Kita usai Tuan,
setelah 36 purnama
Kita usai Tuan,
karena aku lelah berjuang sendirian
Bukankah cinta itu harus berjuang berdua, tidak bisa kamu atau aku saja.
Kita usai Tuan,
biarlah,
perjalanan yang masih panjang ini kita tempuh berlainan.
Bukankah itu yang diinginkan Ibumu,
kamu menjadi miliknya.
sedangkan aku hanya pemanis saja.
Kita usai Tuan,
Di panasnya kemarau.
