Bagian 5

236 13 6
                                    


Tok tok tok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tok tok tok

Ketukan lain terdengar

"ah shit" umpat Rassya pelan

Ali mengusap ekor duyung nya yang masih belum juga kembali menjadi sepasang kaki 'aduh apa yang harus gua lakuin, sialan ni juga, duyung kenapa gak kering-kering sih' batin Ali kesal sembari sesekali melihat kearah pintu merasa panik

Tok tok tok !

Ketukan semakin kencang dari luar menandakan si empu sudah mulai kesal

Rassya melihat sekeliling sambil menggaruk kepala bagian belakangnya ikut bingung. 'apa seharusnya dilakukan, don't panick don't panick pikir coba mikir' kata itu seakan seperti berputar dalam kepala Rassya

Mata Rassya berhenti pada satu titik, kemudian bibirnya tertarik membentuk senyum tipis.

"gua punya ide" Rassya yang tiba-tiba berbisik pada telinga Ali membuat Ali sedikit berjengit. Ali melihat Rassya dengan tatapan bingung. Rassya menunjuk sebuah lemari yang ada di seberang mereka.

"ni cukup gila" kata Ali pelan namun masih bisa didengar oleh Rassya

"Tok tok tok Oi ada orang di dalam"

"namun lebih aman, daripada disini, ayo, let me help you" Rassya yang sudah membuka pintu lemari, kembali untuk membantu Ali dengan menggendong nya lagi.

Ali mau tak mau membiarkan Rassya menggendongnya lagi ala pengantin 'ini sungguh memalukan, Oh God' batin Ali miris dengan keadaanya

Sementara itu diluar 1 murid yang tadinya mengambil kunci telah kembali dia berlari menghampiri temannya anak laki-laki lainnya yang masih berdiri di depan pintu dengan sesekali mengetuk pintu ruang osis dan menempelkan telingahnya pada daun pintu.

"ni kuncinya"

"bagus! Mana-mana, gue dengar suara loh"

"apa ada orang di dalam? kenapa harus dikunci coba"

"oh jangan-jangan, awas saja kalau sampai ada yang macam-macam dan menggunakan ruang osis buat begituan, gua doain tuh tititnya tiba-tiba ilang"

"astaufirullah sadis bener lu, udah cepat buka, gatal ni"

"iya iya sabar tuan"

Cekrek

Pintu akhirnya berhasil dibuka, 2 siswa laki-laki itu langsung masuk ke dalam.

Dan melihat Rassya sedang tiduran di sofa. "Sya Sya Rassya bangun"

Rassya yang merasa terpanggil, mengerjap-kerjapkan matanya, dan perlahan bangun dari tidurannya sembari melepas headshet yang dia pakai

"hm, pantas lu dipanggilin di gedor-gedor tuh pintu kagak nyahut rang lu sumpel tuh kuping"

"eh Sya lu sendirian disini sejak tadi"

"iya gua ngantuk banget, jadi gua ke sini deah, sorry gua sengaja ngunci tadi, supaya lebih tenang saja"

"ye ye sepuas lu dah, aduh makin gatal lagi, oi cepetan ambilin salep nya gatal tahu"

"ambil saja sendiri sana" walau terdengar kesal, namun cowok yang tadi mengetuk-ngetuk pintu itu tetap melangkahkan kakinya menuju lemari

Rassya yang baru saja akan menghela nafas lega, menjadi panik, dan langsung dengan cepat memegang bahu Ihsan yang sudah ada di depan lemari. Membuat Ihsan tersentak dan berbalik menghadap Rassya. Rassya dengan cepat berganti posisi dan kini telah bersandar di pintu lemari.

"kenapa dia ? " Rassya menunjuk cowok yang tadinya mencari kunci dan kini terlihat menggaruk tangannya yang sudah terlihat memerah.

"oh Romi, iya ni, tadi sewaktu kita main basket tiba-tiba"

"ada yang gigit gue, awas aja tuh hewan, berani banget gigit cowok sekece gua"

Ihsan langsung mode muntah mendengar kenarsisan Romi. Sedangkan Rassya hanya berusaha untuk bersikap tenang walau dalam hati dia mulai panik 'sialan, gimana caranya membuat ni anak dua pergi dari sini'

"lu dah gegarukan kayak monyet gitu masih saja sempat narsis dasar, minggir Sya"

"huh?" Rassya baru sadar bahwa dia sempat melamun tadi, "kok bengong minggir lah, gak tega juga gua ngeliat anak curut bertransformasi jadi anak monyet gini haha"

"sialan lu"

"lu mau ngambil apa? Biar gua saja yang ngambilin" kata Rassya semakin menempel pada lemari besi di belakangnya.

"itu kotak P3K, biar gua saja sendiri"

"eh gu gua tadi sempat nyari berkas tapi gua gak nemuin kotak P3K sama sekali"

Ali yang di dalam pun merasa panik 'Ya gusti buat mereka percaya dengan ucapan Rassya agar mereka segera pergi dari sini' walau wujudnya sudah kembali namun Ali tetap merasa khawatir, karena Rassya pasti bakal kena juga, image teman barunya itu bisa jelek, dan Ali tak mau itu.

"dan lagi kenapa gak ke UKS saja sih, kan UKS masih berdiri, lebih lengkap juga disana"

"yah, kan lebih dekat disini"

"iya dan lagi emang ada kan di kotak P3K kita "

"gak ada percaya sama gua, ayo Kita pergi ke UKS!" Rassya sengaja mengeraskan suaranya agar anak laki-laki yang sedang bersembunyi di dalam lemari dapat mendengarnya, setelah tangannya diam-diam membuka kunci lemari Rassya mendorong Ihsan agar menjauh dari lemari.

"Anjing lu, kami belum budek kali" kata Ihsan kesal

"iya ni, udahlah cepat gua gak tahan " Romi keluar duluan dengan sedikit berlari

Dengan terus mendorong Ihsan mereka akhirnya keluar dan membiarkan pintu ruang OSIS terbuka lebar.

Tak lama pintu lemari terbuka dari dalam, Ali keluar dari sana dan setelah celingak celinguk di sekitar koridor, Ali menutup ruang OSIS sekedarnya, dan cepat-cepat melangkahkan kakinya kembali ke kelasnya.

Sesampainya di kelas karena pelajaran telah berakhir untuk hari itu, kelas menjadi legang, tak, kosong lebih tepatnya dan lebih tepatnya lagi hanya ada Al disana yang langsung menghampirinya

"Li lu dari mana saja, di chat sms telpon gak ada balasan sama sekali"

"sorry gua gua gua juga bingung bagaimana jelasinnya ke lu"

Melihat raut lelah Ali, Al menyudahi pertanyaannya, dan mendorong tas Ali pada yang punya. Al melewati Ali setelah beberapa langkah Al menoleh pada Ali

"ayo pulang, lu gak mau kan bikin Kak Kevin khawatir " Ali segera menyusul Al dan merangkul nya

'thank you Al, lu emang sahabat paling pengertian, gue bersyukur memiliki lu' batin Ali dan senyum merekah indah menghiasi wajahnya dan Mereka berdua pulang bersama. 

hallo reader makasih yang udah tetap nungguin ni cerita abal-abal akhirnya aku dapat ide kembali untuk melanjutkan cerita putra duyung ini, setelah sekian lama aku mencari dan terpuruk buntu.. guys 

oke lupakan like dan comment ditunggu guys 


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 31, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Merman's LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang