~2~

61 5 9
                                    

Sejak kejadian kemarin, tepat dimana pertama kalinya monica dipermalukan oleh gisel setelah ngebully adek kelasnya. Tak satu atau dua orang yang menyaksikan pertengkaran antara gisel dan monica. Namun tak ada satupun yang berani memisahkan mereka. Alasannya sudah jelas, mereka takut berurusan dengan monic.

Sekarang hidup gisel mulai terusik akibat gangguan dari monica si nenek lampir dan dayang dayangnya.

Saat sedang berjalan di koridor, tiba tiba ada orang yang mendorong bahu gisel kuat. Sampai sampai gisel tersungkur ke lantai.gisel mendongak, ternyata itu monic dan catherin.

"eh, lo cupu! Lo sekarang udah berani ya sama gue! Gue bakal bikin perhitungan sama lo karna lo udah bikin malu gue"ucap monic kepada gisel

Gisel hanya menatap dia dengan alis yang terangkat.

Plaakkk..

Satu tamparan mendarat tepat di pipi mulus gisel. Gisel hanya diam.

~gisel~

Plaakkk..

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi gue. Gue hanya diam, gue cuma menikmati alur dari permainan ini, dan kita tunggu tanggal mainnya.

"lo tu manusia bukan sih, kalau diajak ngomong tu liat"
"lo kayaknya dibaikin ga bisa ya, rin bawa sini yang gue suruh tadi"

Catherin membawa sebuah air.air yang keruh dan bau. Mungkin itu bekas air pel.

Byurrr.. .

Gue hanya bisa diam dan diam.sumpah tangan gue udah gatel banget buat nonjokin si kutu kupret ini.

"emm, monic lo itu ngaca dulu, lo siapa disini! Lo itu cuma murid, sadar diri dong! "sekarang giliran gue yang bertindak sambil mendorong bahu monic dengan telunjuk gue.

"Ternyata lo belum tau gue siapa!  gue anak dari wakil kepala sekolah disini, jadi gue bisa ngeluarin lo dari sekolah ini!"kata monic dengan sombongnya

Dalam hati gisel tertawa. Bagaimana mungkin dia dikeluarkan dari sekolah miliknya sendiri.

"cih.. Belagu banget lo, lo itu cuma anaknya yang wakil kan bokap lo bukan elo! " kata gue kasar dan mendorong bahu monic.

"awas lo"geram monic dengan tangan mengepal.

Gue pun keluar meninggalkan monic,gue menuju loker gue buat ngambil baju, setelah gue ambil baju gue mau kekamar mandi. Tapi saat gue hendak berbelok ada tangan yang mencekal lengan gue. Reflek gue teriak. Dan ternyata dia rival.musuh gue. Gue langsung menepiskan lengan gue yang dipegangnya.

"heh! Ngapain lo megang megang gue"

"yeilah,galak amat mbak"ucap rival dengan genitnya.
"mau kemana lo? "tanya rival

"bukan urusan anda"jawab gisel ketus

"jawab dulu atuh. "

"kenapa sih lo, selalu ganggu gue! "bentak gisel

"weshh, seluu mbak, gue nanya baik baik loh"

"bukan urusan lo"ucap gisel dan pergi begitu saja meninggalkan rival.

Rival hanya tersenyum sangat tipis pake banget. Melihat gisel yang bertingkah seperti itu.

"lucu" ucap batin rival

                  🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸

Kringg kringg kringg📣📣

Bel istirahat berbunyi, gisel dkk pun berjalan menuju kantin. Sampai di kantin mereka tidak melihat ada bangku yang kosong. Hanya tertinggal bangku di pojok deket pintu keluar.
Mereka berjalan ke arah bangku itu. Setelah itu mereka duduk.

"biar gue aja ya yang mesen? "tawar gisel kepada nadin dan salma.

"iya, biasanya juga lo yang nyuruh kita"kini salma yang berbicara

"ye, ni anak juga! Mumpung gue baik nih"ucap gisel sebel

"iya iya"jawab mereka kompak

"yaudah, lo pada mau pesen apa? "-gisel

"gue kayak biasanya nasgor ama es teh"-salma

"Lo din mau pesen apaan? "-tanya gisel kepada nadin yang sedari tadi sibuk mengotak ngatik hp nya.

"gue samain aja"

"ouh yaudah, gue pesen dulu. Jangan kangen yah.. Emuachh"-ucap gisel dengan memberika kiss terbang di akhir kalimatnya

"idih najis bet"

Semua orang yang ada di kantin tiba tiba berteriak heboh bahkan ada yang teriak histeris,saat most wanted  plus bad boy yang ternyata memasuki kantin.

Aaa silau mata edek bang..

Bebeb rival, sini gue temenin makan..

Ya dewa yunani, lo klah ganteng ama rivalcs

Rival duduk sini donkkk.

Dan masih banyak cibiran lagi yang sedang menggaguminya. Rivalcs berjalan ke arah bangku yang didudukin oleh nadin and salma.
Namun, tak ada respon apa apa dari kedua gadis itu, terlebih nadin yang selalu memasang wajah datar dan dipadukan dengan sifatnya yang cuek itu.

"ekhemm"deheman itu membuat nadin dan salma menatap mereka bingung. Setelah itu mereka kembali sibuk dengan hp masing masing.

"ekheemm"deheman itu agak keras. Salma pun menaikkan sebelah alisnya 
Seperti meminta penjelasan 'kenapa'.
Rival yang mengerti akan isyarat itu langsung angkat bicara.

"ini tempat gue"kata rival dingin. Yups, rival itu cuek, cool, dan mahal senyum. Tapi kenapa disaat di dengan gisel, sifatnya yang katanya cool itu akan hilang entah kemana.

"ini tempat umum disekolah ini, dan siapa pun boleh menempatinya! "kata salma dengan sedikit menaikan oktaf suaranya.

Gisel pov

Saat gue hendak ke tempat gue tadi, gue lihat rival and the geng ada disana. Gue langsung ngehampiri mereka.

"din, sal nih pesanan lo"ucap gue sambil menaruh nampan dimeja.

"eh, btw lo pada ngapain disini?"tanya ku pada rivalcs

"Harusnya gue yang nanya sama lo, kenapa lo duduk di tempat kita! "

"ya,gue cuma duduk karna ga ada kursi kosong lagi, noh noh penuh semua"ucap gue sambil nunjuk kearah tempat tempat yang sudah penuh

"pergi ga! "

Ye ni orang nyolot bet dah.

"kalo engga kenapa? "kata gue nantangin dia. Dia fikir dia siapa. Hellow? Tingkie wingkie dipsi lala po

"udahlah val, biarin mungkin mereka ga tau mereka kan baru disini,em masuk gue si cupu ini doang"
"iya ga guyss"yah gue tau yang ngomong itu fahri, dan ya orang di kantin tertawa semua. Ini nih resikonya, belum ada sebulan gue sekolah disini tapi udah kayak gini aja nasib gue

"oke,kali ini lo boleh, tapi awas kalo gue liat lo disini! "ucap dia dingin

Ye ni anak giliran ada temennya juga sok sok an cool gitu, eh giliran sama gue dong kek ayam bertelur. Riweh euy. Batin gue


Gimana guyss? Bagus ga..
Voment ya
See you..😘

Queen & king Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang