3. Ciuman Mendadak

682 99 13
                                        

.

.

.

Yeon Jun buru-buru merapikan mejanya, dia tidak enak menyuruh Kai untuk menunggunya tapi dia malah pulang telat. Dari pintu masuk Soo Bin bersenandung riang, dia berhadapan dengan Yeon Jun dan langsung melonjak senang.

"Jun saem!!!" Soo Bin tiba-tiba memeluk Yeon Jun sangat erat membuat guru biologi itu menunjukan wajah herannya.

"Aku akan pulang cepat Jun Saem!!" Soo Bin segera melepas pelukannya lalu mengambil tasnya dengan terburu-buru.

Belum sempat Yeon Jun bertanya Soo Bin sudah mengatakannya lebih dulu.

"Aku akan jadi ayah, Jun Saem!! Aku mau menemani istriku ke dokter, doakan aku ya!"

Yeon Jun tersenyum dan ikut bahagia, "Selamat Bin Saem! Jadilah ayah yang baik!"

"Siap!! Aku pulang duluan ya.." Setelah itu Soo Bin berlari cepat dan bahkan dia menutup pintu dengan kencang lalu meloncat kesenangan.

Yeon Jun masih terdiam disana, dia tersenyum karena melihat Soo Bin bahagia sekali saat berkata kalau dia akan menjadi seorang ayah. Dia jadi ingat saat ibunya bercerita ayahnya sangat bahagia saat mengetahui ibu Yeon Jun mengandungnya saat itu. Ibu Yeon Jun yang sudah di vonis tidak punya anak, 4 tahun setelah di jatuhkannya vonis itu, ibu Yeon Jun hamil dan orang tuanya sangat menyayanginya karena itu.

"Ah pasti menyenangkan kalau punya anak di usia muda." Ucap Yeon Jun membayangkan bagaimana keluarga kecil Soo Bin, seketika dia ingin seperti itu juga.

Tapi Yeon Jun tidak bisa berharap banyak, dia masih harus menyusun masa depan keluarganya sendiri. Dia juga belum punya kekasih yang memungkinkan dia menikah dalam waktu dekat. Jangan seperti itu, yang dia sukai malah anak kelas dua SMA yang masih....

"Kai!" Nama itu terlintas dan segera ingat janjinya dengan anak itu. Yeon Jun segera menyambar tasnya dan berlari keluar.

Tujuannya pasti taman sekolah yang biasa tempat Kai menunggunya sambil berbaring dan mendengarkan lagu. Tak lama Yeon Jun sampai dan mendapatkan Kai yang tidur meringkuk di atas bangku taman sambil. Langkah Yeon Jun jadi memelan, dia menghampiri Kai sambil berpikir apa Kai baik-baik saja? Biasanya Kai selalu bersemangat menunggunya, tidak pernah tertidur seperti ini.

Yeon Jun sampai di hadapan Kai, dia berjongkok dan menatap wajah tenang anak nakal ini. Entah keberanian dari mana Yeon Jun menyingkirkan poni rambut Kai yang mulai memanjang dan menutupi mata indahnya.

Karena gerakan tangan Yeon Jun, Kai terbangun dan sedikit kaget karena langsung melihat wajah Yeon Jun di depan matanya.

"Apa kau sangat lelah, Kai? Mau ku antar pulang saja?" Tanya Yeon Jun tapi Kai segera menggeleng dan duduk tegak.

Yeon Jun duduk di sebelahnya dan menatap Kai yang mengucek matanya masih mengantuk. Dengan gemasnya Yeon Jun ngusak kepala Kai dengan kasar dan tersenyum padanya. Setelah itu juga Kai menjatuhkan kepalanya di pundak Yeon Jun sambil menguap panjang.

"Kenapa bapak lama sekali? Pak Yeon Jun gak tau apa aku lagi masa pertumbuhan? Aku harus banyak tidur..." Keluh Kai yang tak Yeon Jun sangka, dia kira Kai masih diam seperti tadi pagi tapi ternyata cerewetnya kembali lagi.

"Kau mau bertumbuh seperti apa lagi? Tinggimu saja sudah hampir melebihiku." Tegur Yeon Jun menepuk-nepuk kepala Kai dengan pelan.

"Memangnya pertumbuhan hanya ke atas? Aku juga mau membuat tubuhnya berisi sedikit." Keluh Kai, dia mengalungkan lengannya pada lengan Yeon Jun dan kembali terpejam.

Mint Choco (YeonKai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang