Mina masih terlelap dalam mimpi indahnya.
Sesekali ia bergerak untuk membenarkan posisinya agar lebih nyaman.
Wajahnya terlihat mungil dan begitu polos.
Rambut pendeknya terurai.
Anak rambut dibagian dahinya secara tak beraturan menutupi matanya.
Sebuah jemari datang dan mulai merapikan rambut kecil Mina.
Ia juga membenarkan posisi tubuhnya agar Mina tetap nyaman bersandar padanya.
Satu tangannya lagi sibuk membelai bahu telanjang Mina yg menyilang memeluk pinggangnya.
"Joheun achimiyeyo.." bisik Wonwoo lembut ditelinga Mina
Wonwoo menarik selimutnya lebih tinggi sampai menutupi bahu Mina.
"Hmmm.." gumam Mina yg mulai terbangun
Mina mengusap-usap matanya dan menoleh keatas untuk melihat wajah Wonwoo.
Wonwoo tersenyum setelah pandangan mereka bertemu.
Wonwoo pun memegang tengkuk Mina dan mendekatkan bibirnya ke bibir Mina.
Ia melumat bibir Mina untuk sepersekian detik sebelum akhirnya Mina menarik diri.
Mina menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.
"Mwoyaaa.." rengek Mina
"Wae?" tanya Wonwoo sedikit heran
"Aku baru saja bangun, aku bahkan belum membasuh wajahku.." gerutu Mina
"Morning kisseu ittjana.." sangkal Wonwoo
"Aniii.. nan.." Mina justru canggung
Wonwoo merebahkan tubuh Mina ke ranjang.
Ia bangkit dan membuat Mina berada dibawah kekuasaannya.
"Hari ini kita dirumah saja, aku tidak mau kemana-mana.." ucap Wonwoo
Matahari mulai berada diatas kepala tetapi jendela apartemen Wonwoo tidak membuka tirainya sama sekali.
Sana sibuk menelepon Mina tetapi panggilannya tidak dijawab hampir sepanjang malam hingga detik ini.
Eomma terus menanyakan keberadaan Mina pada Sana.
Sedangkan Sana belum punya jawaban apa-apa.
Sana akhirnya menelepon Wonwoo.
Siapa tahu mereka sedang bersama saat ini.
Lain halnya dengan Mina, panggilan Sana pada Wonwoo langsung direspon.
"Yeobuseyo?" ucap Sana
Penerima telepon belum bersuara
"Oppa, jigeum eodie isseo?" tanya Sana
Suara diujung telepon masih belum terdengar
"Oppa?! Wonwoo Oppa?!! Wae daedab anhae?" tanya Sana jengkel
"Wonwoo Oppa tidak membawa ponselnya" jawab si penerima telepon
Sana kaget mendengarnya.
Suara yg datang dari seberang telepon adalah suara seorang wanita.
Terlebih ia merasa tidak mengenali suara tersebut.
Ia mengecek kembali panggilannya untuk memastikan.
Ia merasa tidak salah menekan nomor, tetapi mengapa yg menjawab adalah orang asing?
"Nuguseyeo?" tanya Sana
Ia sudah lupa untuk bertanya tentang keberadaan Mina dan lebih penasaran dengan si penerima telepon
"Aku yg seharusnya bertanya.. kau siapa? Ada perlu apa menelepon Oppa?" tanya suara tersebut ketus
"Apa namaku tidak tertera dilayar ponselnya?" tanya Sana balik memarahi si penerima telepon
Sempat hening beberapa saat, mungkin si penerima telepon sedang mengecek ponsel menuruti ucapan Sana.
Tiba-tiba teleponnya dimatikan.
Sana kesal dibuatnya.
"Sana-chan, wae geurae?" tanya Eomma yg memperhatikan ekspresi Sana
"Animnida Eommonim.." jawab Sana
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side
FanfictionMina bersembunyi dan menutupi kebenaran tentang dirinya. Pilihan berat itu ia jalani agar keluarganya tetap bahagia. Tetapi, siapa sangka ada kebohongan dibalik cerita yg disuguhkan padanya. Penyesalan berat mendatanginya dan membuatnya emosi. Ia in...
