CH. 11

940 143 13
                                        

Note
Part sebelumnya (CH.10) ada di akun Illapayy

______________________________________

Lisa mengerjapkan matanya berulang kali sebelum akhirnya membawa tubuh rampingnya menyiapkan peralatan mandi yang ia letakkan di meja kecil yang terletak di sebelah ranjang miliknya.

Ia bahkan berjalan menuju ke kamar mandi dan mengantri meskipun belum sepenuhnya tersadar.

Yah, perjalanan semalam benar benar membuatnya lelah. Tubuhnya bahkan memohon untuk kembali kekasur jika ia tidak ingat hari ini adalah hari pertama kelasnya di mulai.

Lisa yang sedang menguap menunggu antrian tiba tiba menghentikan aktivitasnya saat melihat seorang pria di tangga yang memanggil namanya sembari mengisyaratkannya untuk mengikuti langkah pria itu.

"Hanbin oppa?" Gumam Lisa yang sekali lagi mengucek matanya untuk memastikan bahwa yang ia lihat memang benar adanya.

"Anniyo oppa, nanti saja! Aku sedang mengantri untuk mandi!" Teriak Lisa yang langsung membungkuk meminta maaf karena beberapa gadis di depannya kini menatapnya terganggu.

Sebenarnya Lisa tak terlalu yakin apa yang sedari tadi pria itu gumamkan. Namun kalau Lisa tak salah menerka, pria itu ingin menawarkannya untuk sarapan bersama yang membuat Lisa dengan percaya diri menolaknya.

Lisa juga tak tahu apa yang merasuki pria itu sehingga begitu ingin Lisa untuk mengikutinya. Padahal, Lisa sudah mengatakan ia akan menemui Hanbin setelah ia selesai mandi. Karena jika dihitung dengan urutan, Lisa hanya perlu menunggu seorang lagi yang berada di depannya.

"Lis, kau meninggalkan kacamatamu di tasku!" Teriak Hanbin lagi yang malah membuat beberapa wanita yang sedang mengantri kini menoleh padanya.

Lisa terkekeh pelan. Sudah pasti bahwa seniornya itu sedang mabuk! Kenapa barang Lisa ada di tasnya? Dan lebih dari itu, Lisa bahkan tidak memiliki kacamata. Jadi mengapa pria itu berisikeras agar Lisa mengambil barang itu dari kamarnya?

"Ck! Aku tidak memakai kacamata oppa. Kau hanya ingin mengerjaiku!" Ucap Lisa yang mulai kesal karena beberapa wanita masih menatapnya terganggu.

"Anniyo, kau memakainya. Selalu memakainya. Di sini" Ucap Hanbin yang semakin memelankan suaranya sembari menunjuk ke  dadanya sendiri.

Lisa yang tadi masih belum mengerti kini membelalakkan matanya dan semakin bertambah panas saat beberapa wanita yang ikut mengantri bersamanya kini berseru panjang.

Gadis berponi itu berlari menuju Hanbin yang kini masih tertawa sembari memegang perutnya. Masa bodo dengan antrian! Bahkan rasanya, tak mandi selama seminggu saja Lisa rela asalkan ia bisa membunuh Kim Hanbin sekarang juga.

Hanbin yang merasa sinyal bahaya dari tatapan Lisa pun kini memutar tubuhnya untuk menaiki tangga menuju kamarnya, hingga Lisa berhasil mengejar pria yang baru saja menutup mulutnya.

"Ck! Oppa! Kau sangat menyebalkan! Kau membuatku malu di depan banyak orang!" Kesal Lisa yang langsung menginjak kaki pria itu yang hampir membuat air matanya keluar karena menahan rasa sakitnya.

"Yak! Kau sangat kasar Lis!" Seru Hanbin yang kini memegang kaki kanan yang masih terasa berdenyut.

"Lagipula kenapa kau sangat malu? huh? Bukankah semua wanita menggunakan itu? Kenapa kalian berteriak seakan akan itu adalah benda keramat" Grutu Hanbin kesal.

Lisa mengikuti Hanbin yang kini masuk ke kamarnya. Gadis itu benar benar takjub, ia tahu jika kebanyakan pria memang terlalu malas untuk merapikan kamarnya.

Fanfic Kolaborasi - It Takes TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang