03. trauma?

4.1K 528 9
                                        

HARGAI KERJA KERAS AUTHOR DENGAN CARA MEMBERIKAN VOTE DAN COMMENT
.
.
.
.

Rose bersembunyi dari balik tirainya. Pikirannya sudah berlayar kesana kemari, memikirkan semua kemungkinan.

"Jangan-jangan mereka penjahat?" Rose menutup mulutnya dengan tangannya. Rose kembali memikirkan gerak-gerik tetangga barunya itu. "Sangat aneh" pikirnya. Lalu rose kembali mengingat suatu hal. Tatto.

Ditangan kanan lelaki itu ada tatto yang terukir di lengan atas hingga lehernya.

"Mungkin saja mereka mafia atau pengedar narkoba" semua kemunkinan terus bermunculan dipikiran rose.

"Kau sedang apa?"

Rose terlonjak saat ayahnya datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Ayah!" Rengek rose.

Ayah rose tertawa pelan. "Apa yang kau lakukan disitu?" Tanya ayahnya.

Rose diam sejenak lalu menarik lengan ayahnya agar mendekat.
"Apa ayah tau tentang tetaangga sebelah rumah kita?" Ucap rose dengan sedikit berbisik.

Ayah rose menaikan sebelah alisnya bingung. "Memangnya kenapa?"

"Sepertinya dia orang jahat" curiga rose.

Ayahnya rose hanya tertawa mendengar perkataan rose yang sangat tidak mungkin.

"Ayah!" Rengek rose kembali. "Apa yang lucu"

Ayah rose hanya menepuk-nepuk kepala rose pelan. "Tidak baik mencurigai orang seperti itu"

Rose mengangguk. "Aku tahu" sahutnya. "Tapi dia memang sangat aneh, dia punya tatto di lengan atasnya sampai lehernya lalu dia...tadii..."

Kali ini ayah rose hanya menghela nafasnya. "Memangnya jika punya tatto orang itu jahat?" Tanya ayah rose.

Rose menggeleng pelan.

"Tidak boleh seperti itu, mengerti?"

Rose mengangguk. "Baiklah"

"Ayah istirahat dulu, lebih baik kau nikmati liburan terakhirmu ini sebelum besok kau masuk kuliah seperti biasa" jelas ayahnya.

Rose menepuk dahinya. "Ah aku lupa" ucapnya dengan cengiran.

"Yasudah ayah balik ke kamar" rose mengangguk paham.

Setelah ia pikir-pikir perkataan ayahnya ada benarnya juga.

"Bodohnya aku" gumam rose.

.
.
.
.
.

'

Dor...dor...dor..'

Suara tembakan terdengar.

Tiga orang tergeletak begitu saja dengan keadaan bersimbah darah.

"Bersihkan lokasi ini, pastikan tidak ada apapun yang tersisa" ucap jungkook.

Pria berjas hitam disebelahnya mengangguk paham atas perintah jungkook.

Darah segar mengalir dari sudut bibir jungkook, sebuah tamparan mengenainya saat lengah tadi.

"Shit!" Umpat jungkook sembari menyeka darah dari sudut bibirnya.

Dengan cepat jungkook melangkah ke arah mobilnya.

'Nginggggg...!'

Jungkook terjatuh, tubuhnya bergetar hebat, telinganya berdengung keras.

"Jungkook! Pergi!!"

"Arghhh!!!" Erang jungkook.

Dengan mengabaikan rasa sakitnya jungkook menaiki mobilnya, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalan sepi.

Ingatan 1 tahun yang lalu kembali muncul setelah jungkook membunuh seseorang.

Sebuah tugas negara yang membuat dirinya kehilangan seseorang yang dicintainya.

Flashback on

"Jungkook~ah" tangisnya. "Aku takut"

Jungkook menggeleng cepat. "Kau aman" ucap jungkook menenangkan. "Sebentar lagi teman-temanku akan datang untuk menolong kita" lanjutnya.

Wanita itu terus menangis tersedu-sedu. Bom waktu yang melingkar ditubuh jungkook dan wanita itu terus berjalan.

"Kumohon tolong aku" ucapnya pasrah.

Jungkook menatap mata wanita itu dalam. "Tatap mataku" ucap jungkook. "Aku tidak akan meninggalkanmu"

'Citttt..'

Suara beberapa mobil yang berhenti di depan gudang tempat mereka di sekap.

Jungkook menegakkan tubuhnya. "Aku disini" teriaknya.

Tidak lama setelah itu, beberapa penjinak bom masuk ke dalam ruangan.

"Harap tenang" ucap mereka lalu mulai menjinakkan bom ditubuh jungkook.

"Waktunya sangat sedikit" ucap mereka berbisik.

'Klik'

Bom dari tubuh jungkook sudah terlepas.

'Grepp..'

Tubuh jungkook ditahan.

"Apa yang kalian lakukan?" Ucap jungkook.

"Kami tidak punya cukup waktu"

"Omong kosong macam apa itu" amarah jungkook memuncak. Wanita yang sekarang berada di depan jungkook hanya bisa menangis pasrah.

"Maafkan kami"

"Jungkook~ah" panggilnya saat jungkook diseret paksa dari gudang tersebut.

"KIM JUN HYUN" teriak jungkook.

'DUARRR!'

flashback off

Jungkook terduduk sembari memijat keningnya.

"Mimpi buruk lagi"

Sepertinya semalam dia pulang dengan keadaan mabuk setelah menjalankan tugasnya.

Jungkook menghela nafasnya berat. Melihat pantulan dirinya pada cermin lagi.

Tangan jungkook meraba tatto yang berada di sebelah kanan tangan atasnya yang bertuliskan 'JtJ'

Ting...tong..ting..tong

Jungkook beranjak dari kasurnya, memakai kaos berwarna hitam lalu berjalan keluar kamarnya.

'Tingg...tong..tinggg...tong..."

"Tunggu sebentar.." sahut jungkook.

'Klek'

"Junhyun!??"


#TBC

AYO SILAHKAN VOTE ♡♡
JANGAN SIDER PLIS :)

THE END Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang