Navvre Zavier Raspati,
Sudah lama nama itu mengisi hati Ashara.
Namun, apa Navre tahu tentang perasaannya? Tentu tidak. Hanya ketiga temannya yang tahu, juga Arven.
Karena suatu kejadian, Navre mengira Ashara sudah punya pacar. Karena suatu kejadian...
Samara membuka gorden kamar Ashara. Cahaya matahari menembus jendela kamar, membuat si pemilik kamar menggeliat dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
"Adeek, bangun. Katanya mau jalan, sama Arven? Udah jam 1, loh?" Samara menarik lagi selimut Ashara.
"Naantiiaan ajaa.. Arven belom dateng, kaan?" tanya Ashara dengan suara serak.
"Udah di bawah dia. Lagi makan, sama Papa." jawab Samara yang masih berusaha membangunkan anak perempuannya itu.
Tak menggubris ucapan mamanya, Ashara tetap bergulat dengan guling pink putih kesayangannya dan tak membalas ucapannya. Samara menyerah lalu keluar dari kamar Ashara, yang sebenarnya Ashara senang akan hal itu.
10 menit kemudian,
BRAAAKK
Pintu kamar Ashara dibuka tiba-tiba, membuat orang yang sedang tidur di dalamnya terlonjak kaget.
"WOY! GUE LAGI TIDUR ANJRIT!" Ashara yang kaget, melotot melihat Arven yang nyengir di depan pintunya.
Arven berjalan masuk ke kamar Ashara. "Lo bilang kemarin, jam 10 udah siap. Sekarang jam setengah 1, lo masih tidur. Gimana sih?" katanya, sambil menarik selimut Ashara.
"Dingin, elah. Sabar, kek. Gue semalem nggak sadar kalau gue selesaiin series sampai jam 3 pagi. Lo kan tahu, kalo gue tidur diatas jam 2, gue pasti bangun diatas jam 12." kata Ashara dengan muka cemberut, akibat jam tidurnya diganggu.
Akhirnya ia terduduk di kasurnya. Melihat itu, Arven mengerutkan keningnya."Kok malah duduk? MANDI!!" perintah Arven. Ashara mendengar itu sontak meringis, dan dengan malas-malasan berjalan menuju satu pintu di kamarnya, memilih baju yang akan ia kenakan. Ya, itu walk in closetnya. Ia terbiasa memilih baju terlebih dahulu, baru mandi.
Setelah itu, dia mengusir Arven dari kamarnya, lalu mandi. Memakan waktu 10 menit untuk ia mandi. Keluar dari kamar mandi, ia segera memakai baju. Pilihannya jatuh ke kaus putih dengan gambar hati dibagian atas baju, dengan celana pendek kain berwarna gelap. Memakai sepatu hitam yang tingginya sampai diatas mata kaki. Juga memakai tas putih yang dibagian atas tasnya ada logo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah berpakaian ia segera berdandan. Sebenarnya hanya memakai mascara dan sedikit alis, namun ntah kenapa tetap saja memakan waktu yang lama.
Setelah dirasa semuanya sudah siap, segera ia turun menemui Arven. Ternyata Arven sedang menonton tv di ruang keluarganya.
Melihat Ashara turun di tangga, Arven hanya menatapnya datar. Tidak melamun atau cengo seperti orang-orang.
"Cantik nggak, gue?" tanya Ashara dengan senyum manisnya.