5. Asalkan Bersama (END)

488 67 4
                                        

.

.

.



Pagi-pagi hari sekali Kai sudah sampai di sekolah. Dia beberapa kali melewati ruang guru, tentu hanya untuk melihat apa Yeon Jun sudah datang atau belum. Dia juga mencoba melihat ke parkiran sepeda tapi tidak melihat tanda-tanda Yeon Jun sudah sampai sekolah.

"Apa yang kau lakukan?"

Kai tersentak, dia yang sedang mengintip lewat jendela ke ruang guru segera berbalik. Dan paginya yang cerah semakin cerah mendapati sang pujaan hati yang sangat dia tunggu.

"Pak Yeon Jun..." Kai tersenyum lebar, semakin lebar dan semakin konyol. Oh Yeon Jun tidak bisa membiarkan anak ini, dia menarik Kai dan mencari tempat sepi untuk bicara.

"Bukankah aku bilang kau tidak boleh terlalu menunjukannya? Jangan bertingkah seperti  itu." Yeon Jun mengoceh dan dengan berani kini Kai mencubit pipi guru tampan itu. Yeon Jun yang tidak suka segera menepuk tangan Kai dan mengelus pipinya.

"Aku hanya merindukan Pak Yeon Jun, karena akhir pekan tidak ada kencan membuatku sedih..."

Yeon Jun berkedip cepat, "Ku bilang jadwal kencan itu harus di rencanakan tidak bisa mendadak."

"Tapi pulang sekolah nanti jadikan kita kencan?"

"Apanya kencan? Hanya membeli es krim lalu pulang. Besok kau mulai ujian."

Tapi Kai tetap tersenyum, sekalipun hanya membeli es krim tapi makan bersama dan mengobrol dari hati ke hati itu sudah cukup untuknya. Kencan panjang akhir pekan memang sulit tapi kalau setiap pulang sekolah pergi bersama itu cukup untuk mengobatinya.

"Sekarang kembali ke kelasmu. Ingat kau kesini untuk belajar." Kai tersenyum mendengar nasihat itu.

"Setelah aku lulus, aku pastikan tidak ada seperti itu lagi."

Yeon Jun berakacak pinggang, "Setelah lulus kau tidak mau belajar lagi? Mau jadi apa kau?"

"Sebelum mulai belajar lagi, aku akan meresmikan hubungan kita."

Blush~

Sekejap wajah Yeon Jun seperti kepiting rebus yang kini tak tahu harus menanggapi apa. Tak tahu selain berkata kalau dia berdebar begitu kencang dan tidak bisa menahan diri juga. Tapi disini Yeon Jun adalah guru, dia harus menaati peraturan yang ada di sekolah ini.

Baiklah Yeon Jun kau bisa!

Serasa memperkuat pertahanannya walau sebenarnya sudah goyah karena memberi anak ini kesempatan. Tapi setelah anak itu pergi melambaikan tangannya sambil tersenyum manis, kaki Yeon Jun lemas dan dia sampai duduk di bangku sambil memegangi dadanya. Karena memberi kesempatan sama saja membuat dirinya semakin jatuh terlalu dalam.

Jadi jawaban Yeon Jun minggu lalu saat Kai meminta untuk jadi kekasihnya adalah Yeon Jun menolak.

Tapi tidak benar-benar menolak, karena dia tidak bisa berbohong dalam hatinya dia nyaman berada di sebelah Kai dan dia mengakui kemana hatinya melangkah saat dia mencium Kai lebih dulu. Dia menyukai anak itu. Tapi sekolah punya peraturan tidak boleh seorang guru berpacaran dengan muridnya, jadi Yeon Jun tidak bisa menerimanya tapi sebagai gantinya Yeon Jun memberikannya kesempatan sampai lulus nanti.

"Aku sudah dewasa dan tidak cocok dengan cinta anak muda."

"Tapi aku serius denganmu, pak. Aku bukan ingin bermain-main."

"Kalau begitu pikirkan baik-baik. Kalau sampai lulus kau masih punya perasaan itu. Katakan lagi padaku."

"Tapi biarkan aku mendekatimu. Jangan ada jarak diantara kita."

Mint Choco (YeonKai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang