00.03

8 3 2
                                    

Hari ini, hari minggu hari dimana semua kaum bermanja-manja cantik di kasur. Sama halnya seperti fazna, tiba-tiba datanglah perusuh rumah.

"Idihh pagi-pagi udah mantengin drama, pantesan hidupnya drama truss." Celoteh tia sang adik.

"Hilih b*cot banget dah lo bocah. Pergi deh sono, ngapain sih didepan pintu kamar gue." Ketus fazna.

"Ehh yang bocah tu kak na, liat aja udah kelas 11 badannya masih kecil. Gedean juga tia." Balas tia.

Tiba-tiba datang lah bang fadil yang jengah melihat adik-adiknya trus bertengkar setiap saat.

"Lanjuttt dehhh lanjuttt berantemnye, gak sekalian maen tonjok-tonjokan." Kata bang fadil

Mendengar kalimat seperti itu mereka berdua secara bersamaan memutar matanya malas dan tia pergi dari depan kamar kakaknya.

'Krukk.. krukk...krukk' suara perut fazna menganggu ritual liburannya.

"Yaelah pake laper segala." Ucap fazna sambil berjalan kedapur.

"Ngapain keluar kamar?" Tanya tia, dengn nada tidak suka.

"Napa sihh orang laper juga. Mau kakaknya mati kelaperan ah?" Ketus fazna.

"Bodoamat mati aja sana. Aku gak nyesel kok." Balas tia

Tuk "ihh sakit bundaa kok mulut tia disentil sih." Setelah tia berbicara seperti itu, bunda langsung menyentil mulut tia.

"Kamu tuh sama kakak sendri harus sopan, sodara perempuan berdua aja kerjaanya berantem mulu. Bunda taro salah satu kalian ke pesantren baru tau rasa." Itu lah nasehat bunda ketika adik kakak ini slalu ribut.

"Tia aja bun yang kepesanten, fazna kan anak baik." Ucap fazna sambil menjulurkan lidah kearah adiknya itu.

"Udah udah ihh ribut mulu capek bunda yang liat." Ucap bunda memisahkan.

"Yudah lah aku juga mau bikin susu abis tuh naik lagi, jadi tia gak usah ngomel-ngomel deh. Tua banget ngomelin kakaknya." Ucap fazna.

Fazna pun langsung membuat susu dan meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamar. Fazna tidak melanjutkan aktifitas menonton drakornya tapi duduk di balkon kamarnya.

Sambil melihat kearah langit fazna berguman kecil "ayah ayah lagi apa disana, ayah senang gak ya liat fazna sekarang sudah besar. Fazna akan belajar mandiri kok yah." Kalimat itu diucapkan fazna ketika dia sedang merindukan sosok ayahnya.

Tiba-tiba hp fazna yang letaknya didalam kamar berbunyi menandakan ada telepon masuk.

"Hallo iya kenapa ya?" Ucap fazna setelah mengeser tombol hijau, tanpa melihat siapa yang menelponnya. Itu lah kecerobohan fazna.

"Kenapa kok ngelamun di balkon, mana sambil megangin susu lagi. Ada masalah?? cerita aja sama gue." Balas seseorang disebrang sana.

"Ehh ini siapa sih??" Tanya fazna.

"Gue gio temen sekelas lo." Ucapnya.

"Oh...,, ehh kok lo tau tdi gue dibalkon sambil megang susu?" Tanya fazna penasaran.

"Hehehehe coba deh kebalkon kamar lo." Ucap gio.

Tanpa ba bi bu lagi fazna keluar kamar menuju balkon, dan terkejutnya fazna ketika melihat disebrang balkon sudah ada gio yang melambaikan tangan sambil tersenyum manis :)

About MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang