Sejak hari itu kisahku di mulai dengan seseorang yang memiliki wajah yang sama persis dengan sosok yang kupuja di dalam mimpi, aku tak menyangka secepat ini menemukan sosok mu di dunia nyata.
Fano selalu menungguku pulang sekolah untuk megantarkan ku pulang, aku mulai membuka hati untuk sosok mu di dunia nyata, dia selalu baik padaku, dia selalu menemaniku di kala aku gunda, dia selalu ada di saat aku butuh, dia mulai diam-diam masuk ke dalam hatiku dan mulai mencuri sebagian tempat dirimu yang kusimpan khusus untukmu pangeran dimimpiku. Hatiku mulai terbagi pikiran ku pun mulai terbagi, aku seperti orang aneh jika mencintai sosok yang tak nyata tapi buatku kau begitu berharga, dan aku seperti orang yang percaya jika kau itu ada kau seakan-akan sengaja dikirim tuhan ke dunia nyata melalui sosok laki-laki yang tanpa sengaja bertemu denganku yaitu melalui Fano.
Fano yang saat itu menjadi teman dekat pertamaku di sekolah, Fano yang selalu menemani membeli alat-alat lukisku dan Fano juga yang selalu menemaniku melukis baik di sekolah maupun di luar sekolah, jika di luar sekolah kami selalu berjanji di setiap minggu sore bertemu di taman dekat rumahku.
Drttt drttt drtttt suara hanphone ku berbunyi, ternyata WA dari Fano, dia sudah menungguku di taman sore ini akupun bergegas mengambil alat lukisku dan langsung menemuinya di taman.
Saat aku melukis dia selalu menatap wajahku lalu dia tersenyum, akupun bergumam dalam hati" ohh tuhan jangan sampai aku gagal fokus, jangan sampai dia melihat pipiku yang mulai merona ini", bukan hanya menatapku tapi dia juga perlahan-lahan memperhatikan caraku melukis dan dia berkata " senja mau nggak ajarin aku melukis" dengan wajah memelas
"Apa kamu bisa?" Aku menjawab dengan nada yang tak yakin
" yahh mangkanya ajarin dongg, nanti di lukisan ku yang pertama aku buat khusus buat senja" dia menjawab sambil tersenyum berusaha mengakinkanku
" beneran yahh, okee deh besok jam 10.00 Fano datang aja ke ruang lukis senja ada disitu kok" jawab ku sambil melanjutkan lukisanku.
Malam pun datang dan aku seperti biasa makan malam hanya berdua sama ibuku, sehabis makan akupun melangkah kekamarku dan berniat untuk tidur karena ingin memulai cerita di mimpiku tapi tiba-tiba drttt drttt drtttt hanphone ku berbunyi ternyata WA dari Fano yang mengucapkan selamat malam untukku disitu aku membalas dengan mengucapkan selamat malam juga dengan wajah memerah, hati yang dag dig dug, perasaan yang tidak bisa di ibaratkan dengan kata-kata padahal cuma sekedar WA"selamat malam" darinya, ibarat mendapatkan pesan aku menang undian berhadiah mobil sebahagia itu perasaanku.
Akupun berbincang dengannya melalui whatsapp sampai pukul 03.00 pagi padahal yang kami bahas hanya tentang lukisan dan tentang pribadi kami masing-masing. Akupun mengakhiri percakapan dengannya karena menyadari kalau saat itu jam sudah menunjukkan pukul 03.00, aku tertidur dan aku bermimpi bertemu dengannya yang selalu ada dimimpiku yaitu pangeranku akupun menceritakan semua cerita tentang aku dan Fano saat ini, dia pun ikut senang karena aku mendapatkan teman yang mengerti perasaan ku yang mau ada di saat aku susah, aku berterima kasih pada pangeran mimpiku karena dia yang membuatku semangat untuk memulai hari di pagi hari. Tetapi dia malah berkata mungkin aku tidak terlalu sering menemuimu lagi di mimpi ini, sontak aku menjawab"kenapa? Aku ada salah yah sama kamu? Aku minta maaf" dengan raut muka ku yang tak rela kalau dia perlahan ingin pergi dari mimpiku, tiba-tiba aku terbangun dari mimpi dan dia pun menghilang aku melihat jam ternyata sudah pukul 05.00 pantas dia menghilang sang fajar sudah melihatkan cahanya( dia datang di saat malam dan dia menghilang di saat fajar mulai datang )
Perkataannya yang masih terbesit di pikiran ku sepanjang pagi ini "kenapa dia bicara begitu?" Akupun bertanya dalam hati.
Akupun pergi ke sekolah dengan tidak terlalu semangat, tiba-tiba sesampai di gerbang sekolah ada anak yang menepuk pundakku di saat kaki ku mau melangkah ke kelas
To be continue.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream is the beginning
RomanceApakah kalian pernah berbincang dengan seseorang yang membuat kalian merasa begitu nyaman berada di dekatnya tapi ternyata itu sekedar bertemu di mimpi? Dan kalian berharap dia benar-benar ada di dunia nyata. Jika kalian pernah dan kalian juga berha...
