Beberapa waktu,
ada masanya kamu akan duduk sendiri,
merenung dan bertanya, adakah celah bahagia bagimu?
lalu kamu menundukkan kepala, meraba kisah silam yang sangat kau ingat.
Tentang luka yang begitu menyesakkan, begitu menguras energi untuk terus menangis.
Tentang kecewa yang dulu kamu yakini adalah harapan terbesarmu.
Dan tanpa kamu sadari, kamu meneteskan air mata.
Bersyukur, bahwa saat ini, kamu masih diberi kuat, padahal selalu ada yang membuatmu tersayat,
hingga kamu tertawa sembari menghapus jejak air mata, mengejek luka yang bahkan hampir membuatmu mati.
-katapatia
KAMU SEDANG MEMBACA
Katapatia
PoésieTentang aku yang tetap kuat, meski selalu ada yang membuat tersayat. #267 in Poetry
