CHAPTER 7

1K 89 41
                                    

Happy Reading ^^

Baekhyun memandang refleksi dirinya didepan sebuah cermin besar yang ada di kamarnya. Bibir tipisnya terangkat saat tangan lentiknya menyentuh perutnya yang kian lama kian membesar. Didalam sana calon bayinya tengah tumbuh berkembang, usia kehamilannya kini memasuki bulan ke-4. Hampir setiap bulan Baekhyun selalu rajin memeriksa tumbuh kembang calon bayinya dirumah sakit bersama nyonya park. Ibu chanyeol sengaja menyewa dokter pribadi keluarga park untuk baekhyun, tentu saja agar rahasia yang tersimpan tidak bocor ke media. Jangan tanya kemana chanyeol karena baekhyun tidak berharap lebih pada lelaki itu.

Baik baekhyun atau chanyeol tidak pernah mematok jenis kelamin calon anak mereka. Entah calon anak mereka nantinya laki-laki atau perempuan asal calon anak mereka bisa lahir dengan sehat. Dan untuk kyungsoo wanita itu tak perduli apapun karena hampir setiap hari ia pergi dan jarang ada dirumah.

Kyung-soo...

Mengingat sosoknya membuat baekhyun jadi teringat pecakapan mereka berdua beberapa bulan yang lalu saat kyungsoo mengetahui kehamilannya. Wanita itu memang mengucapkan selamat kepada Baekhyun tapi dibalik ucapannya wanita itu...

Ini sudah malam ketiga setelah kepulangan Baekhyun dari rumah sakit dan sejak saat itu juga ia belum melihat eksistensi Kyung-soo dimansion. Baekhyun sudah sempat bertanya pada bibi jung namun bibi jung tidak mengatakan apapun. Sebenarnya ia bisa saja bertanya pada chanyeol selaku suami Kyung-soo namun ia urungkan saat melihat wajah lelah lelaki itu.

Dan malam itu waktu hampir tengah malam, baekhyun sudah bersiap akan tidur namun pintu kamarnya tiba-tiba diketuk seiring dengan suara Kyung-soo yang memanggil namanya.

"Baekhyun-ah" suara Kyung-soo memanggil nama Baekhyun.

"Ne, eonni" sapa Baekhyun setelah membuka pintu kamarnya dan mendapati Kyung-soo berdiri didepan pintu kamarnya sepertinya ia baru saja kembali setelah menghilang beberapa hari.

"Bisa kita bicara sebentar..." bibir wanita memang tersenyum namun terlihat aneh bagi baekhyun.

"Tentu saja eonni, masuklah" Baekhyun mempersilahkan Kyung-soo untuk masuk kekamar.

"Aku sudah mendengar kabar kehamilanmu-" ada jeda sejenak sebelum kyungsoo melanjutkan ucapannya.

"Selamat atas kehamilanmu dan ingat kau harus menjaga anak itu dengan baik karena aku tidak mau terjadi hal yang buruk pada calon anakku" kyungsoo memangku tangannya memandang baekhyun.

"Terimakasih eonni, aku pasti akan menjaganya dengan baik karena ini juga anak eonni" balas baekhyun mengelus perutnya.

"Dan aku harap kau tidak lupa..." sebuah ucapan tersirat yang baekhyun sudah tahu pasti apa maknanya. 

"N-ne eonni..." sebenarnya kyungsoo tidak perlu mengingatkan baekhyun lagi karena baekhyun selalu mengingat perjanjian itu.


"Susu hangat untuk calon cucuku" suara nyonya park mengintrupsi baekhyun yang tengah mengingat ucapan kyungsoo malam itu. 

"Eomma tidak usah repot-repot aku bisa membuatnya sendiri. Maaf, baekhyun sudah merepotkan eomma" ucap Baekhyun tak enak hati saat melihat ibu mertuanya membawa nampan berisi susu ibu hamil untuknya.

Secret UniverseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang