“Yaudah deh, aku mau mandi dulu. Tapi inget kamu harus latihan tari tradisional!” Ujar Vania.
“Siap, Bu guru” Jawabku.
“Hahaha” kami berdua tertawa puas.
Aku segera berganti baju seragam tari tradisional dan mengambil selendang. Sedangkan Vania segera mandi. Sesudah berganti baju, aku segera ke ruangan tari tradisional. Disana sudah banyak murid lainnya. Lima menit kemudian Mrs. Lauren guru tari tradisional datang, pelajaran pun dimulai.
Akhirnya ekskul hari ini sudah selesai. Aku kembali ke kamar asrama. Saat aku masuk kamar aku melihat Vania sedang menggambar sesuatu. Ternyata, dia menggambar kami bermain basket. Vania belum menyadari kalau aku dibelakangnya karena tadi aku masuk dengan hati hati.
“Hai Vania! Kenapa kamu gambar aku dan kamu main basket?” Tanyaku.
“Kok kamu tahu gambarnya aku dan kamu?” tanyanya balik.
“Kan ada namanya dibaju basket” jawabku.
“Oh iya ya, hehehe” tawa Vania.
“Pertanyaanku belum kamu jawab, kenapa kamu gambar itu?” tanyaku lagi.
“Oh iya, Aku gambar ini supaya kamu termotivasi” jawab Vania dengan senyuman yang ia pasang diwajahnya.
“Termotivasi?” Tanyaku lagi dan lagi.
“Aduh Olive, masa kamu nggak ngerti. Maksudku supaya kamu termotivasi untuk menyukai olahraga” Jawab Vania.
“Tapi aku tetap nggak suka olahraga!” ujarku.
“Bener nihh? Janji lho ya, kalau kamu sampai suka olahraga kamu traktirku makan di mall” ujarnya semangat.
“Ok, no problem” jawabku santai.
“Oh iya liv” Ujar Vania dengan wajah yang berubah dari semangat menjadi agak murung dan serius.
“Apa?” Tanyaku penasaran.
“Selama dua minggu ini aku akan pergi ke Belanda. Ada acara keluarga disana” Ujarnya.
“Yahh, berarti aku tidur sendirian dong. Kamu berangkatnya kapan? Jangan lupa oleh oleh ya hehe:v” Ujarku sedikit bercanda.
“Aku berangkat nanti malam, dijemput mama papa. Kalau soal oleh oleh sip lah pokoknya, nanti juga aku bawakan noni Belanda hehe” Jawabnya dengan canda.
“Jangan noni Belanda saja, sekalian kincir anginnya” ujarku dengan senyuman lebar.
“Hahaha” kami berdua tertawa.
Tak apalah tidur sendiri yang penting dapat oleh oleh hehe....
Pukul 19.00 aku dijemput. Sedangkan Vania sudah pulang sejak tadi pukul 18.00 petang. Kak Olaf mengajak ayah jalan jalan ke mal. Katanya, mau beli sesuatu untuk kado ulang tahun temannya yang bernama kak Achmad.
Dalam hatiku senang sekali, aku akan berjalan jalan. Karena sudah lama aku tidak pergi ke mal, sebab aku di asrama. Sesampainya di mal kami berpencar. Mal ini sudah sering kami kunjungi di waktu senggang. Jadinya aku sudah hafal letak toko toki di mal ini. Bunda bersama ayah pergi entah membeli apa, dan aku bersama kak Olaf juga akan membeli sesuatu.
Saat aku melewati sebuah toko, ada barang yang kusuka. Aku pun masuk ke toko tersebut. Ada sepatu olahraga warna putih susu polos. Aku suka sepatu itu, Tapi itu sepatu olahraga. Aku ingat aku masih mempunyai sepatu olahraga yang masih bagus sebab jarang terpakai. Karena aku sangat menyukai sepatunya akhirnya aku memutuskan untuk membelinya karena diskonnya juga lumayan.

KAMU SEDANG MEMBACA
KKPK Novel : Atlet Idola
Cerita PendekKarya : Adellia Shaka Fitria Apa jadinya kalau Oliv yang malas berolahraga dibujuk oleh Vania, sahabatnya, mengikuti berbagai eskul olahraga? Ih, Oliv paling benci berolahraga! Tapi..., ternyata orang orang disekitarnya sangat suka berolahraga.