three

926 88 3
                                        

.

.

seperti yang sudah ku ceritakan sebelumnya kalau siklus pembelajaran akan terus terulang setiap tahun. yang kami sebut RECCURENT.

dan bulan ini adalah giliranku mendapatkan training lagi.

kali ini intruktur yang mengajar adalah Kim Taehyung. 'OH DAMN KENAPA HARUS DIA? KENAPA?'

okay.. jadi dia adalah instruktur yang sangat galak. luar biasa galak. dan bukan hanya itu, parahnya adalah dia tak segan-segan untuk meng-failed-kan orang yang ia anggap minus. ia sangat strick. dan yang paling menyebalkan adalah ia akan menggagalkan ujian seseorang jika ia membenci orang itu. 

baiklah aku bisa bilang hidupku selesai di bulan ini. karir yang aku bangun selama 7 tahun ini akan berakhir di tangan KIM FUCKIN TAEHYUNG! 

kenapa?

karena dia sangat strick. sedangkan aku beberapa bulan ini aku tidak banyak belajar karena ada yang harus aku urus.

hmm... beruntung di tahun ini aku reccurent bersama salah satu teman angkatanku. PARK JIMIN. setidaknya aku ada teman. huft leganya.

***

dan benar saja. hari pertama terasa sangat mencekam. Kim Taehyung menatap kami satu per satu dengan tatapan nya yang mematikan. oh mungkin akupun bisa mati dengan tatapan seperti itu. 'OH rasanya aku ingin keluar dari kelas ini'

dan entah ini hanya perasaanku saja atau bagaimana tapi entah mengapa aku merasakan Kim Taehyung sering sekali melihat ke arahku, dan aku dengan bodohnya akan gelagapan menatap ke arah lain atau bahkan menunduk bila bertemu mata dengannya.

aku bisa merasakan ia tersenyum licik saat ini.

"Kim Seokjin-ssi?"  ia menyebut namaku dan sontak aku menatap ke arahnya "nee?"

"bisakah kau menjelaskan pertanyaan yang baru saja aku tanyakan?"

'oh damn! ia memberikan pertanyaan yang sulit'

"ah ne.. jadi..."  aku berdiri dari kursiku dan melangkah ke arahnya, aku menjelaskan apa yang ia tanyakan, walaupun sedikit kacau.

"hmm,, kau boleh duduk"

Park Jimin disatu sisi tersenyum mencurigakan menatapku. 

***

"Oh hyung, mau makan sebelum pulang?" tanya Jimin padaku.

"hmm.. kau membawa mobil?" 

"tidak! kita akan ikut dengan mobil Kim Taehyung Hyung!"

"ap..apa?"

*tiiinnnn tiiinnn*  sebuah mobil hitam sudah berhenti di depan kami berdua, Jimin terlihat sangat senang dan ia segera membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi depan.

aku masih saja berdiri mematung disana, bahkan aku belum sempat mengiyakan ataupun menolak ajakan nya bukan?

kaca mobil dari sisi Jimin terbuka "Hyung..Palli!  Nan neomu baegopha!"

"a..ah... n..ne!"  dan akupun seperti terhipnotis segera masuk mobil. aku melihat Taehyung menatapku dingin "annyeonghaseyo sunbae! aku ijin untuk ikut makan"

"hmm"

'what the fish Kim Fuckin Taehyung, cuma hmm doang yang bisa kau ucapkan huh?'

sepanjang perjalanan menuju tempat makan..
bahkan sampai di tempat makan pun..

aku masih berpikir keras bagaimana bisa Park Jimin dekat dengan Kim Taehyung dan aku menyadari satu hal. Park Jimin adalah bagian dari orang safety di kantor. 
dan aku menyadarinya saat sedang menyantap makananku.

'ah sial. pantas saja. kenapa aku baru ingat'

"apa yg kau pikirkan?" suara berat dan terkesan dingin membuyarkan lamunanku 

"ah? aniyo sunbaenim"

"cepat habiskan makananmu. ku antar kau pulang"

aku tersedak mendengar kalimat terakhir yang ia ucapkan "ah animida. aku bisa pulang sendiri. terimakasih tawarannya"

"hei.. jangan menolak begitu hyung. Taehyung hyung sudah sangat baik mau mengantar kita. jadi nanti kerumahku dulu, lalu kalian melanjutkan perjalanan kalian kerumahmu hyung"

aku tak bisa berkata-kata mendengar Park Jimin yang sangat natural berbicara seperti itu. bahkan ia bisa tertawa bebas di depan Taehyung si killer ini.

***

di sepanjang perjalanan pulang mengantarkan Jimin hanya dipenuhi dengan ocehan-ocehan Jimin dan sesekali Taehyung meresponnya dengan tertawa, begitupun denganku, saat aku tertawa tiba-tiba Taehyung akan melihatku dari kaca yang akhirnya membuatku kikuk untuk tertawa. dan hal ini bukan terjadi satu kali. melainkan berkali-kali.

ia terus saja menatap ke arahku dari kaca spion.

ah ini benar-benar membuatku tidak nyaman.

dan yang paling parah, kalian tau? setelah sampai dirumah Park Jimin dan ia turun dari mobil.
suasana semakin awkward diantara kami.

"kau pindah ke depan!"

"S..Sunbae, sepertinya aku tidak sopan bila duduk disebelahmu"

"kau lebih tak sopan duduk di belakang! kau pikir aku supirmu?"

"aaa...aanimida Sunbae. maafkan aku Sunbae" dan dengan itu akupun duduk di depan di sampingnya.

sepanjang jalan kami hanya diam. aku hanya menunjukkan arah menuju rumahku. aku sungguh benar-benar takut dengannya. dan itu membuat rasanya lidahku kaku. tak satupun kalimat dapat aku ucapkan.

hanya sesekali ia menoleh ke arahku, dan aku akan tersenyum kaku. 'OH DAMN perjalanan 30 menit dengan mobil ini terasa 3 jam bagiku'

.

.

forbiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang