3

65 13 0
                                        

Sesi makan malam pun diisi dengan ceramah dari semua orang, ya mau gimana lagi, emang iya gue tersangkanya.

Ditambah lagi dengan mulut abang gue yang lemes itu, masa iya dia ngadu ke papa kalo gue punya bucin, bucin apaan coba?!

"Eitt.. dede gemesh abang, marah nih? Unch unch". Satu kalimat aja.

Pengen gue tampol

Tapi gamungkin pasti dia ngadu lagi, punya abang gini gini amat!

"Unchh kamu mas---".

"Psstt! Gue tampol juga lo ".

"Yaudah, padahal abang mau ngajakin keluar".

"Keluar? Kemana?".

"Ada deh".

"Paling juga beli nasi goreng di pos satpam".

"Aelah, padahal gue udah beli tiket film".

Film? Seketika gue tarik tuh tangan abang gue.

"Film apa?".

"Horror".

"Ikut yaa".

"Ya ayo, tapi cepet gantinya".

"Oke ban--".

"No makeup makeup lama".

"Ya cepet keluar!! Mau ngikut ganti? ". Gue pun ngedorong tubuh jangkung abang gue.

Brakkk
Anggep aja suara nutup pintu.

"Dasar biji ketumbar".

"Gue denger yaa".

--- • ---

"Ma, pa, abang sama dede pamit ya".

"Eh kalian mau kemana? ". Wajah papa menelisik curiga.

"Nonton sama abang pa". Ucapku jujur.

"Masa sama abang doang? Ntar jangan jangan abangnya yang jadi obat nyamuk". Ucap mama dengan wajah menggoda.

"Maksudnya ma? ". Ucapku bingung.

"Ya siapa tau, nanti ada Galang". Sinis papa

Galang? Galang siapa?

"Itu loh de bucin kamu, Galang ". Sahut mama yang paham akan wajah bingungku.

"Ih mamah, namanya itu Gilang". Sahut abang.

"Apaan sih kalian! Aku nggak kenal sama Gilang". Teriakku.

"Udah, udah nanti malah dia ngambek lagi". Ucap mama

"Pa anuu". Ucap abang sambil tanganya mengadah.

" apa?! ".

" minta uang". Jijik banget liat muka abang gue sok sokan melas gitu.

"Ganggu orang nonton tv aja, nih ".

"Pa ". Masih dengan tangan yang sama seperti peminta minta ditambah raut yang lebih melas.

"Apalagi!! ".
Eakkk gitu dong pa ngegas.

Cila.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang