#1 Pertemuan
"Apa kau ingat aku? Tanya nya dengan nada seakan akan dia adalah pria tertampan di dunia ini.
#2 Pindah Tugas
Beberapa detik aku menatap air wajah nya dan mencoba mengingat wajah yang familiar itu. Dan ya aku ingat sekarang, pria dingin luarbiasa yang aku harap tidak akan pernah menemuinya lagi.
"Ya aku ingat, memang nya kau mau apa?" Tanyaku dengan nada yang masih bisa dibilang lembut untuk seorang seperti dia.
"Tidak aku hanya ingin memastikan apakah kau wanita yang menabrak ku waktu itu?"
Hah yang benar saja, dia masih kesal karna itu.
"Ya, apakah kau masih marah karna itu? Apakah perlu aku meminta maaf kembali?" Rasa nya aku ingin melepaskan tanganku yang sejak tadi masih di genggam dengan erat olehnya.
"Dan aku tidak mengenal mu, jadi jangan merasa dirimu pantas untuk menyentuh ku" nada ku sedikit keras sembari menarik kembali tangan ku yang ia genggam seenak jidat.
"Apakah kau ingin berkenalan dengan ku?" Tanyanya sembari mengulurkan tangannya yang besar dan kekar sama seperti tubuhnya yang besar dan tinggi cukup menarik perhatian.
Apa yang di pikirannya? Mengapa dia ingin berkenalan dengan ku? Sudahlah semoga ini pertemuan yang terakhir.
Aku membalas uluran tangannya itu.
"Mingyu. Kim Mingyu" setelah aku menyatukan tangan ku dengan tangannya itu.
"Kim Mira" singkat dan langsung ku lepaskan tangannya itu, dan segera ku berbalik badan dan kembali untuk pulang. Dia tidak menahan ku kembali, biarlah mungkin ini yang terakhir kali aku akan bertemu dengannya, pikirku.
***
Setelah sarapan, aku kembali menjalani rutinitas yang aku lakukan beberapa bulan ini. Ya, dengan Choi Hana tentunya, dia juga menjadi mahasiswa di universitas yang sama denganku, hanya saja kita berbeda jurusan dan waktu pembelajaran.
Aku mengambil waktu pagi hingga sore untuk kuliah ku, dilanjut dari sore hingga malam untuk waktu kerjaku. Hana juga sedang mencari kerja, hanya saja dia tak seberuntung aku yang bisa cepat mendapatkan pekerjaan.
"Annyeong Mira" terdengar suara yang begitu familiar dan sangat aku sukai ketika mendengar suaranya.
"Eoh, ne annyeong Seungchol" sapaku dengan senyum yang hanya ingin ku perlihatkan padanya.
"Apakah kau sibuk hari ini?"
"Hm, tidak aku hanya akan ada kelas jam sepuluh nanti, masih banyak waktu sebelum aku ke kantor"
"Baiklah, kita akan bertemu di depan menara jam nanti setelah jam kuliah mu selesai" ucapnya lembut dengan mengusap rambut panjang ku.
***
"Mira-ya, apa kau sudah menunggu lama?" Sesaat setelah aku mendengar sapaan pria yang memiliki lesung pipi yang menarik perhatian, aku membuat garis di wajah ku dengan begitu lebar.
"Anio, baru saja aku datang setelah jam kuliah ku selesai, memang kita akan kemana?" Tanyaku dengan semangat.
"Aku hanya ingin berjalan-jalan saja dengan mu, kemanapun itu asal denganmu pasti menyenangkan"
Ah sungguh membuat jantungku berbahaya. Dia selalu saja mengeluarkan kalimat-kalimat yang selalu membuat ku malu.
Ya Choi Seungchol adalah orang yang saat ini memenuhi hati dan pikiran ku. Seorang pria yang cukup tampan, ah tidak dia sangat tampan dan mampu membuat ku luluh dengan semua perkataan yang ia ucapkan.
Disamping itu aku juga merasa takut, jikalau aku yang terlalu mencintai nya hanya akan berakhir patah hati jika aku mengetahui kalau Seungchol tidak memiliki perasaan yang sama dengan ku.
Biarlah, pikirku setidaknya aku harus menikmati waktu ini. Tidak akan ku sia-siakan barang sedetik pun dengan nya.
Kami kemudian pergi ke kafe yang dekat dengan tempat ku bekerja.
"Pesan lah apa yang ingin kau makan" tawar nya dengan memberikan daftar menu yang begitu panjang dengan berbagai deret menu special.
Aku hanya memesan beberapa menu ramyeon dan hidangan penutup lainnya.
Waktu makan ini di habiskan dengan berbincang ringan mulai dari membahas kuliah, pekerjaan, hingga keluarga. Ya, dia menceritakan keluarga nya yang berada di Daegu. Aku cukup tersentak setelah ia berkata bahwa hanya aku lah yang ia ceritakan tentang keluarganya.
Menurut ku ini adalah satu langkah kedekatan ku dengan Choi Seungchol.
Waktu ku dengan Seungchol pun habis, tidak kerasa juga sudah enam jam lamanya kita menghabiskan waktu bersama. Berharap kesempatan ini akan datang kembali. Semoga saja.
***
Drtt
Dering telpon yang membuat ku tersadar sesaat bahwa ini waktu jam istirahat. Kulihat layar yang menyala terdapat nama Choi Hana di sana.
'Mira, apakah kau masih bekerja?'
Terdengar suara lembut dari seberang sana'Iya, aku baru akan istirahat, memang ada apa?
'Aku ingin kau membawaku pergi jalan-jalan, rasanya kau tidak ada waktu untuk sahabat mu ini'
'Ya, ya baiklah aku akan pulang sekitar dua jam lagi. Kau tunggu aku di restoran Baerykim, kita akan bertemu disana, oke?'
'Ya baiklah'
Aku berfikir akan lebih baik jika aku segera menyelesaikan tugas kantorku ini, dan segera memberikan ini kepada ketua Divisi.
Tok tok tok
"Ya, masuk"
"Permisi pak, ini berkas yang sudah saya kerjakan, dan membutuhkan tanda tangan dari bapak" dengan memberikan berkas-berkas yang sudah ku selesaikan beberapa menit lalu.
"Hem, baiklah terimakasih" langsung menyambar berkas-berkas yang telah aku taruh di atas meja nya itu. "Oh ya, apa kau Kim Mira dari bagian pemasaran?" Tanyanya melihat ke arah ku.
"Iya pak"
"Besok aku ingin kau menemui temanku di restoran Baerykim, dia adalah pemilik restoran tersebut, sekaligus sebagai pelanggan tetap yang menggunakan brand perusahaan kita"
"Ya baik pak"
"Kalau gitu kau bisa menemuinya besok pagi sebelum kau pergi kuliah mungkin? Karena mulai besok kau akan menjadi manajer di kafe tersebut, dan mengurus segala kebutuhan serta keuangan disana, jadi kau bebas dari tugas kantor"
"Iya baik pak" cukup terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar. Ini mungkin kah? Aku akan di bebaskan dari tugas kantor ini? Yah terserah lah setidak nya aku masih di gaji dari kantor ini.
Ehehe gais mianhae ya gw baru update lagi😊
Gmn suka ga chapter nya ehehehe
Jangan lupa vote and komen
Thanks😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Hate BUT Love [Mingyu]
RandomAda yang bilang "benci lah orang yang kamu benci sewajarnya saja barangkali dia akan menjadi orang yang akan kamu cintai. Dan cintai lah orang yang kamu cintai sewajarnya saja barangkali dia akan menjadi orang yang kamu benci" Kalimat yang sering ak...