Asya langsung mendekati sosok itu dan saat ia mendapati sosok itu bukan alan tapi malah temannya asya sedikit kesal padahal ia sudah capek mencari alan kemana mana tatap saja tidak ketemu
"Eh lo yang kemarin nyamperin Alan kan" sosok itu langsung bangun saat menyadari seseorang mendekat
"Iya gue asya lo temennya alan kan?" Tanya asya langsung
"Iya gue temennya alan gue malik"
"Lo tau dimana alan sekarang?" Tanyanya to the point saja
"Oh dia, lo tunggu sini aja bentar lagi juga dia datang gue kebawah dulu yah nggak papa kan gue tinggal?"
"Iya nggak papa kok"
Malik langsung melangkahkan kakinya meninggalkan asya sendirian disana tak lama kemudian bunyi langkah kaki menaiki tangga membuat asya terlonjak kaget sosok pria tinggi langsung muncul berjalan ke arah asya
Asya langsung tersenyum saat mendapati sosok itu adalah alan "Alan akhirnya lo datang juga udah gue tunggu dari tadi tau"
Alan tak menggubris ucapan asya alan langsung tiduran di atas sofa bekas seolah tak ada siapapun disana
"Alaaannn!!!" Teriak asya keras
"Hmmm" jawab alan
"Lo nggak liat apa ada gue disini?"
"Liat" jawab alan dengan muka datarnya
"Terus lo nggak tanya kenapa gue kesini"
"Kenapa lo kesini" jawab alan terpaksa
"Nggak peka banget si kalo gue nggak bilang pasti lo nggak bakal tanya" kesal asya
"Gue mau ngasih ini ke lo sebagai tanda permintaan maaf gue dan juga terima kasih karena lo udah nyelamatin gue kemarin"
Asya langsung menyodorkan kotak makannya ke arah alan
"Taro situ aja" jawab alan singkat tanpa membuka mata sedikitpun
"Tapi entar dimakan yah, ini gue taroh sini entar pulang sekolah gue ambil kotak makannya"
Asya menaruh kotak makan tersebut di atas meja bekas di sebelah sofa gadis itu langsung meninggalkan alan sendiri disana ia melihat jam tangannya lima belas menit lagi istirahat selesai jadinya asya segera berlari menuju ke kantin
******
"Lo pulang dulu aja nggak papa ndin gue ada urusan"
"Urusan apa alan lagi?" Tanya andin
"Gue mau ambil kotak makan dulu" jawab asya sambil membereskan alat tulisnya kedalam tas
"Cie cie udah mulai suka yah sama alan makanya lo jangan terlalu benci ke alan benci bisa aja jadi cinta tau" ledek andin
"Lo diem ato gue timpuk pake pulpen" asya sudah siap menimpuk andin dengan pulpen yang ada di tangannya
"Galak amat si kalau kaya gitu gimana alan mau suka sama lo" andin langsung berdiri dan keluar dari kelasnya takut kalau temannya itu benar benar akan menimpuknya
Seperti kemarin asya menunggu alan lagi di parkiran tapi maksudnya tidak sama seperti kemarin, saat ini asya hanya ingin mengambil kotak makan yang ia berikan tadi kepada alan dan asya berharap alan memakan nasi goreng yang ia bawakan tadi pagi. Untunglah kondisi parkiran saat ini sepi karena para murid sudah banyak yang pulang jadinya dia tidak terlalu malu menunggu alan sendiri. Asya menunggu hampir setengah jam tapi sosok alan belum juga muncul asya berniat mencari alan tapi kemudian sosok yang ia tunggu dari tadi akhirnya muncul juga.
"Alaaann" teriak asya
Alan berjalan ke arah motor merah yang berada disamping gadis itu
"Alan bekel yang gue bawakan tadi pagi udah lo makan kan? Gimana rasnya enak? Lo udah maafin gue kan?" Serentet pertanyaan langsung asya tanyakan kepada alan
KAMU SEDANG MEMBACA
You And Me
RomanceBagaimana cara Alessia Anjani menghadapi orang yang yang berhati batu dan sombong seperti Alan Anggara dan mengapa waktu selalu saja mempertemukan mereka berdua
