Disinilah donghyuck sekarang,ditemani oleh angin malam di taman kota yang mulai sepi.
Taman saat mark dan dia masih berpasang kekasih.
Donghyuck ingin sekali datang ke taman ini,lagi pula dia sudah bebas setelah mengikuti ujian.
Indah sekali langit malamnya-batin donghyuck.
Donghyuck mencebikkan bibirnya"andai saja ada mark hyung disampingku"lirihnya.
Donghyuck menggelengkan kepalanya."tidak..tidak.. kau harus move on donghyuck..iya harus!".ucapnya sembari menyemangati diri.
Matanya dia arahkan ke langit malam yang di penuhi bintang,tangannya mengelus rumput halus yang dia duduki.
Dia tidak akan berharap lagi,kalaupun mark bahagia dia juga akan bahagia,dia akan bangkit tanpa mark,dia tidak mau sakit hati berlama lama.
Donghyuck tersenyum miris,sakit sekali rasanya,namun apa boleh buat.
"Ah..sudah hampir larut,sebaiknya aku pulang,nanti eomma appa mencariku"monolog donghyuck setelah melihat arloji ditangannya.
Dia bangun dari rumput halus itu lalu berjalan ke arah halte bus untuk pulang,namun pandangannya menemukan mobil terparkir yang sepertinya tidak asing baginya.
"Sepertinya familiar"ucap donghyuck bingung tak lupa dengan kerutan di dahinya.
Seketika dia membulatkan matanya.
"Mark hyung,ini mobil mark hyung,lalu kemana anak itu"
Dengan penasaran,donghyuck melangkahkan kaki pendeknya mencari mark,apa yang mark lakukan di taman.
"YAK!MARK HYUNG!"
Donghyuck berlari menghampiri mark yang sedang berdiri di ambang jembatan yang lumayan tinggi untuk terjun ke bawah sungai didekat taman itu.
Tanpa persetujuan,donghyuck memeluk mark dari belakang dengan erat dan membawa langkah mundur guna menjauhi ambang jembatan itu.
"Apa yang kau lakukan!"ucap donghyuck menahan tangisnya.
"Membunuh diriku yang sudah membuat orang yang kucintai menjadi membenciku"ucap mark dengan suara bergetar."kenapa kau membantuku bahkan mencegaku?bukankah kau membenci diriku?"
kepalanya menunduk,melihat tangan yang muda melingkar manis di perutnya.
Mark merindukan donghyuck,sangat.
"Ja-jangan lakukan ini...hiks"donghyuck mengeratkan pelukannya pada perut yang lebih tua,mark bahkan merasakan baju bagian belakangnya basah akibat air mata donghyuck.
"Jangan menangis"
"Aku akan menangis jika kau seperti ini brengsek!"
Mark membalikkan badannya menghadap donghyuck,menangkup kedua pipinya,matanya merah,hidung mungilnya juga merah,membuat mark gemas sekaligus tak tega.
"Dont cry baby"ucap mark.
Elusan mark pada kedua pipinya membuatnya tenang,donghyuck yang mendengar mark yang memanggilnya baby,pipinya langsung memerah.
Donghyuck menatap manik coklat milik mark,namun pandangannya kini beralih pada pipi kanan mark yang membiru,ia mengelus pipi itu pelan,membuat mark sedikit meringis.
"Kau... apa yang terjadi sebenarnya?"ucap donghyuck masih mengelus pipi mark.
"Aku ditampar ibuku,aku..aku lelah...aku lelah donghyuck-ah"lirih mark,sampai suaranya bergetar.
Donghyuck memeluk erat pria yang dia masih cintai ini,menyadarkan kepalanya di dada yang lebih tua,sedangkan yang lebih tua menaruh wajahnya di ceruk leher sang submisif.
"Menangislah..,selepas ini kau ceritakan padaku semua yang terjadi"ucap donghyuck,yang di jawab anggukan lemah dari mark.
Merasa lebih baik,mark pun menceritakan masalah yang di alaminya.
"Seharusnya kau tak melakukan ini mark,sama saja kau membuat ibumu sedih"ucap donghyuck didalam mobil mark.termasuk diriku-sambung donghyuck dalam hati.
"Lalu aku harus bagaimana"jawab mark frustasi,"tidak ada gunanya hidup!".
"Kau diciptakan untuk hidup,bukan malah menyia nyia kannya".
Mark menghela nafasnya lalu menatap donghyuck yang kini menatapnya juga.
"Sesuai dengan janjiku,aku akan memperjuangkanmu"
"Mark sudahkah kukatakan jika jangan mengecewakan ibumu?"
"Aku yang lebih kecewa lee donghyuck!,aku bahkan masih mencintaimu!"final mark.
Merasa tak ada jawaban yang di keluarkan donghyuck,mark meraih kedua tangan donghyuck lalu menggegamnya.
"Katakan jika kau masih mencintaiku donghyuck"
"Tidak.semuanya telah usai"
"Jangan bohong padaku"
Donghyuck menggigit bibir bawahnya.
"Tidak mark,kita tidak direstui"
"Tidak. Aku akan bilang ke eomma lagi,jika kita tidak direstui aku akan tetap bersamamu"
Donghyuck membulatkan matanya"jangan gila lee minhyung,bagaimana dengan tunanganmu!"
"aku tidak peduli"rahang mark mengeras.
"Mark... sekarang lebih baik kau pulang,pasti ibumu mencarimu".
.
.
Unpub ga ni?
KAMU SEDANG MEMBACA
True Love . markhyuck
Historia Corta"Membunuh diriku yang sudah membuat orang yang kucintai menjadi membenciku"-mark lee
