Impian dan rintangan sama seperti;
Mimpi dan kenyataan
Kupikir setiap manusia berhak mempunyai impiannya sendiri
Memikirkan bagaimana caranya agar bertahan hidup
Dan merencanakan bagaimana ia bisa menjalani kehidupan
Di dunia ini
Sebelumnya tak pernah terpikir sedikitpun dibenakku
Ketika segelintir orang dewasa berkata padaku bahwa hidup ini begitu kejam.
Aku yang masih kecil berkata bahwa aku mempunyai mimpi dan aku bertekad untuk mewujudkannya
Walau aku berada dijalan berbeda, walau aku tak punya apa yang mereka punya, walau banyak orang yang tak menyetujui jalanku, dan walau mereka melihatku hanya semut kecil yang tak punya harapan.
Mereka bilang, menjadi miskin sudah takdirku.
Dan aku kecil mengatakan; walau takdir, aku akan menolaknya.
Tuhan, untuk kali ini saja aku ingin meminta maaf karena aku akan mengeluh mengeluarkan isi hatiku
Yang selalu mengikat dadaku dan membuat tenggorokkanku tercekik.
Aku terlahir dari keluarga kurang mampu
Tapi seiring berjalannya waktu,
Seiring aku bertambah dewasa,
Aku banyak belajar dari orang-orang
Namun yang kuambil adalah mereka yang bisa melakukan apapun yang mereka sukai walau mereka miskin.
Mereka bilang aku harus mempunyai suatu pekerjaan yang aku sukai, dan hidup dengan caraku sendiri
Tapi hari ini, hatiku begitu hancur.
Dan yang menghancurkannya adalah orang terdekatku.
Ia mengatakan bahwa kehidupanku bukan hanya untukku sendiri
Dan membuatku bertanya apa tak cukup dengan aku terlahir sehat dan tumbuh menjadi seorang anak yang baik?
Aku menyukai seni
Aku menyukai fotografi
Aku menyukai gambar
Dan aku menyukai tulisan
Kupikir itu cukup hanya dengan mempunyai sesuatu yang aku sukai
Karena jika seseorang menyukai sesuatu, mereka akan berjuang untuk mendapatkannya, bukan?
Di malam hariku, ketika mataku bertemu bintang
Melihatnya bersinar begitu terang walau dikelilingi oleh kegelapan,
Membuatku iri.
Anak-anak sepertiku, seharusnya dapat bersinar terang seperti bintang itu
Yang akan membuat setiap orang takjub ketika melihatnya
Tapi sayang sekali, banyak orang yang terbentur rintagan sepertiku
Mereka seperti bintang-bintang yang redup ketika yang lain bersinar
Mereka seperti bintang yang kehilangan sinarnya karena cacian orang-orang disekitarnya
Dan akhirnya mereka memilih untuk jatuh.
Hidup tak semudah ketika aku berkata bahwa cita-citaku seorang seniman.
Walau begitu, aku sedang berjuang untuk mematahkan perkataan dan prinsip mereka
Bahwa semua bintang dapat bersinar dengan caranya sendiri.
Bahwa bintang mempunyai hak untuk bersinar dikala gelapnya malam
Aku akan berjuang hidup seperti itu
Aku akan berjuang untuk hidup tanpa rasa khawatir,
Tanpa rasa takut,
Dan tanpa harapan.
Senin, 5 februari 2019
YOU ARE READING
All of Me
Ficção AdolescenteAttention...! Bukan sekumpulan puisi, syair, ataupun cerpen. Ini hanyalah sedikit dari jalan kehidupan saya yang dituang kedalam sebuah tulisan. ...
