Namja berambut coklat gelap itu sibuk menatap tumpukan kertas di depannya, wajahnya terlihat sangat frustasi, dahinya dipenuhi kerutan - kerutan tanda bahwa ia sedang berpikir keras. Lingkaran dibawah matanya terlihat begitu jelas, taruhan! Pasti namja itu tidak tidur semalaman.
Terdengar suara bell dari pintu di ujung ruangannya. Namja itu memencet tombol disampingnya lalu pintu terbuka. Seorang berpakaian formal berwajah juga tampan memasuki ruangan Kris, ia membawa beberapa map berisi file - file.
"ini file yang kau minta, ada masalah apa Kris?" tanya Luhan sambil duduk di depan Kris bahkan tanpa meminta izin walaupun Kris adalah atasannya. Tetap saja 'teman dekat' di atas segala - galanya jika dibandingkan dengan jabatan.
Kris hanya diam dan memeriksa file - file yang diberikan Luhan dan mencocokannya dengan file - file yang tadi diperiksanya. "sial!" rutuk Kris sambil membanting file - file itu diatas meja kerjanya.
Luhan menatap Kris bingung.
"datanya tidak cocok! Sialan kita ditipu, aku harus berbicara pada appa malam ini. Pastikan tidak ada media yang tahu tentang ini Lu, atau perusahaan akan hancur" seru Kris frustasi.
Luhan mengangguk mengerti, ia sudah tahu hal ini akan terjadi. Bahkan sebelum pernikahan Kris dan Jessica dilaksanakan. Tuan Jung... Luhan paham betul siapa Tuan Jung namun tetap saja Tuan Wu-ayah Kris mengotot ingin membantu Tuan Jung dengan alasan keuntungan besar namun apa sekarang?
"kau tidak ingin minum?" tanya Luhan kepada Kris yang menunduk di meja kerjanya.
Kris mengangkat kepalanya yang terasa berat. "aku tidak boleh mabuk atau Sooyeon akan membunuhku" jawabnya frustasi sambil mengacak rambutnya, sebenarnya Kris sangat butuh minum hari ini namun ia benar - benar tidak ingin Jessica marah. Terakhir kali Kris mabuk ia menyebabkan masalah besar...
Luhan tersenyum lega dalam hati. "begitukah? Khawatir pada istrimu?" goda Luhan dengan seringai gelinya.
Kris hanya mendengus lalu melirik jam di pergelangan tangannya. "kajja! Pasti klien sudah menunggu" ucapnya lalu mengambil jas dan pergi keluar, meninggalkan Luhan yang terus saja tersenyum.
***
Jessica tersenyum menatap gaun di depannya. Sebuah gaun panjang berwarna hijau tosca yang terlihat sangat indah hasil karya tangannya sendiri. Jessica mengecek ponselnya, tidak ada pesan dari Kris dan pasti namja itu sedang sangat sibuk makan malam sekarang. Tadi Kris sempat mengirimkan pesan dan berkata jika ia akan makan malam bersama sekretaris dan rekan kerjanya.
Telepon di meja kerja Jessica berbunyi. "ne?" jawabnya secepat mungkin.
"Nyonya Cho ada disini sajangnim. Anda tidak sibuk kan?"
Jessica tersenyum, akhirnya! "tidak. Persilahkan saja dia ke ruanganku" ucap Jessica ceria.
"ne sajangnim"
Jessica menutup telepon lalu beralih pada penampilannya di cermin. Ia merapikan floral dress yang melekat di tubuhnya, membentuk tubuhnya yang ramping. Hanya butuh satu menit dan pintu sudah terbuka, Nyonya Cho masuk dengan anggunnya.
"waah Jessica Wu!" sapa Nyonya Cho sambil memeluk Jessica sekilas. "kau terlihat semakin cantik akhir - akhir ini" ucap Nyonya Cho, ia tidak berbohong dan hanya basa - basi namun ia jujur! Jessica memang terlihat jauh lebih cantik.
Jessica tersenyum malu. "terimakasih Nyonya Cho, anda juga begitu" ucapnya dengan ramah. "oh ya. Gaun anda sudah jadi, mari" ajak Jessica, menggandeng Nyonya Cho menuju gaun yang terletak di sudut ruang kerjanya.
Nyonya Cho terlihat kagum. "wah wah! Ini sungguh cantik" pujinya tidak henti - hentinya memandangi gaun itu dengan kagum sambil memeriksa bagian - bagiannya secara detail, benar - benar terlihat memuaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Way
Romancecerita ini bergenre marriage life. bagi siapapun yang merasa tidak nyaman jika Kris dipasangkan dengan Jessica dan sebaliknya maka JANGAN DIBACA! mereka berdua bukan milik kita dan juga bukan milik SM Enterteiment tetapi milik orang tua dan diri mer...
