Dimalam yang dingin ini
Ku seret kembali kenangan itu
Mengsengajakan cair yang sudah beku
Kenapa manis katamu menjadi pahit setelahnya?
Bukankah kamu bilang "tak akan ada air mata jika bersamaku"
Nyatanya
Bahkan deras air hujan mampu menyamai tangisanku
Seperti rapuh yang tak berarah
Dikasihani banyak jiwa yang menatap
Merobek, menjahit kembali, merobek lagi dan kemudian menjahit kembali
Dimana letak kemanusiaanmu?
Meneteskan air mataku dengan sengaja dan berpura-pura tidak melakukannya
Kembali dan bersikap semua baik-baik saja
Rasanya aku ingin meneriaki bermacam kata dan kalimat menusuk
Dan menjadikanmu bangkai tersangka yang selama ini bersembunyi
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Salam,
manusia sulung
