Pertandingan sepak bola antar sekolah di tingkat kecamatan hampir berjalan 60 menit. Pertandingan melawan tim kuat, tim yang ditumpu oleh pemain U-16. Harapan menang seditpun tidak ada, tim kami hanya dipermainkan dengan skill tingkat tinggi mereka, apalagi dengan goal hebat yang mereka ciptakan, tim kami bahkan tidak dapat menyentuh bola. Melanjutkan permainan hanya tinggal formalitas, tim kami menyerah.
Namaku Araki hanada, aku seorang pemain cadangan. Tiba- tiba aku diturunkan ke lapangan oleh manager dengan posisi gelandang serang pada menit ke 59. Aku sangat jenius dalam mengoper, operanku selalu tepat sasaran, lawan pun sering tidak menduga kalau aku akan mengoper, mereka juga tidak akan bisa menebak arah operanku.
Tapi di pertandingan ini berbeda, sebagus apapun aku mengoper, rekan setimku selalu gagal mencetak goal. Tanpa disadari pemain lawan sudah mulai bermain dengan serius. Waktu sudah berjalan selama 70 menit, artinya waktu tersisa cuma 20 menit. Aku segera berlari merebut bola, dan kurebut dengan mudah. Tentu saja itu karna aku sudah hafal gaya dribel setiap pemain lawan. Lalu ku giring bola melewati pemain bertahan dengan gaya dribel messi dan ronaldo. Tiba-tiba datang sleding takle dari arah dapan, Aku melompat melewatinya seperti tsubasa. Aku sudah berhadapan dengan penjaga gawang. "Apa aku harus menendang atau lebih baik aku mengoper?" keraguan dalam diriku. Penjaga gawang sudah di depan mata, sebuah asist atau pencetak goal. "Permainan ini begitu bodoh, tapi kenapa aku bisa sampai sejauh ini, berkali-kali aku sudah mengubur keinginan untuk bermain sepak bola. kenapa aku datang lagi?, Kenapa aku bermain lagi?, Apa untungnya kalau menang?, tapi kenapa aku takut kalah?. Padahal posisi ku cuma gelandang serang, tapi kenapa aku sampai berusaha untuk mencetak goal?, Haruskah aku mencetak goal?, Kenapa aku harus mencetak goal?, Untuk apa aku mencetak goal?" aku berbicara sendiri dalam hati seperti orang gila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seharusnya
Cerita PendekPertandingan sepak bola antar pelajar tingkat kecamatan sedang berlansung, pertandingan sudah berjalan selama 60 menit. kekalahan sudah di depan mata, tim lawan pun sudah mengerahkan pemain terbaik mereka. Menyerah, menyerah, dan menyerah, itulah ti...
