Kerajaan Yoondisen
Kerajaan yg makmur indah dimana kerajaan ini memiliki pemandangan taman bunga di setiap penjuru istana.
Yaa berbagai macam bunga di sana. sang Ratu yg menyukai bunga mengkoleksi semua bunga yg ada di kerajaan kerajaan lainnya."Hai bunga-bungaku yang indah, selamat pagi mekarlah kalian dan tumbuhlah menjadi bunga yang sangat cantik nan indah yaaa" sapa sang ratu kepada bunga bunganya, pangeran yg melihat ibundanya tersenyum di pagi hari membuatnya merasa sangat bahagia berharap ibundanya tetap tersenyum seperti itu selamanya.
"Selamat pagi ibunda ratu ku yg cantik, wahhh saking senangnya dengan bunga lupa kalau ada anaknya yg ganteng ini" Sapa pangeran ke pada ibundanya yg masih sibuk menyiram dan sesekali besenandung kepada bunganya.
"Ehh anakku sejak kapan kamu ada di sini? " tanya sang ratu
"sejak ibunda mulai berbicara kepada semua bunga yg ada di taman ini" Jawabnya sambil tersenyum lebar membuat matanya tdk terlihat akibat dia memiliki mata yg terlalu sipit
"Aduhhh ya ampunn kamu manis sekali anakku, lihat matamu sampai ndak kelihatan karna kau tersenyum terlalu lebar" sang ratu mencubit pipi putra sulungnya itu dengan gemas
"aduh aduh ibunda lepasin sakitt" pengeran hanya meringis kesakitan karna pipinya di cubit
"Pangeran Yoon Jisung" Seseorang memanggil pangeran dan ia pun melihat ke sumber suara
"Ada apa penasehat Lee, knapa kau memanggilku?" ternyata itu adalah penasehat Lee when Chang salah satu orang terpercaya Raja.
"Anda di panggil oleh yangMulia Raja, ada yg ingin beliau sampaikan kepada anda pangeran" jelas penasehat Lee yg cukup di mengerti oleh pangeran Yoon jisung
"Baiklah sya segera ke sana" Pangeran pun pergi menemui ayahnya entah apa yg ingin dia sampaikan kepadanya.
Pangeran Yoon Jisung berjalan di koridor istana menuju kamar sang ayah, sambil sesekali bersenandung dan tersenyum menambah Aura ketampanannya semakin terlihat. Pelayan wanita yg melihat pangeran seperti itu tidak hentinya memuji ketampanan yg di milikinya.
"wahh liat liat dia sangat tampan bukan"
"pangeran Jisung memang sangat tampan lihat senyumnya itu manis sekali"
"iya sampai matanya tdk terlihat lagi, suaranya juga sangat bagus jika dia bersenandung"
"owhh apalah dayaku yg hanya seorang pelayan istana ini yg tak mungkin bisa memilikinya"
"melihatnya saja aku sudah sangat bersyukur"
"pokoknya pangeran Yoon Jisung yg terbaik"
Mungkin seperti itulah pujian pujian yg para pelayan itu katakan untuk pangeran Yoon Jisung. Tak lama kemudian pangeran sudah berada di depan pintu kamar ayahnya tanpa ragu ia pun segera masuk rasa penasarannya lebih kuat untuk segera menyuruhnya masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Iya ada apa Ayah memanggilku" pengeran Yoon
"ya ampun kamu kalau mau masuk biasakan ketuk pintu dlu"kaget sang raja karna pengeran tiba-tiba ada di depannya
"ngak perlu ayah seperti tdk tau saja kalau aku yg masuk, aku penasaran knapa ayah memanggilku dan kenapa harus di kamar ayah biasanya kan di ruang istana. jadi aku langsung masuk saja. Ayah taukan" jelas pangeran yg panjang.
"mmm iya ayah tau"pasrah sang raja kalah debat dengan anaknya dia tdk pernah menang jika beradu mulut dengan putranya itu sama seperti ibundanya.
"jadi apa yg ayah ingin sampaikan?" tanya pangeran lagi

KAMU SEDANG MEMBACA
11 kerajaan (wanna one) Kocak
Historical Fictioncerita ini menceritakan tentang 11 kerajaan yg sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan. meskipun letak kerajaan mereka sangat jauh tapi persahabatan mereka sangat erat sehingga membuat masyarakat kagum dengan raja mereka masing-masing. kerajaan...