From: Cla
Lo pulang aja.
Gue ada urusan, pulang malem.
Sam terkejut mendapat chat dari Cla, padahal dirinya sudah satu jam lebih menunggu di kantin. Pantas saja wanita itu tidak datang-datang, ternyata dia meninggalkan Sam dan baru mengabari setelah pergi.
Merasa belum percaya kalau Cla sudah lebih dulu pergi, Sam pun buru-buru ke kelas wanita itu. Begitu sampai, kelas ternyata sudah kosong. Sam pun cepat-cepat ke gerbang, siapa tau Cla masih di sana menunggu taksi.
Tapi ternyata tidak ada juga. "Shit!"
Sam mengeluarkan ponselnya dan menelepon Cla. Dia bertambah kesal karena nomor wanita itu sudah tidak aktif lagi.
"Arrgghh!" Sam menendang sebuah kaleng kosong minuman yang tergeletak di dekat kakinya. Dia kesal bukan main.
"Hai, Sam. Cari Cla, ya?" tanya seorang wanita dengan senyum lebarnya. Sam diam saja.
"Tadi sih aku lihat dia dijemput sama mobil mewah gitu," beritahu wanita itu.
Mobil mewah? Om Surya?
Berbagai pertanyaan hinggap di kepala Sam. Bila benar yang dikatakan wanita ini, itu artinya Cla bertemu dengan Om Surya lagi.
"Sam "
Belum sempat wanita itu merayu, Sam sudah lebih dulu meninggalkannya tanpa bicara. Sam masuk ke mobilnya dan memacu kecepatan dengan tinggi. Dia ingin menemukan Cla meski rasanya mustahil di kota sebesar ini tanpa ada petunjuk mengenai keberadaan wanita itu.
"Arrghh!"
Sam memukul setir berulang kali. Dia benar-benar kesal. Mobilnya sudah melintasi hampir semua jalanan tapi tidak ada bayangan Cla sedikit pun.
Membayangkan Cla bertemu dengan Om Surya membuat Sam benar-benar marah. Ingatan Sam kembali ke saat di mana dia memergoki Cla keluar dari hotel bersama pria tua itu, keduanya nampak sangat mesra.
"Apa yang lo lakuin, Cla?!" bentak Sam sambil meniju setir.
Sam kembali menghubungi Cla, tapi tetap tidak aktif. Saking kesalnya, Sam melempar ponselnya itu ke samping, membentur kaca jendela lalu berakhir di jok.
Sam pun memutar arah, membawa mobilnya menuju apartemen. Wajahnya sudah seperti dirasuki iblis jahat.
***
Cla menekan password pintu apartemen dengan cepat, lalu mendorong pintu itu ke dalam. Dia melepaskan heels tingginya dan meletakkan itu di samping pintu yang telah tertutup.
Keadaan apartemen sangat gelap, Cla pun menghidupkan lampu. Kagetnya dia saat melihat Sam berdiri di sisi tembok sambil melipat tangan di dada dengan wajah seram.
"Astaga bikin kaget aja, deh," keluh Cla. Dia masuk ke dapur, mengambil minum dan menghabiskan satu botol kecil.
"Kok, belum tidur?" tanya Cla pada Sam. "Dari mana lo?" tanya Sam datar.
![](https://img.wattpad.com/cover/196992731-288-k678429.jpg)
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner in Bed
RomantizmSaling mengancam setelah mengetahui kelemahan masing-masing, Cla dan Sam akhirnya terjebak dalam situasi yang membuat mereka berbagi tempat tinggal. Apakah mereka akan bisa menjaga ego masing-masing, ataukah perasaan keduanya yang akan menang? *** K...
Wattpad Original
Ini bab cerita gratis terakhir