Kamu tak pernah mengerti.
Bagaimana suara dalam kepalaku bertalu-tali memukulku bagai palu sembari menancapkan kalimat-kalimat bersembilu.
Katanya, sebenarnya aku tidak pernah benar-benar jatuh cinta.
Semuanya hanyalah rasa yang hinggap sementara, namun tidak akan pernah menetap selamanya.
Katanya, jatuh cinta tidak pernah lebih dari rasa takut semata.
Takut tidak ada yang bahunya dapat kusandari saat lelah, atau takut tidak ada yang menemaniku kala aku mulai menua.
Dan di sini aku tersenyum getir sambil berurai air mata, berusaha memeluk kejujuran yang pahitnya seperti puluhan belati menghujam dada.
****
31 - 05 - 19
yuhuu tampilan baru ya, next-nya bakal kayak gini terus
vote comment! ❤💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Rindu✅
Poesía#571 in puisi (28/01/19) Mencintai itu penghargaan perasaan tanpa paksaan maupun kekangan
