Biru dan Merah

23 2 2
                                        

Hari ini aku kembali ke lapangan hijau ini. Bola ku giring menuju penjaga gawang yang sedang siaga. Tiba-tiba datang teman satu tim ku nomor punggung 10 yoga dari arah samping kanan meminta operan. Lalu ku pura-pura mengoper pada dia, dan kiper lawan pun terkecoh sehingga berlari ke arah yoga. Padahal bola ku tendang ke arah gawang dengan tumit. Dan... Gooaal.
Dia adalah temanku di sekolah yang baru, namanya yoga, dia adalah sahabat terbaik di sepak bola. Warnanya merah dan biru, artinya pemain yang cerah dan berkilau. Dia memanggil namaku seolah meminta operan, tapi aku sangat paham maksudnya, bagiku dia menyuruhku memcetak goal.
Dia mengajakku kembali bermain sepak bola, dia sering bilang "skill itu tidak penting, yg penting hobi". Operan darinya selalu membuatku merasa skill ku setara dengan dia. Dia adalah sahabat terbaik di sepak bola. Merah itu ibarat semangat dan biru itu ketenangan, yoga itu seperti warna merah dan biru, sedangkan aku cuma biru. Dan disaat aku menggiring bola, itu berarti aku juga sudah menjadi biru dan merah.
Ku rebut dan ku oper bola padanya dengan operan sempurna dan dia mencetak sebuah goal hatrik. Seluruh penonton bersorak, waktu itu aku merasa sorakan itu hanya untuk yoga si pencetak goal, bayangan masa lalu hadir kembali di pikiranku. Dia berlari kearahku, merangkulkan tangan kirinya di pundak ku dan melambaikan tangan pada suporter. Ternyata dia memang berbeda dengan pemain-pemain yang pernah kutemui sejak dulu. Dia seorang pemain bola dengan hati yang bersih. "Ganti posisi, kamu striker" yoga berkata dengan gaya bijaknya. Tentu saja aku lansung mencetak goal. Saat ku sudah kembali jadi diri sendiri semua terasa mudah, kugiring bola tanpa celah seperti hembusan angin, kemudian ku lewati penjaga gawan dengan dribel. Ku cetak goal tanpa melakukan tendangan. pertandingan berakhir dengan skor 3:1.
Perjalanan masih panjang. Selama kita masih hidup, apapun mungkin saja terjadi. Kegagalan adalah suatu hal yang pasti datang disaat kita sudah menyerah. Jadilah dirimu sendiri, karena Menjadi orang lain akan sangat berat bagimu, Seorang aktor pun juga tidak akan sanggup berakting setiap hari.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 03, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SeharusnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang