"Udah, yuk. Jalan." Ami menutup buku yang sedang dibaca oleh Sasha.
"Mi,"
"Ga liat kantong mata lo? Pasti otak lo juga udah butek baca buku tebel gitu."
"Capeeek. Tau gitu gue masuk Seni Musik aja, lah."
Ami tertawa, "Biar apa?"
"Biar liat Taehyung, lah." ucap asal Sasha seraya bangkit dari duduknya.
Taehyung memang diatasnya 1 tahun, tetapi Sasha kerap memanggilnya Taehyung, tanpa embel-embel "Kak" kecuali memang sedang berbicara dengannya.
Tetapi sayangnya sampai sekarang Sasha belum pernah berinteraksi sama sekali dengan Taehyung.
"Ajak anak-anak ya, Sa?"
"Ngga. Ini girl's time." tolak Sasha.
"Bohong banget, bilang aja lo mau gibah Taehyung, 'kan?"
Sasha hanga menyengir, lalu masuk kamar mandinya.
☁️☁️
"Mi, liat," Sasha menyodorkan ponselnya.
Benar saja tebakan Ami pada saat di kost-an.
Sasha benar-benar membahas Taehyung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo mau gue komentarin mukanya?" tanya Ami.
"Ya kali, mukanya sih ga perlu dikomentarin. Ga ada yang kurang di muka dia. Fix, perfect!" ucapnya cepat dan jemarinya reflek membentuk O.
"Jelek." celetuk Ami.
"EH BACOT LO, MI. GANTENG BANGET KAYAK GINI, LO KATA JELEK. DIA TUH GAADA GORESAN SEDIKITPUN." Sasha memang seperti itu jika sudah memuji Taehyung.
Ami terkekeh, "Kalau gitu, follow dong pake akun lo yang asli, jangan pake akun bodong."
"EH-Ngga ah, mental gue ciut banget kalau ngefollow pake akun asli."
"Najis, stalker dong?."
"Bodo," respon Sasha. "Btw, ini kating lo juga, Mi?"
"Mana?"
"Ini," ucap Sasha seraya menunjuk username by.taera.
"Ngga, gue ga cemburu, anjir. Nanya doang." lanjutnya dengan cepat sebelum Ami memikirkan hal lain.
"Santai, Sa. Gue kan ga nanya." jawab Ami seraya diselingi tawa.
"Bacot, ah lo." Sasha memukul lengan Ami.
"Iya, dia kating gue,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Come True?
Fanfiction"It's a real or is that just my imagination?" "No-it's a real."
