak, aku tidak mau, aku pikir itu bodoh dan tidak masuk akal"

"Ya sudah"

"Heyy, aku bisa melihatnya dengan jelas" teriak Jihyo
"Aku akan menggambar nama Sehun di rumah"
"Jadi Nay, aku pulang dulu" pamit Jihyo

"Eh aku juga" kata Sana dan Jungyeon

"Bye Nay" pamit mereka

Setelah semua sahabatnya pulang, Nayeon berlari ke jendela, dan menggambar Nama Taehyung di bintang.

"Tae, apa kau tau?"
"Aku menyukai mu:)"
monolog Nayeon sambil tersenyum.



Keesokan harinya di sekolah

Nayeon dan ketiga sahabatnya sedang menikmati makanan di kantin, sambil tetap membicarakan buku kemarin.

"Nay, kenapa hari ini kau kelihatan aneh sekali" tanya Sana

"Gwaenchana"

"Kau yakin?"

"Nee"

Jungyeon yang melihat Jihyo sedang menatap Hui bertanya..

"Ji, apa kau akan mencobanya pada Hui?"

"Nee"

"Kamu harus makan.makan.makan.makan"

Dari kejauhan Jihyo melihat Hui memakan nasinya.

"Yess, dia memaknnya"

"Kau gila Ji, dia memakannya karena dia lapar, dan dia juga sedang makan"
"bagaimana bisa kau sebut itu dengan menghipnotis?!" kata Jungyeon

Jihyo hanya tersenyum.

"Kalian sedang apa?" tanya Sana

"Ini cara yang kedua"
"Ini cara tua dari orang-orang dulu"
"Kamu harus mengkonsentrasi kan pikiranmu, lalu lihat ke oranf yang kamu mau"
"Cobalah untuk mengontrol pikirannya"
"Dan suruh dia melakukan sesuatu"
"Jika dia melakukannya berarti dia adalah kekasihmu" jelas Jungyeon

Nayeon yang mendengarnya, mencoba itu kepada Taehyung yang duduk tak jauh dari mereka.

"Lihat kesini. Lihat kesini. Lihat kesini"

Daniel yang melihat Nayeon terus menatap Taehyung, mencoba memberi tahu Taehyung, kalau dia sedang di perhatikan oleh Nayeon.

lalu Taehyung berbalik dan melihat Nayeon.

"Hey, Taehyung berbalik" teriak Nayeon, tapi tidak terlalu keras

"Siapa? Siapa yang berbalik?" tanya Sana

"Ah, ani"
"Bukan siapa-siapa"

Jihyo yang tadi menyadari Nayeon sedang memperhatikan Taehyung, lalu dia menyenggol lengan Nayeon.

"Kau menghipnotis Taehyung?"

"Yakkk, tidak a-aku, apa kau gila?"
"A-aku tidak melakukan hal itu"

"Kenapa kau bilang pada kuta buku ini omong kosong?" tanya Jungyeon

"Karena, kepercayaan itu berasal dari tempat yang berbeda"
"Itu benar-benar tidak bisa di percaya"

"tapi kau mengikuti cara ini?" tanya Jihyo

"Nee"
"Ehh, apa tidak, aku tidak mengikuti cara ini"

"Seharusnya kau tidak menyembunyikan hal seperti iu pada kami" kata Jungyeon

"Aku takut kalau kalian menertawakanku" ucap Nayeon malu-malu

"Kau tidak perlu takut bila di tertawakan"

"Karena kita pasti menertawakanmu"
Ucap mereka bertiga sambil tertawa

















Haiii,, author back🤗
Lama yaa, athor ga up.
Mianhae:(.
Author harus belajar.
Udah akan mulai banyak try out.
Mulai mendekati Ujian Nasional juga.
Author juga pengen lulus, hehe..
Tapi pasti author sempetin buat up.

Makasih yang udah mau baca:')

Jangan lupa vote nya riders.
Commentnya juga yaaa...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 27, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Little Thing Called LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang