aku masih menatap yoona terlihat kaget dan panik secara bersamaan dengan pertanyaan ku
"kenapa diam ?"
"iya itu .......anakmu "jawab yoona dengan nada rendah dan hati hati
"apa .....ulangi lagi"
"yoona!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"IYA nayeon memang anakmu!! puas"yoona
jadi ini kenapa yoona pergi secara tiba tiba
"aku tau kenpa kamu pergi diam diam saat itu... apa saat itu nayeon sudah ada?"
"iya"yoona
"ya tuhan kenapa kamu tidak bilang pada ku saat itu !"
ucapku meninggi bagaimana tidak saat itu aku akan melamarnya tapi apa yang aku dapatkan
"maaf "yoona
"maaf bagaimana kau gampang banget mengucapkan maaf kau tau betapa frustasi nya aku saat tau kau pergi hanya pamitan lewat sepucuk surat!!"
dengan menahan air mata yoona berkata
"kau boleh memarahiku tapi aku mohon nanti setelah kau mendonorkan darahmu untuk anak ku aku mohon hiks.."yoona
dengan diam aku langsung menarik tangan yoona dengan kasar ke luar dari cafe dan menuju mobil
"apa nama rumah sakitnya "tanya ku dingin
at hospital🏥
dengan terburu buru yoona langsung masuk menuju tempat anak nya bukan anaku di rawat
"nyonya apa sudah dapat pendonornya?" tanya dokter itu pada yoona
"sudah dok"yoona
"ya sudah ayo masuk"dokter
aku mengikuti intruksi dokter sebenarnya ini kali pertma aku mendonorkan darahku takut pasti tapi demi anak ku akan ku lakukan
jika kalian tanya kenapa percaya aja kalau anak itu adalah anakku karna aku yakin yoona melakukan itu hanya sama aku pada saat itu
dan golongan darahku dengan nayeon sama A- adalah golongan darah yang langka
setelah selesai mendonorkan darahku aku keluar dari ruangan itu dan duduk di samping yoona
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kulihat yoona sedang melamun
"yoona aku merasa ini mimpi"
yoona langsung menoleh dan menatapku
"why?"yoona "....." aku hanya diam tak ada d jawaban
"apa kamu selama ini tinggal di indonesia?"
"bagaimana?..."
"aku sudah bertemu dengan nayeon saat aku di indonesia saat itu aku heran kenapa muka anak itu mirip sekali denganmu seperti kamu versi kecil hanya dibagian mata saja yang mirip denganku awalnya aku kaget tapi setelahnya aku mencoba menampik kalau itu adalah anakmu dia anak yang baik dan ramah tapi sayang karna tidak ada ayah nya dia dibully teman teman sebaya nya" penjelasanku
"tunggu .k..kou ajushi yang memberi nayeon permen?"yoona
"hah??"
"kemarin nayeon cerita ada ajushi dari korea yang baik hati memberinya permen"yoona
"kau tau nayeon bukan tipe anak yang gamang langsung mau sama orang yang baru dikenal tapi aku heran saat nayeon cerita itu tapi sekarang aku tau ikatan seorang anak dan appanya jauh lebih kuat walau mereka tidak saling kenal satu sama lain"yoona
"maafkan " "maaf?"yoona "eoh maaf karna saat kamu hamil dan melahirkan nayeon aku tidak ada pasti berat melewati itu sendiri?"
"tidak apa chan..." "oppa kau harus memanggilku oppa aku lebih tua beberapa bulan dari kamu lupa?"
"oppa "yoona "terlihat lebih indah di dengar"ucapku sambil terseyum dengan lebarnya
terlihat rona merah di pipi yoona terlihat menggemaskan
akhirnya aku bisa bertemu denganmua tidak akan ku biarkan kau perg lagi dari disiku saranghae changia
t b c gue mau curhat panjang kek nya hal yang paling aku takutin adalah kasih sayang mama papa terbagi tadi aja aku pengin beli sesuatu pas mama perhatian bgt ama abng gue yg dah nikah langsung kgk pengin tp masih aku pendam berlebihan emang tp aku gak bisa nahan rasa takut berlebihanku ini 😭😭😭