Jangan khawatir, kencan kami berjalan lancar. Ini terlalu sebentar untuk dibilang kencan. Baru 1 jam sejak waktu kencan kami. Tapi, aku harus langsung ke Bighit untuk dance practice bersama member lain." Hyejin-ah, mianhae-yo. Aku harus segera ke Bighit lagi. Ada dance practice. Mianhae-yo. Tapi, aku bisa mengantarmu pulang dulu " Ucapku sambil menggengam tangan Hyejin.
" Gwenchanha, oppa. Aku tau jadwal oppa padat. Ayo, oppa harus mengantarku dulu sekarang. Hehe "
Kami menaiki mobil dan mulai berjalan ke rumah Hyejin. Jalanan sangat ramai. Arlojiku sudah menunjukkan pukul 8.30. Kencan ini terlalu sebentar.
" Geurae, annyeong Hyejin-ah! Jalja-yo.. "
" Annyeong, oppa! Hoseok oppa, hwaiting!! "
Aku menunggu Hyejin sampai dia benar-benar masuk ke rumahnya dan aku mulai menuju Bighit.
•••
-Hoseok- 9.00 KST Bighit entertainment
" Hyung! Pakaianmu rapih sekali. Habis dari mana? " Jungkook menatapku heran. Biasanya aku hanya menggunakan celana pendek dan kaus biasa.
" Eoh, aku habis kencan dengan Hyejin "
Member lain langsung mengejekku." Uuuuuuu~ " Lihatlah, alis mereka naik-turun.
" Kenapa tidak melanjutkan kencanmu? Sebentar sekali. Masa kencan hanya satu jam " Kali ini Taehyung yang bertanya.
" Kan kita mau latihan. Bagaimana bisa aku tidak ikut "
" Benar juga sih " Taehyung mengangguk
" Kalau begitu, aku ganti baju dulu. Tidak enak kalau pake baju seperti ini " Aku mengambil pakaianku dan segera menuju kamar mandi dan tak lama musik mulai terdengar.
" Ayo kita mulai " Kami mulai dengan aba-aba hitungan dariku
" Five, six, seven, eight! "
Latihan kami berlanjut sampai tengah malam tiba. Memang sangat melelahkan. Tapi, sebagai idol group kami harus terus latihan dan memberi yang terbaik untuk fans kami.
•••
12:00 AM KST -Hyejin-
Aku menyesal tidak mengatakan ini pada Hoseok oppa. Harusnya aku bilang, aku akan pergi melanjutkan kuliah ku di Eropa. Aku akan berkuliah untuk menjadi pengacara. Aku akan pergi 2 minggu lagi ke Eropa. Inilah impianku sejak dulu. Setelah lulus nanti, aku akan kembali ke Korea dan menjadi pengacara disini. Haruskah kukatakan pada Jimin dulu?
Jimin adalah teman kecilku. Aku bertemu dengannya lagi saat berpacaran dengan Hoseok oppa. Jimin sudah hafal sikapku karena kami berteman dari kecil. Dia pernah menyatakan cintanya padaku. Tapi, aku tolak. Karena aku tidak mau kehilangan teman sepertinya. Singkatnya, Jimin tidak marah dan hubungan kami juga baik-baik saja sebagai sahabat.
" Jimin-ah. "
" Eoh, Hyejin-ah "
" Mwohae? " (Mwohae: sedang apa?)
" Na? Dance practice. Tapi, sudah selesai. Aku sedang di Bangtan room sendirian. Waeyo? "
" Ehm, A-aku akan pergi ke Eropa untuk melanjutkan kuliahku dan menjadi pengacara " Aku mengatakannya dengan cepat seperti sedang ngerap.
" Mwo? Eropa? Kau bicara apa sih? Coba katakan pelan-pelan "
Aku mengulangi perkataan yang sama dengan sedikit lebih pelan. Sebenarnya, aku takut mengatakannya.
" Mwo?! Kau mau ke Eropa? Untuk kuliah? Itu akan lama. Tapi kenapa tidak kuliah disini saja? "
" Aku mendapat beasiswa. Jadi, aku harus kuliah di Eropa "
" Ah, Geurae. Aku mendukungmu untuk itu. Tapi, sudah beritau Hoseok hyung? " Aku lega Jimin mendukungku.
" Belum. Seharusnya, aku mengatakan ini tadi saat kami kencan tadi. Tapi, aku takut mengatakannya "
" Kenapa? "
" Entahlah, aku hanya takut. Bisakah kau mengatakannya untukku? "
" Bisa saja. Tapi, bukankah lebih baik dia mendengarnya langsung darimu? " Jimin benar. Aku harus mengatakannya sendiri.
" Iya, kau benar. Aku akan mencoba mengatakan ini. "
" Lebih cepat lebih baik. Hwaiting! "
" Eoh, Gomawo Jimin-ah. Aku hanya ingin mengatakan itu. Maaf menelponmu malam-malam "
" Ani, Gwenchanha-yo "
" Geurae, aku tutup telponnya. Aku ngatuk "
" Geurae, annnyeong. Jalja Hyejin-ah " Jimin menutup telponnya tepat setelah berbicara begitu.
Sejujurnya, aku sedikit lega karena sudah mengatakannya pada Jimin. Aku sebaiknya tidur sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Promise || J-Hope Fanfict
Fanfiction" Hoseok oppa, aku akan melanjutkan kuliahku di Eropa " " Eropa? Kenapa tidak kuliah di sini saja? " " Aku mendapat beasiswa. Mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Maaf aku ingkar janji kita untuk tidak meninggalkan apapun yang terjadi. Mianhae...