(22:36) 23-08
Chen hampir saja menabrak tas yang sama sekali tidak menghalangi jalan. Chanyeol dengan puas menertawai sahabatnya yang kikuk sedari tadi. Jangan lupa senyum bodoh di wajahnya yang terpatri jelas. Lagu Everytime miliknya selalu dia senandungkn setiap saat. Backstage seperti beraura pink dibuatnya."Hentikan itu bodoh" kata Kyungsoo. Chanyeol ingin memberikan pelukan untuk si kecil kita ini tapi tatapan tajamnya berhasil menghentikan si tiang bejalan itu.
"Ayo makan aku lapar sekalii~" ucap Yixing agak bernada.
"Malam ini restoran Jepang!" teriak Kyungsoo.
"Aku ingin masakan Cina" keluh Chanyeol.
"Malam minggu saja kita ke resto Jepangnya sekalian ikut aku reuni." Chen yang habis berganti baju langsung mengutarakan pendapat.
"Yeay chinese food!!" Teriak Chanyeol diikuti kegirangan Yixing. Kyungsoo cuma menatap dingin teman - temannya ini.
Di restoran dengan para kru mereka memesan ruangan khusus. Kesuksesan konser malam ini tidak membuat mereka semua berpuas diri, konser berikutnya harus lebih megah katanya. Dibentuk dari 3 tahun yang lalu mereka yang masih tergolong rookie sudah menggebrak pasar dengan elegan. Snarl yang merupakan lagu utama mereka dialbum kedua membuat mereka melesat dengan mulus dan jangan lupa Call Me Daddy yang masih menjadi penjualan album tertinggi. Oxel sedang berada di awan.
Bebek panggang dan beberapa seruput mie membuat Chanyeol berkeringat. Jangan tanyakan Yixing, dia sangat rindu masakan Cina entah sudah mangkok ke berapa dia habiskan dan ditambah sifat pelupanya dia juga lupa sudah kenyang. Makan di tengah malam sebenarnya neraka karena membuat wajah bengkak di pagi hari. Tapi tidak apa sekali-sekali, tunggu saja sampai para hyung diagensi mereka memaki karena kenakalan mereka.
"Hentikan wajah girangmu itu kau tampak menjijikan." Kyungsoo sudah lelah melihat wajah Chen. Yang punya wajah hanya memajukan bibirnya. Yixing dan Chanyeol sudah berkutat dengan ponsel masing masing.
"Rambut keriting apa cocok denganku?" Tanya Yixing.
"Cocok, asal jangan botak. Nanti si bakso tersaingi.. Aw! Hahaha!" Jawab Chanyeol diiringi jitakan dari Kyungsoo.
"Pokoknya akhir pekan ini kalian ikut aku, kita nonton resital!" Chen masih semangat 45.
"Kau sudah mengatakan itu 3,5 kali. Ayo pulang, mataku sudah menjerit-jerit minta disayang." Kyungsoo marah artinya semua harus dituruti. Sesampainya di dorm mereka langsung masuk kamar masing-masing.
Chanyeol yang baru selesai mandi langsung merebahkan tubuhnya ke kasur super empuk kepunyaannya. Dia kembali mengecek ponselnya dan mendapat kiriman Hanbin berupa foto selfie blur dirinya yang tertawa dan Jungkook yang terpingkal sambil menunjuk Taehyung yang melakukan twerk. Di salah satu sudut ada Yoongi yang dengan wajah masa bodoh dan Jimin yang nampak merebut coklat di tangan Woozi. Dalam hati Chanyeol mengumpat karena dia tau teman-temannya ini tidak menonton aksinya tadi. Tapi dia ingat lagi kalo hari ini adalah hari peresmian apartemen baru Yoongi. Dia yang harusnya dipukuli karena tidak datang. Dia akhirnya mengirim pesan balik dengan bunyi 'Ikat anak itu' dengan emoji tertawa. Dia kembali scrolling pesan di ponselnya dan menemukan pesan dari Kai yang juga sebuah foto. Terlihat Sehun dan Kai sedang makan disalah satu restoran. Dan kali ini Chanyeol benar-benar mengumpat karena dua mahluk itu tidak menontonnya. Dia meletakkan ponselnya di nakas dan memejamkan matanya.
"Chen bodoh, bisa segila itu dengan perempuan" gumamnya dan akhirnya tertidur. Dia memang terlalu cuek dengan urusan hati. Meskipun sempat dekat dengan Wendy dan Rose, akhirnya mereka malah menjadi teman akrab. Dia tidak seperti Kai yang bisa menetapkan hatinya pada Krystal meskipun akhirnya putus dan tidak seperti Sehun yang masih mengejar noona impiannya. Dia hanya mencoba fokus pada dirinya tapi juga sadar kalo hati tidak ada yang tau.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lost In Dream
FanficSemua dari kita adalah pengejar mimpi. Iya kita karena bukan hanya kami. Tapi aku lupa terkadang manusia itu egois.